Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Sistem Asisten Aktif


__ADS_3

Sistem bertani dari planet XMoon, dengan kode series XX2121.


Cek in : Setiap hari


Hadiah : 220.321


Kemampuan : 90 %


Kekayaan : 112


Pesona : 95%


Kecerdasan : 85/100


[ Ding ]


# Hadiah misi \= 10.000


# Kecerdasan \= +5%


[ Ding ]


[ Terima \= selesai ]


[ Ding ]


[ Brangkas terakhir setelah selesai misi ]


Hadiah : 2.203.210.000


Kemampuan : 90 %


Kekayaan : 112


Pesona : 95%


Kecerdasan : 85/100


[ Ding ]


[ Tapi Tuan tidak mendapat tambahan kecerdasan. Karena bukan Tuan yang mencari tahu tentang akun DekaDek ]


'Tidak masalah. Dan, apakah Aku bisa mencairkan poin hadiah yang sudah terkumpul? Aku ingin menggunakannya untuk biaya perawatan Ajeng dan Tarno juga.'


[ Ding ]


[ Tuan bisa mencairkan poin ]


[ Dengan persetujuan Dewi Riani ]


'Kenapa harus minta ijin pada dia?'


[ Ding ]


[ Dewi Riani asisten Tuan di sistem ]


[ Dewi Riani juga yang memberi tahu Tuan terkait akun DekaDek ]


'Oh begitu. Tapi, jika dia tidak memberikan ijin bagaimana?'


[ Ding ]


[ Dia bisa memberikan penilaian yang terbaik ]


'Begitu ya... Baiklah. Aku akan bertanya padanya nanti sesampainya di rumah.'


[ Ding ]


[ Dewi Riani yang menentukan kelayakan penerima sistem dari planet XMoon ]


'Baik. Aku akan bertanya pada Dewi Riani, dan meminta pertimbangan darinya juga.'


[ Ding ]


[ Selamat malam Tuan ]


Layar sistem menghilang dari pandangan mata Jamal. Dia menghembuskan nafas lega setelah semuanya selesai.


Dan malam ini, Jamal memang masih berada di rumah sakit. Dia belum pulang, karena Tuan Wiro menahan Jamal, supaya menemaninya terlebih dahulu.


Akhirnya, dia memutuskan untuk menghubungi Indah. Untuk minta ijin, Katena dia akan pulang larut malam.


Tut tut tut!


..."Ya mas Jamal. Bagaimana?"...


..."Mas pulang lebih malam ya Dek. Ini Tuan Wiro minta ditemani lebih dulu."...


..."Oh ya Mas, gak apa-apa. Tapi jangan terlalu larut. Kamu juga hati-hati ya Mas di jalan nanti waktu pulang!"...


..."Iya Dek. Kamu juga hati-hati di rumah ya!"...


..."Iya Mas."...

__ADS_1


Klik!


Akhirnya, Jamal bisa menemani tuan Wiro hingga pukul 09.30 malam. Setelah itu, dia akan pulang ke rumah.


*****


Di rumah.


Dewi Riani, yang ikut mendengar percakapan Indah dengan Jamal lewat telpon, hanya tersenyum tipis.


"Mbak Dewi Riani, ayo masuk. Kita makan malam dulu sama anak-anak. Mas Jamal pulang dari rumah sakit setengah sepuluh nanti. Jadi kalau harus menunggu mas Jamal, nantinya terlalu larut malam. Kasian anak-anak, malah sudah tidur mereka."


Dewi Riani hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan permintaan dari Indah.


Akhirnya, mereka berdua makan malam bersama. Menemani anak-anak yang juga sudah siap di meja makan.


Beberapa saat kemudian.


"Mbak Indah gak capek?" tanya Dewi Riani, dengan memperhatikan Indah yang sedang membereskan peralatan makan mereka semua.


"Ya capek lah. Tapi, ini juga menjadi penyemangat hidup. Dengan semua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, menemani anak-anak dan suami. Begitulah hidup Dewi Riani. Kompled kan? hehehe..."


Dewi Riani tersenyum simpul, menanggapi perkataan Indah yang tidak terlihat capek. Dia merasa kagum dengan sosok wanita yang menjadi istri seorang bos Jamal itu.


