
Jamal mempersiapkan segala sesuatunya, untuk acara pernikahan yang akan dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan bersama saat malam lamaran.
Yaitu satu bulan kemudian, karena harus mengurus surat-surat yang diperlukan untuk administrasi yang diperlukan.
Indah juga harus menyehatkan tubuhnya, agar bisa menjadi seorang pengantin yang sehat dan segar pada hari H nantinya.
Untuk itu, setiap hari Jamal datang ke rumah Indah. Guna memberi susu segar yang dia bawa dari peternakan sapi perah miliknya secara langsung.
Jadi, kegiatan pagi Jamal sekarang bertambah lagi, dengan mengunjungi rumah calon istrinya itu.
Untungnya, selama dua minggu ini Lina tidak di rumah. Ada tugas kuliah yang harus dia selesaikan dalam waktu dekat. Agar dia juga cepat lulus dan di wisuda.
Indah sendiri memang tidak diperbolehkan Jamal untuk masuk kerja. Meskipun sebenarnya dia juga ingin bertemu dengan calon istrinya itu setiap hari. Tapi mengingat kondisi tubuhnya Indah, Jamal memberikan kebebasan kepada calon istrinya itu untuk tidak bekerja terlebih dahulu. Bahkan sampai selesai acara pernikahan mereka nanti.
[ Ding ]
[ Cek in harian selesai ]
'Aku mau mengirim susu sapi segar untuk calon istriku.'
[ Ding ]
[ Susu terkait dengan sistem ]
[ Nutrisi penting untuk kesehatan ]
'Aku mau dia sehat dan bisa kembali seperti dulu. Apalagi sebentar lagi pernikahan kami.'
[ Ding ]
[ Ambil misi harian Tuan ]
[ Keterangan misi ada pada layar ]
Jamal akhirnya menyipitkan matanya, melihat bagaimana dengan tampilan layar yang memberikan penjelasan tentang misi harian kali ini.
Sistem memintanya untuk meletakkan susu sapi segar yang sedang dia pegang di atas meja, sebelum dia berangkat ke rumah Indah.
Jamal melakukan apa yang ada pada keterangan sistem.
[ Ding ]
[ Susu sapi segar untuk calon istri ]
[ Proses kombinasi susu dan madu ]
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai dengan selesai menjadi sempurna, dalam keadaan 100%.
Ternyata sistem memberikan campuran pada susu tersebut dengan madu dari sistem.
__ADS_1
Kombinasi susu dan madu adalah minuman yang sangat cocok diminum pertama kali di pagi hari untuk meningkatkan stamina. Ini karena kombinasi keduanya menyediakan semua karbohidrat yang diperlukan dan protein penting untuk tubuh.
Kombinasi susu dan madu bekerja sangat baik dalam membantu pencernaan. Madu mengandung prebiotik tertentu, yang mengaktifkan probiotik dalam susu untuk memperbaiki proses pencernaan. Hal ini meningkatkan bakteri baik di saluran pencernaan.
[ Ding ]
[ Susu dan madu sistem selesai ]
[ Siap untuk dikonsumsi ]
'Oh, jika Aku melakukan hal yang sama seperti ini, apakah bisa sama manfaatnya?'
[ Ding ]
[ Ikuti saja petunjuk dari sistem tadi Tuan ]
'Oh ok siap!'
[ Ding ]
"Huhfff... dengan begini, kondisi Indah akan semakin membaik.
Setelahnya, Jamal berpamitan pada Ami nya. Dia mau pergi ke rumah calon istrinya, memberikan minuman susu yang sudah dicampur dengan madu oleh sistem.
"Ami. Jamal pergi ke rumah Indah dulu," pamit Jamal, dengan menyalami dan mencium tangan Ami nya.
"Iya hati-hati. Salam Ami buat Indah ya!"
"Iya Ami. Assalamualaikum..."
"Waallaikumsalam..."
Jamal berjalan menuju ke motor tuanya, yang biasa dia gunakan untuk keperluannya sehari-hari.
Tapi nyatanya, Jamal lebih suka dengan motor tuanya itu.
Tak perlu waktu lama, motor Jamal sudah berhenti di depan rumah Indah.
"Assalamualaikum..."
"Waallaikumsalam..."
Clek!
"Mas Jamal," sapa Indah, yang keluar membukakan pintu untuk calon suaminya.
