Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Mulai Terkuak


__ADS_3

"Di mana Aku... Aku..."


Suara tidak jelas itu terdengar dari salah satu kamar di rumah Hendra ini. Jadi, orang-orang yang tadi hampir keluar rumah, kembali menajamkan pendengarannya dengan saling pandang.


Mereka juga melihat ke arah Hendra, seakan-akan meminta penjelasan kepada yang empunya rumah.


"Aku tidak tahu apa-apa!"


Hendra berkata dengan suara keras, menolak untuk memberikan penjelasan kepada semua orang yang melihatnya saat ini.


"Siapa yang ada di dalam?" tanya salah satu dari mereka, karena suara yang tadi di dengar, tidak bersuara lagi. Jadi, rumah kembali sepi.


"Cari di semua kamar!"


Semua bergerak masuk, membuka pintu kamar di rumah Hendra.


"Tidak ada!


"Kosong!"


"Bos Jamal!"


Salah satu dari mereka, menemukan Jamal yang terbaring di lantai tanpa alas apapun.


Mendengar salah satu dari mereka berteriak menemukan Jamal, semua orang bergerak maju untuk melihat keadaan Jamal.


Ternyata Jamal mengigau sambil memegangi kepalanya. Sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Karena dia tidak sadar dengan keadaannya sendiri.


"Ayo angkat!"


Tubuh Jamal yang terkulai di lantai, di bopong tiga orang untuk di bawa ke tempat tidur.


"Ambil air putih!" perintah satu dari mereka.


Ada orang yang bergerak cepat untuk pergi mencari air putih di rumah Hendra. Meskipun ini bukan rumahnya. Tapi jika hanya sekedar air putih, pasti bisa di dapat di meja makan atau dapur.


"Ini Kang!"


Jamal diposisikan sedemikian rupa, agar bisa diberikan minum. Hingga air di gelas habis, masuk melalui kerongkongan Jamal.


Tak lama kemudian, Jamal kembali tertidur. Tanpa ingat apa-apa lagi.

__ADS_1


Semua orang lega, karena Jamal tidak kenapa-kenapa. Tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah, dari mana Jamal bisa masuk ke dalam rumah Hendra. Sedangkan kunci rumah ada pada Hendra.


Kini, Hendra di desak semua orang untuk bicara. Termasuk pak RT dan pak Lurah, yang sudah tiba di rumahnya. Karena sudah mendapat kabar, jika Jamal sudah ditemukan.


"Hendra. Tolong jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi ini?" tanya pak Lurah, pas Hendra yang menunduk karena merasa bersalah pada Jamal yang lainnnya.


Akhirnya, Hendra mulai bercerita tentang keadaan yang sebenarnya terjadi tadi malam.


*****


Sebenarnya, Hendra merasa iri dengan keberhasilan Jamal selama ini. Meskipun dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk bisa berhasil dan menjadi lebih dari jumlah.


Semua di mulai dari kekacauan yang terjadi di dalam keluarganya, yang ada kaitannya dengan Jamal.


Adiknya, Sholeh, yang akhirnya sakit mental, harus meninggal dunia di rumah sakit jiwa.


Sedangkan bapaknya, kang Kasan, juga harus mengalami depresiasi akibat jatuh bangkrut, setelah kasus anaknya, Soleh dengan keluarga Jamal.


Tapi selama ini, Hendra tidak punya kemampuan dan kesempatan untuk bisa membalas sakit hati dan iri hatinya.


Bahkan sekarang, dia justru menjadi anak buahnya Jamal. Orang yang menjadi salah satu kepercayaan Jamal, dengan memegang usaha Jamal di pengilingan padi.


Sedikit demi sedikit, rasa iri dan dendamnya mulai menghilang. Tapi pada malam tadi, di mana Jamal akan di jebak oleh Lina. Dia tidak bisa mengontrol emosnya.


Tapi dia mengikuti kemanapun Lina, jadi Hendra tahu betul apa yang akan dilakukan Lina terhadap Jamal.


Itulah sebabnya, dia mengamankan Jamal, di saat dia selesai membuat Lina tuntas dengan hasratnya. Karena minuman yang telah dicampur dengan sesuatu oleh Lina, dan diberikan pada Jamal, telah diambil separuh dan diberikan Hendra pada Jamal.


