
Waktu yang terus berjalan, tak terasa sudah banyak hal yang terjadi. Baik itu yang membuat manusia untung, atau mendapatkan kerugian.
Begitu juga dengan Jamal dan kedua istrinya. Ada masa sedih dan senangnya juga. Sama seperti keluarga yang lainnya. Meskipun keduanya adalah kakak beradik.
Mirip dengan lagunya almarhum Didi Kempot, dengan judul bojo loro.
🎶🎶🎶
Mrono mrene saben dino
Iki mrene sesuke mrono
Bojo enom mung sedelo
Bojo tuwo nggondeli celono
Keroso sepet empinge mlinjo
Sirah mumet, dik, nduwe bojo loro
Mikir sing enom, mikir sing tuwo
Ro karone podo le tresno
🎶🎶🎶
Mungkin, sekarang ini Jamal juga merasakan hal yang sama. Apalagi, di tambah dengan adanya Sonya. Yang sekarang lebih banyak membuatnya bekerja, sehingga dia tidak punya waktu banyak untuk kedua istrinya itu.
Kadang kala, Sonya tiba-tiba aktif sendiri. Tanpa harus diaktifkan oleh Jamal.
Sonya sering memberinya misi, dengan hadiah yang banyak. Sehingga Jamal tertarik dan tidak bisa menolaknya.
Sama seperti sekarang. Sonya tiba-tiba aktif dengan memberinya misi, dengan hadiah poin lebih dari seribu poin. Padahal, sebenarnya Jamal sudah siap untuk berangkat ke rumah Lina. Sebab, sehari-hari dia memang ada di rumah istri pertamanya. Yaitu Indah.
Tentu saja Jamal sangat tertarik. Apalagi, dia beranggapan bahwa, pekerjaan ini termasuk ringan dan mudah.
[ Ding ]
[ Selamat malam Tuan ]
'Hehhh, ada apa Sonya?'
[ Ding ]
[ Misi bonus untuk malam ini Tuan ]
'Misi apa untuk malam ini?'
[ Ding ]
[ Membasmi hama kentang ]
[ Ulat Phthorimaea operculella ]
__ADS_1
'Maksudnya hama jenis apa?'
[ Ding ]
[ Jenis ulat yang akan aktif pada malam hari ]
[ Ulat penggerek ]
'Tapi, ini sudah terlalu malam. Dan Aku...'
[ Ding ]
[ Terima atau tidak ]
Jamal yang sedang bingung, tidak mungkin menolak misi yang diberikan malam ini.
Sebab, tentang yang baru dia tanam 2 hari yang lalu memang butuh mulai ber_umbi. Jika dibiarkan begitu saja, tanpa ada penanganan khusus, kentang-kentang nya itu bisa gagal panen. Apalagi jika Sonya tidak mau membantunya.
Akhirnya, Jamal terpaksa menerima misi tersebut. Apalagi jumlah hadiah yang akan diterima, bisa digunakan untuk membeli satu buah mobil truk jika dicairkan.
Mobil truk tersebut, bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil panen kentang-kentang nya nanti.
'Baiklah. Aku terima tantangan tersebut. Tapi, apakah Aku bisa sekalian melakukan siaran langsung, untuk channel Jamal Farm News?'
[ Ding ]
[ Permintaan diterima ]
[ Waktu Tuan dihitung sepuluh menit lagi ]
'Hemmm... baiklah. Aku akan bersiap-siap.'
[ Ding ]
[ Sistem aktif di kegiatan tantangan Tuan ]
Jamal menghela nafas panjang setelah menerima misi tantangan malam ini.
Dia tidak mungkin mengabaikan keselamatan kentangnya, jika dia harus egois dan tidak mau menerima misi malam ini.
Apalagi, jenis hama yang tadi disebutkan oleh soalnya memang termasuk hama yang berbahaya. Yaitu ulat penggerek.
Ulat penggerek pada daun kentang, juga memiliki nama latin yang cukup sulit untuk diucapkan oleh lidah seorang Jamal. Yaitu Phthorimaea operculella.
Hama ini adalah hama utama perusak bibit dan daun tanaman kentang. Ketika dewasa, ngengat kecil berwarna coklat yang aktif di malam hari ini, akan bertelur di permukaan bawah daun atau pada permukaan umbi. Yang muncul di permukaan tanah.
Jika Ngengat ini bisa sampai masuk ke dalam Gudang penyimpanan, juga akan bertelur di permukaan umbi di sekitar mata tunas.
Manajemen pencegahan keberadaan ngengat ini di antaranya adalah, pembumbunan bedengan budidaya, agar umbi tidak tersembul ke permukaan tanah serta penanaman refugia, atau bunga-bungaan. Seperti kenikir dan tanaman labu.
