Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
DekaDek


__ADS_3

"Dewi! Dewi Riani!"


Indah memanggil-manggil nama Dewi Riani, yang sedang melakukan rekaman video di lahan durian Jamal, yang letaknya ada di seberang sungai.


"Ya Mbak, ada apa?" tanya Dewi Riani, di saat dia sudah mendekat ke tempatnya Indah berdiri.


"Istirahat dulu. Ini udah jam 11.00 siang, jadi waktunya untuk istirahat. Lihatlah, yang lain juga sedang istirahat," ajak Indah, sambil menunjuk ke arah beberapa pekerjanya. Yang memang bersiap untuk beristirahat.


Mereka mulai membuka bekal masing-masing, untuk makan siang.


Sedangkan Indah juga sudah menyiapkan bekal makanan, yang bisa dimakan bersama dengan Dewi Riani.


Akhirnya mereka berdua makan siang bersama dengan para pekerja yang lain, sambil berbincang-bincang ringan.


"Mas Jamal sedang pergi ke rumah sakit daerah, katanya mas Tarno kecelakaan atau bagaimana gitu semalam." Indah memberitahu Dewi Riani, masih dengan menikmati makannya.


"Tarno, Siapa dia?"


Dewi Riani justru bertanya, siapa Tarno. Mungkin Dewi Riani merasa jika, Bos Besar-nya itu terkesan begitu peduli dengan orang tersebut. Sehingga dia mempertanyakan hubungan Tarno seorang Jamal. Yang dia pikir tidak memiliki kerabat.


"Mas Tarno itu tetangga kami, teman semasa kecil mas Jamal. Dia anak mantan Pak lurah dulu, sewaktu Aku masih kecil dulu."


Mendengar jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh bos ceweknya, Dewi Riani menggangguk-anggukkan kepalanya. Dia mulai mengerti, bagaimana karakter dari seorang Bos Jamal.


"Mas Tarno katanya sedang pergi kencan dengan mbak Ajeng."


Sekarang Dewi Riani menyipitkan matanya, mendengar perkataan Indah yang tampak menerawang jauh. Entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.


"Hhh... semoga saja, mereka tidak kenapa-kenapa." imbuh Indah, dengan menghela nafas panjang.


"Mbak Indah sedang memikirkan apa?" tanya Dewi Riani, mencoba untuk mencari tahu. Apa yang saat ini diperkirakan oleh Indah.


"Eh, bukan apa-apa. Hehehe... udah yuk, lanjut makan lagi."


Indah merasa tidak enak hati, karena dia keceplosan mengatakan sesuatu, yang saat ini sedang ada di dalam pikirannya.


"Jika Mbak Indah ada yang ingin diutarakan, sebaiknya dikeluarkan saja. Tidak baik memendamnya sendirian. Bisa jadi, apa yang ingin kita katakan itu adalah suatu kebenaran. Atau baru akan terjadi nanti."


Sekarang, Indah yang genting memiringkan kepalanya. Mendengar perkataan Dewi Riani yang terkesan absurd.


"Kamu bicara apa Dewi Riani?"


Tapi Dewi Riani tidak menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Indah. Dia juga mengatakan apa-apa, untuk memperjelas maksud dari perkataannya yang tadi.


Bahkan hingga istirahat siang selesai, mereka berdua tidak saling bicara lagi. Diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Setelah hampir 2 jam lamanya.


Dewi Rian baru saja mengantikan baterai pada kameranya. Tapi dia sempatkan untuk berkata pada Indah. "Coba telpon Bos Jamal. Suruh dia mencari akun dengan nick name Deka**Dek**."


Indah yang belum sepenuhnya sadar dengan apa yang dikatakan oleh Dewi Riani, tidak segera menanggapi permintaan tersebut. Tapi tak lama kemudian, dia langsung mencari keberadaan ponselnya, untuk menghubungi suaminya.


Tapi tak lama kemudian, seperti tersadar dari mimpi, Indah langsung mengerti. Apa yang tadi dimaksudkan oleh Dewi Riani, tentang nick name akun barusan.