Jadi, setelah dia menyelesaikan urusannya dengan Lina, Hendra membawa Jamal pulang ke rumahnya. Karena jika di bawa pulang ke rumahnya Jamal sendiri, akan ditanya hal yang macam-macam.


Itulah sebabnya, dia hanya diam saja. Hingga pada akhirnya dia sendiri yang akan menyelesaikan.


Sayangnya rumahnya juga tidak luput dari penggeledahan warga.


*****


"Lalu, di mana Lina?" tanya pak Lurah geram sendiri, karena ulah Hendra ini. Semua orang di desa panik.


"Lina masih ada di rumahnya sendiri. Entah sudah sadar atau tidak. Tapi rumahnya Aku kunci, supaya dia tidak bisa pergi ke mana-mana."


Semua orang bernafas lega. Karena jika tidak di kunci, bisa saja Lina yang masih terpengaruh oleh obat akan melakukan hal-hal yang tidak pernah disangka-sangka.

__ADS_1


"Lalu, apa hubungan kejadian kalian bertiga ini dengan Indah?"


Pak lurah kembali bertanya pada Hendra, karena berpikir jika kejadian ini ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Indah di rumah Jamal semalam.


"Aku tidak tahu apa-apa tentang Indah dan apapun yang terjadi di rumah Jamal. Aku hanya terlibat dalam kejadian Lina dan Jamal saja." Hendra mengelak, karena dia tidak tahu menahu soal Indah.


Akhirnya, Pak Lurah meminta kunci rumah pak Hadi. Untuk mencari kebenaran tentang apa yang diceritakan oleh Hendra tadi.


Pak Lurah juga menghubungi pak Hadi, agar secepatnya pulang ke rumah.


..."Halo pak Hadi, cepat pulang. Ada hal penting yang harus segera diselesaikan." ...


..."Ada apa ya pak Lurah?" ...


..."Ini tidak bisa diceritakan di telpon. Langsung pulang saja pak Hadi!" ...


..."Baiklah. Saya akan segera pulang." ...


Klik!


Pak Lurah juga segera meminta salah satu warga, untuk mencari dokter. Agar memeriksa keadaan Jamal.


*****


Pagi ini, di rumah pak Hadi ramai. Karena Lina kedapatan pingsan akibat over dosis.


Dia mencoba untuk bunuh diri, karena rencananya untuk bisa menjebak Jamal gagal. Bahkan dia yang pada akhirnya di jebak oleh Hendra.


Lina putus ada, sehingga merasa malu dan tidak bisa menghadapi kedua orang tuanya. Juga adiknya sendiri nanti.


Untungnya, pak Lurah datang terlebih dahulu ke rumah pak Hadi, untuk mengecek keadaan Lina. Meskipun pak Hadi belum pulang. Karena kunci pintu rumahnya ada pada Hendra.


Sekarang, Lina sudah di bawa ke rumah sakit untuk ditangani pihak medis.


Sedangkan Jamal dirawat di rumah.


Dan Hendra, di minta untuk bisa bertanggung jawab atas segala kesalahannya sendiri. Dengan jalur hukum.


Tapi atas permintaan Lina, Hendra tidak diserahkan kepada pihak yang berwajib. Karena Lina berpikir bahwa, jika Hendra diproses secara hukum, dia pasti ikut terseret juga. Sebab awal permasalahan Hendra karena dirinya juga.


Sekarang, yang belum terpecahkan adalah, siapa orang yang telah melakukan sabotase di kamar mandi. Yang digunakan Indah malam itu.

__ADS_1


Sebab, tidak ada orang yang mengakui kejadian Indah ada hubungannya dengan kejadian yang menimpa Jamal.


Jadi bisa dipastikan bahwa, ini ada dua kejahatan yang kebetulan terjadi di waktu yang sama. Yaitu, di malam acara pesta rakyat. Yang diselenggarakan oleh Jamal, dan keluarga. Untuk menyambut bulan ke empat anak Jamal yang sedang di kandung Indah.


__ADS_2