Bunga yang dihasilkan dari tanaman refugia tersebut, akan mengundang serangga predator Copidosoma koehleri dan Chelonius blackbernii, yang merupakan musuh utama ngengat Phthorimaea operculella.
Penanganan serangan hama ulat penggerek daun, juga dapat dilakukan secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida. Seperti Dursban 20 EC dan Bayrusil 25 EC. Tetapi sebaiknya diusahakan selalu menghindari pencegahan kimiawi, demi lingkungan yang sehat pada hasil kentang dan lahan kentang untuk tanaman selanjutnya.
__ADS_1
Jadi untuk malam ini, Jamal harus bisa menentukan keberadaan ulat penggerek tersebut. Supaya tidak bertelur pada kentang-kentang miliknya.
Dia harus bisa melakukannya semalaman ini, dengan lahan kentangnya yang sangat luas.
Tapi Jamal tidak mau mundur.
Dia ingin membuktikan bahwa, dia tidak hanya bekerja enak bersama sistem. Serta mengantungkan segala hal pada sistem tersebut. Tapi dia juga harus bisa berusaha semaksimal mungkin, supaya bisa mendapatkan hasil yang sangat baik dan memuaskan.
Akhirnya Jamal pamit pada Indah, sebelum dia pergi ke lahan kentang. "Mas pergi dulu ya Yang!"
"Mas Jamal bisa sendiri? Perlu di temani gak?" tanya Indah menawarkan diri.
"Gak apa-apa Yang. Biar Aku sendiri saja. Kamu istirahatlah sama anak-anak." Jamal meminta pada isterinya itu, supaya tidak ikut bersama dengannya, dan tetap berada di rumah bersama dengan anak-anak mereka.
"Pamit sama mbak Lina dulu Mas," pesan Indah, di saat suaminya itu mau membuka pintu rumah.
"Tidak bisa Yang. Aku tidak punya waktu banyak!"
Setelah selesai mengatakan kalimat tersebut, Jamal langsung berlari keluar dari rumah. Sebab waktu dari sistem sudah dimulai.
Apalagi, Sonya juga memberinya pesan, supaya tidak menggunakan sepeda motor untuk pergi ke lahan kentangnya.
Dengan demikian, Jamal akhirnya harus berlari-lari. Menuju ke tempat lahan kentangnya, sehingga dia tidak menghiraukan keadaan sekitarnya.
Dia juga tidak tahu, jika tadi dia berpapasan dengan Tarno. Yang baru saja pulang dari pangkalan bus milik keluarganya.
"Itu Jamal ngapain lari-lari ke sawah malam-malam?" gumam Tarno seorang diri.
Tarno yang sedang mengendarai mobilnya, akhirnya mencoba untuk mengikuti Jamal. Dia merasa penasaran, dengan apa yang akan dilakukan oleh temannya itu. Sebab malam sudah semakin larut.
Sayangnya, Jamal sudah tidak tampak di depannya. Bahkan, Tarno juga tidak melihat bayangan Jamal yang tadi dia lihat. Padahal, lampu mobil sudah dia nyalakan untuk penerangan dalam jarak yang cukup jauh.
"Kok gak ada? Tadi itu beneran Jamal kan? Aku gak salah liat. Aku yakin jika tadi itu Jamal."
Tarno yang tidak bisa menemukan Jamal, akhirnya membelokkan mobilnya lagi, untuk segera menuju ke rumahnya sendiri.
Dia berpikir bahwa, besok pagi saja dia bertanya pada Jamal. Jika ada waktu.
Sebab dia juga sedang sibuk mengurusi berapa pesanan-pesanan bus, yang akan digunakan untuk rekreasi anak-anak sekolah.
Tarno jadi melupakan semua keinginannya untuk bisa mendapatkan Lina.
Padahal sebelumnya, dia berencana untuk menemui Jamal. Untuk membicarakan tentang Lina.
*****
Tiba di lahan kentang, Jamal langsung memasang senternya, supaya bisa melihat keberadaan ulat-ulat penggerek yang ada di daun kentangnya.
Jamal harus ekstra hati-hati, dan juga teliti. Sebab ulat-ulat tersebut selain berbetuk kecil, malam hari dengan pencahayaan yang minim, juga tidak bisa memperjelas keberadaan mereka.
Akhirnya, Jamal memasang senter di atas kepalanya.
Senter kepala adalah sebuah lampu senter yang penggunaannya perlu dipasangkan di kepala. Merk senter kepala terbaik, bisa menembak aktivitas outdoor di malam hari.
__ADS_1
Senter kepala, juga sangat bermanfaat untuk kegiatan mereka yang harus mengunakan kedua tangan mereka. Sehingga bisa memegangi alat penerangan yang lain.