Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Koleksi Istri?


__ADS_3

Tiba di rumah Jamal membukakan pintu untuk istri dan Ami nya, agar segera keluar dari mobil.


Dia juga menuntun istrinya ke dalam rumah.


"Sekarang Kamu beristirahat saja Yang. Tidak usah membantu mengerjakan apapun." Jamal mulai membatasi ruang gerak istrinya, agar tidak kecapekan.


Sebenarnya Indah sudah bilang bahwa dia tidak apa-apa. Tapi tentu saja jamal dan di tambah dengan Umi, tidak mau tahu. Sehingga Indah hanya bisa menurut apa kata mereka saja.


"Mas. Sebenarnya Indah justru bosan kalau di dalam kamar terus. Jadi mending Indah bisa melakukan apa-apa seperti biasanya. Nanti jika ada yang dirasa capek, Indah juga akan beristirahat. Tidak memaksakan diri."


"Untuk sementara ini, Kamu tetap harus beristirahat Yang. Jangan membantah. Nanti Umi juga akan marah, jika kamu membantah atau membangkang. Yang... namanya orang tua itu tidak mau di kalau di bantah Yang. Ingat ya!" Jamal memberikan penjelasan kepada istrinya, agar menurut saja.


Akhirnya Indah mengangguk setuju. Dia berbaring di atas tempat tidur, setelah di bantu oleh Jamal meminum obat yang diberikan oleh dokter.


Setelah selesai, Indah mencoba untuk memejamkan matanya agar cepat tertidur dan beristirahat.


"Kamu tidurlah Yang, Aku mau kerja lagi. Atau Kamu mau Aku temani?"


"Gak apa-apa Mas tinggal saja. Indah bisa kok sendirian. Sudah sama Mas pergi saja." sahut Indah, membiarkan suaminya untuk bekerja dan meninggalkannya sendiri dalam kamar.


Tapi jawaban Indah itu terasa lain ditelinga Jamal. Dan sekarang Jamal justru ikut berbaring di samping istrinya dengan memeluknya. Meskipun isterinya itu sedang berbaring dengan posisi telentang.


"Mas akan temani Kamu sampai tertidur. Sini!" Jamal menarik tubuh istrinya, agar memiringkan tubuhnya. Supaya bisa menghadap dirinya.


Indah tersenyum melihat sikap suaminya, yang seakan-akan mengerti, dan tidak meninggalkannya. Meskipun dia mengatakan tidak apa-apa, dan diminta pergi. Ternyata Jamal lebih peka tanpa dia harus mengatakan secara langsung.


Tapi ternyata, Jamal justru tidak bisa membiarkan Indah tidur dengan nyaman. Sebagaimana awal yang dia katakan tadi. Karena kenyataannya, dia justru menciumi wajah dan bibir istrinya.


Dengan demikian, tentu saja ada bagian tubuhnya yang lain, yang memberontak ingin merasakan apa yang biasanya dirasakan. Sama seperti biasanya.


Oleh sebab itu juga, Jamal tersenyum nyengir kuda, seakan-akan meminta izin pada istrinya itu untuk melakukannya.


Melihat pancaran mata suaminya, indah yang sudah paham dan mengerti tentu saja tahu, apa yang diinginkan oleh suaminya itu.


"Mas mau?" tanya Indah memastikan.


Jamal tersenyum dengan nyengir kuda lagi, karena ketahuan sedang menginginkan istrinya sendiri. Dan di saat dia melihat Indah mengangguk sambil tersenyum, dia langsung melakukan aksinya pada siang hari ini.


Setelah beberapa jam kemudian, Indah di bopong Jamal untuk ke kamar mandi, guna membersihkan diri. Dan setelah selesai, Indah akhirnya bisa beristirahat dengan cepat. Karena nyatanya, belum ada sepuluh menit Indah sudah tertidur pulas.


Jamal tersenyum mendapati istrinya yang tertidur pulas karena kecapean. Tapi bisa jadi, itu akibat dari efek obat yang sebelumnya diminum oleh Indah.


Setelah merasa jika Indah sudah benar-benar tertidur dengan pulas, Jamal keluar dari kamarnya. Dia ingin mengerjakan misi dari sistem untuk lahan jagung, karena lahan jagung sudah didapat juga. Jadi dia harus mulai mempelajari beberapa tehnik menanam jagung dan sebagai.

__ADS_1


Karena meskipun diserahkan pada orang lain, setidaknya dia juga harus tahu apa yang sebaiknya dilakukan.


[ Ding ]


[ Selamat siang Tuan ]


'Aku mau mempelajari beberapa hal tentang jagung. Apakah Aku bisa mendapatkan informasi tentang jagung?'


[ Ding ]


[ Tentu saja bisa Tuan ]


'Baiklah. Aku ingin mendapatkannya sekarang.'