"Hai, jangan melihatku seperti itu Dewi Riani!"


Indah menegur Dewi Riani, yang menatapnya sedari tadi tanpa berkedip.


Tentu saja Dewi Riani tidak merespon apapun yang dikatakan oleh Indah. Karena saat ini, dia sedang menganalisa seorang wanita yang ada di depannya. Yang menurutnya layak untuk menerima sistem.


"Mbak Indah bisa mendapatkan sistem asisten dari planet XMoon."


"Eh, apa sih! Sudah-sudah, sana. Kamu balik saja ke rumah sebelah, istirahat sana! Aku juga akan beristirahat setelah ini selesai kok!"


Indah tidak mengerti dan tidak menanggapi, apa yang dikatakan oleh Dewi Riani tadi. Sehingga dia meminta pada Dewi Riani, untuk pulang ke rumah sebelah dan beristirahat.


Dewi Riani patuh pada permintaan Indah. Dan setelah Dewi Riani keluar dari rumahnya, Indah mengbuang nafas lega.


"Aku tuh suka sama Dewi Riani, karena dia orangnya itu cekatan dan tidak banyak bicara. Tapi, Aku juga kadang-kadang risih, takut, dan ahhh, entahlah!"


Indah secara tidak langsung mengagumi sosok Dewi Riani, yang menjadi asistennya Jamal dalam creator video.


Tapi dia juga tidak nyaman, jika Dewi Riani sedang menjadi sosok Rian. Yang dia tidak pernah ketahui, kapan munculnya dan kapan perginya.


Indah segera menggelengkan kepalanya, pembuang perasaan yang tidak nyaman pada dirinya sendiri.


Setelah itu, dia pergi ke kamar anak-anaknya. Untuk melihat keadaan mereka, yang tadi sudah bersiap tidur. Dan Ternyata, anak-anaknya memang sudah tertidur semua.


"Syukurlah. Mereka semua tidak rewel, dan bertanya-tanya tentang papanya.


******


Keesokan paginya.


Jamal masih tidur di dalam kamarnya, karena dia sampai di rumah sekitar pukul 11.00 malam. Jadi, pagi ini dia tidak bisa bangun pagi-pagi. Karena semalam, dia juga menyempatkan diri bercerita tentang keadaan Tarno dan Ajeng pada Indah. Bahkan sampai jam 01.00 pagi hari.


Dan Jamal baru bangun tidur setelah pukul 09.00 pagi.


Di studio mini, Dewi Riani sedang melakukan pekerjaannya. Dengan mengedit-edit video, yang diambil kemarin bersama dengan Indah.


"Pagi Dewi Riani," sapa Jamal, yang sudah terlihat segar lagi.


"Pagi Bos," jawab Dewi Riani, yang juga mengucapkan salam pada bos-nya itu.


"Aku... Aku mau minta tolong, emhhh... ini semacam ijin juga sih. Aku, Aku mau mencairkan semua poin hadiah yang ada pada sistem. Untuk membantu membiayai Tarno dan juga Ajeng di rumah sakit. Menurutmu bagaimana?"


Dewi Riani yang sebenarnya sudah tahu keperluan Jamal menemuinya pagi ini, belum bisa memberikan jawaban.


"Apa Bos Jamal sudah yakin?" tanya Dewi Riani, yang balik memberikan pertanyaan untuk Jamal.


"Kenapa? Apakah Aku tidak diperbolehkan untuk mencairkan semuanya?" tanya Jamal bingung, dengan pertanyaan yang diajukan oleh Dewi Riani.


"Setidaknya, Bos Jamal harus menyisakan sekitar 10 ribu poin agar sistem tidak off."


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh dewi riani membuat jamal melongo.


"Jadi, jika aku mencairkan poin hadiah, dan menyisakan 10.000 itu sama saja Aku tidak mendapatkan poin hadiah untuk misi yang kemarin kan?"


"Benar Bos."


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Dewi Riani, membuat Jamal dilema.


