
Beberapa waktu kemudian, saat pasca bencana. Kehidupan mulai menampakan kesibukannya sama seperti dulu.
Orang-orang telah kembali ke daerah-daerah asalnya. Tapi ada juga sebagian dari mereka, yang akhirnya pergi ke tempat baru. Yang disediakan oleh pemerintah.
Tapi Jamal dan keluarganya memutuskan untuk menetap di tempat mereka yang dulu yaitu desa G.
Dengan bantuan masyarakat sekitar, relawan dan juga pemerintah. Akhirnya rumah-rumah penduduk pun dibangun. Sehingga masyarakat bisa mandiri lagi.
Begitu juga dengan Jamal dan Indah.
Mereka berdua memulai dari awal, dengan modal seadanya. Apalagi lahan yang dulu, belum bisa diolah sebagaimana waktu dulu. Sebab masih ada banyak sisa-sisa bencana di lahan tersebut. Seperti lumpur dan juga sampah serta yang lainnya.
Jamal mulai mengolah sawahnya, dengan pemikiran dan cara kerja sistem yang pernah dipelajari. Jadi dia bisa dengan cepat melakukan penanaman meskipun tentu saja tidak sama seperti dulu.
Tapi, sebelum dia menentukan jenis tanaman yang akan dia tekuni, Jamal mengaktifkan sistem yang kemarin sudah di-upgrade. Dia ingin meminta persetujuan dari sistem. Supaya tidak gagal untuk kehidupan barunya yang sekarang.
Apalagi, sistem ini adalah sistem Sonya. Wanita yang pernah dia temui di planet XMoon, di mana Sonya adalah wanitanya Jamal di sana.
[ Ding ]
[ Selamat datang kembali Tuan ]
[ Anda perlu bantuan Tuan ]
'Sonya?'
[ Ding ]
[ Iya Tuan ]
[ Sonya siap membantu Tuan ]
'Apakah Aku bisa menanam, apa yang dulu pernah membuatku sukses?'
[ Ganti jenis tanaman dan perkebunan baru ]
'Beri Aku masukan.'
[ Ding ]
[ Kentang, bawang, sayuran hijau ]
'Emhhh... Aku pilih kentang.'
[ Ding ]
[ Tuan bisa menentukan lahan kentang ]
'Lahan kentang yang bisa disatukan dengan sistem?'
__ADS_1
[ Ding ]
[ Benar Tuan ]
'Baiklah. Aku akan menentukannya segera.'
[ Ding ]
[ Selamat beraktifitas kembali Tuan ]
[ Ding ]
Sistem kembali non aktif.
Jamal menimbang, kira-kira lahan mana yang bisa dia jadikan sebagai lahan kentang nanti.
Karena Jamal ingat, jika seharusnya tidak menanam kentang di lahan yang sama selama dua tahun berturut-turut, karena tanah akan habis dan bahaya penyebaran penyakit meningkat secara signifikan. Skema rotasi tanaman umum untuk petani kentang adalah, Kentang-Kacang–Jagung- Gandum-Kentang dan lain-lain.
Persiapan tanah yang baik diketahui memiliki efek luar biasa pada keseragaman produk. Tanaman kentang dapat tumbuh dan berkembang lebih mudah di tanah yang gembur dan liat.
Ada dua cara untuk meningkatkan kondisi tanah.
Yang pertama adalah menambahkan kompos yang sudah busuk dua bulan sebelum menanam kentang.
Yang kedua adalah menanam tanaman penutup (polongan) sebagai pupuk hijau selama musim gugur dan membajak tanaman dua bulan sebelum menanam kentang.
Budidaya kentang juga membutuhkan persiapan tanah yang luas.
Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh Jamal, yang saat ini sudah tidak mempunyai modal usaha lagi.
Apalagi, poin terakhir yang ada pada sistem sudah diambil sebelum sistem itu menghilang setahun lebih.
Tapi sekarang sistem itu sudah kembali, dengan adanya sistem Sonya. Jamal jadi sedikit lega, karena sistem tersebut pasti akan banyak membantunya.
"Papa!" Beta memanggil Jamal dari luar.
Dia sedang bermain bola dengan chandra dan juga elsa. Sedangkan Alfa, dan Dinda, sedang ikut Lina yang pergi jalan-jalan di sekitar desa.