Tut tut tut!

__ADS_1


Tut tut tut!


Tapi sepertinya Jamal sedang berada dalam perjalanan, atau mungkin sedang tidak mendengar ponselnya berbunyi. Sehingga dia tidak merespon panggilan dari isterinya.


"Mas, angkat!" gumam Indah dengan gemasnya, karena Jamal tidak juga menerima panggilan telponnya.


Akhirnya Indah mencoba mendekat ke tempat Dewi Riani, yang sedang bekerja bersama dengan kameranya. Dia sedang dalam keadaan cemas, karena suaminya tidak bisa menerima panggilan telepon darinya.


"Mas Jamal tidak bisa dihubungi, bagaimana ini Dewi Riani?" tanya Indah, dengan perasaan yang tidak menentu.


Dewi Riani hanya menoleh pada Indah sekilas, kemudian mencari keberadaan ponselnya sendiri, yang ada di kantong celananya bagian belakang.


"Coba pakai ini!"


Dalam keadaan bingung, Indah semakin bingung dengan sikap Dewi Riani. Yang menurutnya terlihat aneh buat dirinya. Karena kesannya seperti datar dan tidak punya ekspresi.


"Kamu kenapa Dewi Riani? Kamu, Kamu apa-apa kan?" Indah mencoba untuk bertanya, karena ingin tahu. Sebenarnya apa yang terjadi pada Dewi Riani.


Semua orang memang tidak ada yang tahu, termasuk Indah sendiri. Jika saat ini, Dewi Riani sedang dipengaruhi oleh sistem dari planet XMoon. Karena tugasnya sebagai pembantu Jamal dalam menyelesaikan masalah, sedang berlangsung. Meskipun dia tidak sedang bersama dengan Jamal, tapi justru bersama dengan istrinya Jamal. Yaitu Indah Dewi.


Itulah sebabnya, Dewi Riani meminta Indah untuk menghubungi Jamal, dengan menggunakan ponselnya. Sebab, ponselnya itu juga sudah terhubung dengan sistem, yang pastinya tidak akan bisa ditolak oleh Jamal, dalam keadaan apapun.


Akhirnya Indah mencoba percaya dengan apa yang diperintahkan oleh Dewi Riani.


Dia mencoba mencari nomor kontak suaminya dari ponsel Dewi Riani. Dan ternyata kontak nomor tersebut ada pada urutan pertama.


Meskipun dengan perasaan yang tidak menentu, heran bercampur aduk dengan yang lainnya, Indah menekan nomor kontak tersebut.


Tut tut tut!


..."Mas Jamal. Ini Indah mas Jamal!" ...


..."Indah, ada apa Yang? Kenapa Kamu pakai ponselnya Dewi Riani? ponsel Kamu kenapa?" ...


..."Tadi Aku sudah mencoba menghubungimu Mas, tapi tidak Kamu angkat. Makanya Aku coba pakai ponsel Indah." ...


..."Oh gitu. Ya maaf Yang. Aku sedang ada di ruang ICU tadi." ...


..."Ruang ICU? Memang mas Tarno ada di ruangan ICU Mas?" ...


..."Bukan Tarno. Tapi Ajeng." ...


..."Mbak Ajeng di ICU? Parah sekali ya, sehingga harus masuk ke ruangan itu?" ...


..."Iya... begitulah Yang. Aku sedang menemani Tuan Wiro ini." ...


..."Ini Mas, emhhh... Mas Jamal sedang mencari akun bodong itu kan?" ...


..."Iya Yang. Kenapa? Apa Kamu punya informasi terkait akun itu?" ...


..."Iya Mas. Coba buka akun dengan nick name DekaDek. Mungkin, Mas Jamal bisa mendapatkan informasi dari sana." ...


..."Emhhh tapi... ini, ini sudah jam 03.35 sore. Jadi kurang 20 menit lagi waktunya habis. Tapi... Mas akan coba."...


..."Iya Mas. Cepat ya Mas!" ...