Dia memang sudah tahu kebiasaan baru Jamal ini. Jadi dia akan stay di rumah, dan tidak ke mana-mana. Karena memang tidak ada yang bisa dia lakukan juga di luar rumah.
Jamal melarangnya bekerja dulu. Jadi dia sehari-hari memang hanya di rumah saja.
"Salam dari Ami."
"Waallaikumsalam... terima kasih Mas."
Jamal menyampaikan salam dari Ami nya pada Indah, saat Indah menyalami dan mencium tangannya.
Setelahnya, Jamal mencium kening calon istrinya, yang menunduk malu, jika sudah seperti ini.
"Oh ya, ini susu sapi yang sudah Aku campur dengan madu. Baik untuk kesehatan dan pencernaan juga."
"Ayo di minum Yang!"
__ADS_1
Sekarang, Jamal punya panggilan baru untuk calon istrinya itu. Jadi, Jamal memanggil Indah dengan sebutan Yang.
"Iya Mas. Terima kasih," ucap Indah, menerima susu yang diberikan Jamal.
"Langsung minum Yang! Atau mau Aku bantu?" tanya Jamal, yang langsung memintanya lagi dari tangan Indah.
Indah belum sempat bicara, tapi Jamal justru sudah membuka kemasan susu, dan membawanya ke depan bibirnya.
Indah tidak punya pilihan lain, selain membuka mulutnya untuk meminum susu tersebut. Dia tidak mau mengecewakan calon suaminya, dan dia pun merasakan rasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Rasa disayangi, dibutuhkan oleh calon suaminya sendiri, adalah obat yang lebih baik dari pada obat-obatan kimia yang diberikan dokter tentunya.
Setelah habis, Jamal mengelap bibir Indah yang masih ada sisa susu_nya, dengan jarinya sendiri.
Tapi apa yang dilakukannya itu, justru membuat Jamal terpana. Melihat bibir Indah yang tampak ranum, sehingga dia ingin mencicipinya.
Cup!
Dengan cepat, Jamal mengecup bibir Indah yang menggodanya.
"Mas..."
Indah juga kaget, karena tiba-tiba saja Jamal mencium bibirnya. Hal yang sama sekali tidak pernah disangka-sangka oleh Indah.
"Maaf Yang. Mas... mas pengen banget cium bibir punya Yayang."
Indah menundukkan kepalanya, dengan wajah yang memerah menahan malu.
Jamal juga sebenarnya sama. Dia yang belum biasa berdekatan dengan gadis manapun, dalam artian secara dewasa, juga gugup.
Tapi dia berusaha untuk tenang, agar tidak merasa malu karena ketahuan jika dia juga dalam keadaan gugup.
"Mas mau minum apa?" tanya Indah, mengalihkan perhatian mereka berdua dari insiden kilat tadi.
"Gak usah Yang. Mas pulang aja. Takut kebablasan jika ada di sini terus."
"Ah Mas bisa aja," sahut Indah yang tambah tersipu.
Sikap Indah ini justru membuat Jamal semakin gemas sendiri, karena jiwa lelakinya jadi tertantang untuk menaklukkan gadis, yang akan segera menjadi istrinya.
'Hhh... tahan Jamal. Sebentar lagi juga Indah jadi istrimu. Kamu bisa melakukan apapun yang Kamu inginkan nanti.'
Halah, sikat saja Mal. Mumpung di rumah Indah sedang tidak ada orang ini. Ayo, Kamu pasti bisa minta Indah. Sepertinya dia juga pasrah gitu kan!
Dua sisi hati Jamal berperang, sehingga Jamal juga tampak gelisah.
"Mas. Mas Jamal baik-baik saja?" tanya Indah, sambil menggenggam tangannya Jamal.
Grep!
"Yang maaf..."
"Ehmmm..."
Indah tidak bisa melanjutkan kalimatnya, karena Jamal tiba-tiba kembali mencium bibirnya lagi. Dan kali ini, lebih menuntut, sehingga dia tidak bisa mengimbangi gerakan bibirnya Jamal.
Ini juga kali pertama bagi Indah. Jadi keduanya sama-sama belum punya pengalaman apa-apa tentang berciuman. Hingga keduanya sama-sama melepaskan bibir mereka, guna bisa bernafas dengan bebas dan menenangkan perasaan yang sedang membuncah.
"Hoshhh... hoshhh..."
"Huhfff..."
__ADS_1
"Maaf Yang..."