"Papa, tadi Alfa ke mana?" tanya Beta lagi.
"Alfa dana ibu Lina jalan-jalan. Tadi Beta liat kan?" Jamal menjelaskan kepada anak keduanya itu.
Indah keluar dari dapur, dengan membawa agar-agar yang baru saja dia buat.
"Sayang, agar-agar nya sudah jadi. Ayo panggil yang lain!" pinta Indah pada anaknya.
Tapi Beta memberikan penjelasan kepada mamanya bahwa, saudaranya yang lain masih ada di luar. Sedangkan Alfa dan Elsa sedang ikut ibu Lina.
Semua anaknya Jamal dan Indah, memanggil Lina dengan sebutan ibu.
__ADS_1
Akhirnya Indah meminta kepada Beta, untuk memanggil saudaranya yang ada di luar rumah. Sedangkan untuk Alfa dan Elsa, akan di sisihkan bersama dengan Lina juga.
Sekarang, mereka menikmati agar-agar yang baru saja dibuat oleh Indah bersama-sama.
Sedangkan Jamal dan Indah sendiri, hanya membantu anaknya itu agar bisa makan agar-agar nya dan tidak belepotan.
Tak lama kemudian, Lina datang bersama dengan Alfa dan Elsa.
Dengan senang hati, mereka ikut bergabung menikmati agar-agar yang sudah di sisihkan terlebih dahulu untuk mereka, yang tadi tidak ada di rumah.
*****
Malam ini, anak-anak sudah tidur semua. Indah dan Jamal hampir saja masuk dalam kamarnya, pada saat melihat Lina yang baru saja keluar dari dapur.
"Mbak!"
Indah memanggil Lina untuk mendekat ke tempat mereka yang sedang duduk.
Lina merasa heran, karena tidak biasanya adiknya itu memintanya untuk ikut bergabung bersama dengan suaminya, jika hari sudah malam.
Apalagi sebenarnya dia sudah mengantuk dan ingin tidur.
Tapi karena merasa tidak enak hati, akhirnya Lina datang mendekat, dan bergabung bersama dengan mereka.
"Ada apa Ndah?" tanya Lina, setelah dipersilahkan untuk duduk.
Sebenarnya Lina tidak nyaman jika ada Indah yang sedang bersama Jamal. Dia tidak mau menganggu mereka berdua, yang tentunya butuh waktu untuk busa bermesraan. Setelah seharian sibuk dengan pekerjaan.
"Mbak Lina mau tidak, jika dikenalkan dengan temannya mas Jamal?"
Ternyata Indah ingin menjodohkan kakaknya itu, dengan temannya dari Jamal. Tapi tentunya Indah juga bertanya terlebih dahulu, sebelum memperkenalkan laki-laki tersebut. Dia tidak mau jika tiba-tiba laki-laki itu datang, sedangkan kakaknya sendiri tidak tahu apa-apa. Bahkan bisa jadi malah menolaknya.
"Mbak... Mbak belum berpikir ke arah sana Dek. Jadi Mbak masih ingin sendiri dulu. Ingin membentuk kamu merawat anak-anak."
Indah terharu mendengar perkataan kakaknya, yang ternyata sekarang ini sudah berubah lebih baik.
Apalagi, anak-anaknya juga dekat dengan Lina. Bahkan memanggilnya dengan sebutan ibu juga.
"Mas, apa Mas gak pengen..."
"Dek, mas Jamal. Aku pamit untuk pergi tidur dulu ya!"
Lina segera pamit, sebelum mendengar perkataan adiknya lagi. Yang dia pikir masih ingin membahas soal perjodohan untuknya.
"Eh, iya Mbak."
Akhirnya Indah hanya mengiyakan saja, dan Jamal juga mengangguk.
Setelah Lina pergi, Jamal bertanya pada istrinya itu, "Kamu mau bicara apa Sayang?"
__ADS_1
"Hehehe... Gak jadi ahhh! Pasti mas Jamal menolak dan malah marah-marah sama Indah," sahut Indah dengan mengerucutkan bibirnya, sehingga Jamal menjadi gemas sendiri dengan tingkah istrinya.
Akhirnya, dengan tidak sabar, dia membopong tubuh istrinya itu untuk masuk ke dalam kamar.