__ADS_1


..."Iya Yang. Aku tutup ya telponnya!"...


..."Iya Mas." ...


Klik!


"Huhfff..."


Indah membuang nafas lega, setelah selesai menghubungi suaminya. Tapi sekarang dia berpikir bahwa, tadi pagi suaminya itu bilang jika yang kritis itu Tarno. Dan sekarang justru Ajeng yang ada di ruang ICU.


"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?" tanya Indah, pada dirinya sendiri.


Tapi dia segera menggelengkan kepalanya, mencoba membuang semua pikiran dan prasangka yang tidak baik.


"Ahhh, semoga saja mereka baik-baik saja."


Setelah selesai, Indah mengembalikan ponsel milik Dewi Riani pada pemiliknya.


"Mbak Dewi Riani, ini ponselnya. Terima kasih banyak ya Mbak. Semoga saja, mas Jamal belum terlambat dengan keterbatasan waktu yang ada."


Dewi Riani hanya menganggukkan kepalanya, tanpa memberikan sahutan apa-apa.


Tapi hal itu diabaikan oleh Indah, karena dia mulai mengerti, bagaimana karakter dari Dewi Riani ini.


*****


Di rumah sakit daerah.


Jamal langsung membuka channel khusus Jamal Farm News miliknya, untuk mencari keberadaan akun, yang disebutkan oleh istrinya tadi.


Dia mencoba mengetik nick name tersebut, untuk mencari riwayat dari akun tersebut.


Meskipun awalnya Jamal kesulitan untuk menemukannya, Katena nick name DekaDek ada beberapa akun. Sehingga dia harus lebih teliti, untuk menyelidiki akun DekaDek mana, yang dimaksud dengan oleh Indah tadi.


Setelah selesai dengan 5 akun yang menggunakan nama DekaDek, akhirnya Jamal menemukan satu lagi dengan nama DekaDek. Dan ini sepertinya sesuai dengan yang dia cari, menurut riwayat obrolannya.


Apalagi sepertinya akun ini memang tidak pernah melakukan komunikasi di channel miliknya, dan hanya sebatas memberikan like.


Tapi menurut ingatan Jamal, dia tidak asing dengan obrolannya akun tersebut, yang sedang mengomentari akun lain, di luar Jamal Farm News.


"Iya Aku ingat. Dulu, Aku sempat mencari akun ini, dan Aku mengenal dialog pembicaraan dari akun ini juga. Meskipun dengan nama atau nick name yang lain."


Akhirnya Jamal mengingat-ingat lagi, jika akun ini yang dulu memang sempat dua cari. Sebelum di blokir. Dan dia pada saat itu baru sadar, jika sedang terkena tipu. Soal pengiriman bibit durian.


Sekarang, Jamal mencari riwayat akun lain yang terhubung dengan akun DekaDek ini. Karena siapa tahu, akun ini hanya akun bodong. Yang memang hanya digunakan untuk menipu saja.


Tapi biasanya akun seperti ini ikut atau mengikuti akun yang aslinya. Jadi sekarang ini, Jamal sedang mencoba mengait-ngaitkan hal tersebut. Dengan meneliti akun-akun yang diikuti dan mengikuti akun DekaDek ini.


Setelah hampir lima belas menit lamanya, akhirnya Jamal bisa mencari kebenaran tentang akun DekaDek ini.


Dan semua itu tidak pernah dia percayai sendiri. Karena benar-benar di luar dugaannya selama ini.


"Aku tidak pernah menyangka, jika dia seperti itu. Padahal selama ini, Aku tidak pernah ikut campur urusan dia dalam hal apapun. Bahkan pada saat dia tidak pernah ada, dan sampai adapun, Aku juga tidak pernah mempermasalahkan soal yang dulu-dulu."


Jamal bergumam sendiri, setelah penutup ponselnya. Karena dia sudah mengetahui kebenaran tentang akun bodong tersebut.

__ADS_1


Dan saat ini, ternyata tepat pukul 16.00 sore.


__ADS_2