Seandainya dia tidak mencairkan semua poin hadiah tersebut, dia tidak akan bisa menolong kedua temannya itu. Yang saat ini ada di rumah sakit. Padahal Tuan Wiro memberikan jaminan atas rumah atau toko miliknya, seandainya dia bersedia membantu biaya pengobatan anaknya, Ajeng.


Sedangkan untuk keluarga Tarno, juga memberikan tawaran untuk memberikan sebagian dari saham perusahaan bus dan travelnya, seandainya Jamal mau membantu biaya pengobatan Tarno.


Sebenarnya dari keluarga Tarno dan juga Ajeng, sudah dipengaruhi sistem untuk memberikan hadiah pada Jamal. Meskipun dia tidak mendapatkan hadiah dari poin misi.


Ini juga karena Tarno dan Ajeng, sudah melakukan penipuan pada Jamal.


"Jika Bos Jamal mau mencairkan semuanya, itu tidak akan mempengaruhi apapun untuk kehidupan Bos Jamal selanjutnya. Bos Jamal tidak akan kekurangan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sistem akan off untuk selamanya."


Mendengar perkataan dan penjelasan dari Dewi Riani yang lebih detail, akhirnya Jamal memutuskan dengan segera mengambil keputusan. Yaitu mencairkan semua poin hadiah miliknya, dan lepaskan sistem.

__ADS_1


Dia juga ingin beristirahat dari sistem. Karena dia sudah memiliki segalanya, yang dulu tidak pernah dimiliki sewaktu kecil.


"Baiklah. Aku akan melepaskan sistem dan mengambil semua poin hadiah tersebut."


[ Ding ]


[ Sistem asisten aktif ]


Dewi Riani langsung terkait dengan sistem, setelah Jamal mengatakan keputusannya.


"Keputusan yang tepat Bos Jamal."


Dewi Riani memberikan penilaian pada keputusan yang diambil oleh Jamal.


[ Ding ]


Cek in : Setiap hari


Hadiah : 220.321 \= cair [ 0 ]


Kemampuan : 90 %


Kekayaan : 112 \= cair [ 0 ]


Pesona : 95%


Kecerdasan : 85/100


[ Ding ]


[ Sistem Off ]


Titttt.......


Jamal tiba-tiba pingsan dan terjatuh ke lantai. Tanpa mendapatkan pertolongan dari Dewi Riani.


"Mas Jamal!"


Tiba-tiba dari luar studio mini, Indah datang dan menjerit melihat keadaan suaminya.


Tapi dia juga tiba-tiba merasa sangat pusing dan tidak bisa menyeimbangkan dirinya. Kemudian...


Brukkk!


Indah terjatuh dan tidak sadarkan diri.


[ Ding ]


[ Selamat datang Nyonya ]


'Hahhh, Aku... Aku ada di mana?'


[ Ding ]


[ Nyonya ada di planet XMoon ]


[ Nyonya terpilih sebagai seorang istri yang mendapatkan sistem asisten dengan kode series ZZ VII EDT ]


'Sitem?'


[ Ding ]


[ Nyonya bisa mendapatkan kemudahan dengan adanya asisten yang bisa membantu semua pekerjaan rumah dari sistem ]


[ Terima atau tidak ]


'Jika Aku tidak mau menerima bagaimana?'


[ Ding ]


[ Nyonya akan kesusahan dalam mengurus rumah yang tidak ada habisnya ]


'Aku, Aku... hahhh baiklah. Aku terima.'


[ Ding ]


[ Jawaban diterima ]


[ Di proses ]


Tuttttt....


Tuttttt...


"Arghhh...."


Tubuh Indah kejang-kejang dan tampak kesakitan. Tapi tidak ada orang yang bisa menolongnya, karena Jamal juga sedang pingsan.


Dan Dewi Riani, hanya melihatnya dengan tatapan datar. Tanpa ada maksud untuk memberikan pertolongan kepada Indah, yang sedang disatukan dengan sistem asisten.


*****


Kisah Bos Jamal selesai ya gaesss 👏👏 👏 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan dari kalian semua 🙏🙏🙏 Maaf jika novel TK ini tidak sesuai dengan ekspektasi kalian semuanya ✌️✌️✌️

__ADS_1


Nantilah novel-novel TK yang akan datang. See you again 🖐️🖐️🖐️


__ADS_2