[ Ding ]


[ Pencarian informasi dilakukan ]


1%


10%


20%


40%


50%...


Hingga selesai menjadi sempurna 100%.


Sekarang, layar sistem memberikan informasi tentang jenis-jenis jagung. Baik jagung yang dikonsumsi oleh masyarakat maupun yang digunakan untuk produksi pabrik.


Selesai dengan pembelajaran tentang jagung, Jamal keluar dari ruangan kerjanya. Dia ingin menyediakan makan siang untuk istrinya. Agar begitu istrinya bangun tidur, makanan sudah siap.


Dengan antusiasnya, Jamal menyiapkan makanan untuk indah. Dibantu Umi yang memilihkan jenis makanan yang banyak mengandung nutrisi. Karena selain untuk Indah, ada cucunya juga yang masih ada di dalam perut menantunya.


"Ini bagus Mal untuk kondisi ibu hamil yang di awal-awal. Karena bisa menekan rasa mual. Semoga saja yang ngidam bukan Kamu. Karena jika iya itu, itu akan lebih menyulitkan lagi. Selain dirimu yang susah, orang yang ada disekitar dirimu juga ikutan susah."


Umi mengatakan harapannya, semoga ngidamnya tidak kebalik menjadi Jamal yang merasakannya.


"Memangnya bisa Ami? yang mengandungkan Inda, bagaimana bisa jamal yang ngidam?" tanya Jamal heran.


"Bisa, meskipun secara medis tidak bisa dibuktikan dan tidak ada hubungannya. Tapi nyatanya itu sering terjadi. Bahkan pada saat seorang istri melahirkan dengan mengejan atau kesakitan, yang merasakan adalah suaminya. Sedangkan istrinya dalam keadaan baik-baik saja, tahu-tahu lahir gitu saja."

__ADS_1


Jamal mendengarkan semua penjelasan Umi dengan mengerutkan keningnya. Mungkin Jamal masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Umi.


"Tapi entahlah. Ami juga tidak tahu, karena kasus seperti ini memang jarang terjadi. Hanya beberapa orang saja. Sama seperti novelnya Ami doank yang berjudul Musuh bebuyutan tapi menikah. Alias Jandaku.


Setelah makanan yang disiapkan selesai, Jamal kembali ke kamar untuk melihat keadaan istrinya. Ternyata istrinya itu sedang menggeliat tanda jika sudah mau bangun.


Dia mendekat kemudian meminta istrinya untuk bangun. "Bangun Yang. Kita makan dulu yuk!


******


Siang ini Lina kembali menemui Hendra. Dis ingin bicara bagaimana lamaran yang dilakukannya kemarin untuk Ajeng.


Lina datang ke penggilingan padi, karena dia tahu Hendra tidak ada di rumahnya. Itulah sebabnya, tidak pergi ke rumahnya Hendra.


"Mas Hendra, bagaimana lamarannya kemarin? lancar?" tanya Lina yang ingin tahu.


"Lancar kok Lin. Tapi Aku langsung pulang," jawab Hendra dengan wajah masam.


Lina menyipitkan matanya, saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Hendra. Dia berpikir bahwa itu bukanlah jawaban yang sebenarnya.


"Kenapa?" tanya Hendra, yang melihat Lina seakan-akan tidak percaya dengan jawabannya. Karena meskipun itu memang benar adanya.


Hendra tidak mau mengakui, dia malu pada Lina. Karena sebelumnya, Lina sudah memintanya untuk melamarnya saja daripada Ajeng. Tapi Hendra justru menolaknya kemarin itu.


"Lina. Apa Kamu mau jika Aku melamar mu?" tanya hendra dengan wajah serius.


Tentu saja Lina bingung, karena tadi Hendra menjawab bahwa lamarannya lancar. Tapi kenapa sekarang memintanya menjawab seandainya Hendra melamar nya.


"Maksudnya bagaimana Mas?"


"Ya Aku datang melamar ke rumah Kamu! pakai tanya sih," gerutu Hendra masam.


"Lalu Ajeng?" tanya lina bingung, sebab Hendra justru ingin melamarnya setelah selesai melamar Ajeng.


"Mas Hendra mau poligami? mau jadiin Lina yang kedua?"


"Gak. Yang pertama lah!" sahut Hendra cepat.


"Maksudnya setelah Ajeng, Kamu terus masih ada lagi nantinya!" sambung Hendra kesal.


"Koleksi maksudnya?" tanya Lina kaget.


"Iya. Aku mau koleksi istri. Kamu mau kan aku jadiin salah satu koleksi istriku nanti?"

__ADS_1


Hendra sebenarnya hanya bercanda, karena dia kesal dengan gagalnya lamaran yang diajukannya ke ajeng. Sedangkan lina tidak bakalan mau menerimanya, karena penolakannya kemarin-kemarin.


__ADS_2