Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Berita Tak Terduga


__ADS_3

Sebenarnya Jamal tidak pergi kemana-mana, tapi dia sedang berkutat sendirian di dalam kamar ruang kerjanya. Untuk mengetahui, mencari tahu, dan menyelidiki, akun siapakah yang sebenarnya sudah menipunya kemarin.


Dan pagi ini, Indah bersama dengan Dewi Riani pergi ke desa sebelah. Untuk mengawasi penanaman bibit durian. Yang baru saja di angkut dengan truk.


"Mbak Dewi, tas untuk kameranya sudah dibawa? jangan ketinggalan ya!" tanya Indah, mengingatkan creator video, untuk Jamal Farm News. Yaitu Dewi Riani.


"Sudah Mbak. Sudah Aku jadikan satu di tas itu kok!" terang Indah, dengan menunjuk ke arah tas, yang sudah ada di atas jok motor.


Kali ini mereka yang membawa motor sendiri-sendiri. Karena mereka juga harus membawa barang-barang yang cukup banyak. Untuk di bawa ke desa sebelah. Agar tidak bolak-balik pulang ke rumah, jika ada sesuatu yang kurang.


Akhirnya mereka berdua berangkat juga, setelah truk yang membawa bibit durian berangkat sekitar setengah jam yang lalu.


"Mas Jamal, kami berangkat dulu ya!" pamit Indah pada suaminya.


"Iya, hati-hati ya Yang. Jika nanti secara kebetulan Kamu menemukan sesuatu, Kamu segera telpon Aku ya!" pesan Jamal, di saat istrinya itu pamit pergi.


Indah menganggukan kepalanya, mendengar pesan yang disampaikan oleh suaminya. Karena suaminya itu memang hanya melakukan pekerjaan di rumah, dan bukan pergi ke suatu tempat.


Setelah Indah bersama dengan Dewi Riani pergi, Jamal kembali masuk ke dalam rumah. Kemudian menguncinya dari dalam. Sebab dia akan berkonsentrasi sendirian di ruang kerjanya, untuk pekerjaannya itu.


Dia juga sudah memberikan pesan pada kedua pengasuh anaknya, supaya tidak membiarkan anak-anak mengganggu kegiatannya. Dengan masuk ke dalam rumah utama, dan mengajaknya bermain di rumah sebelah saja.


Sekarang, dia sedang menelusuri jejak setiap akun, yang ada di Jamal Farm News.


Jumlah akun yang begitu banyaknya, dicoba Jamal untuk menelusuri satu persatu, baik itu jejak obrolan maupun menelusuri pertemanan mereka. Cukup melelahkan dan pusing sebelum memulai pekerjaan. Karena ingat dengan begitu banyaknya akun.


Tapi baru beberapa Akun yang dia buka, Jamal justru mendapatkan panggilan telpon dari Pak Lurah. Yang memberikan kabar tentang Tarno, yang katanya sedang kritis di rumah sakit daerah.


..."Ya Pak Lurah, ada apa ya Pak?"...


..."Ini Bos Jamal, Tarno. Dia, dia kecelakaan. Dan kondisinya saat ini sedang kritis, di rumah sakit daerah."...


..."Kecelakaan, kritis? Kapan itu terjadi? Pagi ini pak Lurah?"...


..."Bukan Bos Jamal, tapi tadi malam. Untuk kejadian detailnya saya juga belum tahu soalnya pihak kepolisian tadi pagi-pagi sekali memberikan kabar pada Saya, sebagai perwakilan pihak kelurahan. Jika ada warga yang mengalami kecelakaan di tempat wisata. Dan sekarang ini sedang dirawat di rumah sakit daerah, dengan nama Tarno dari desa G ini. Jadi, tadi Saya juga sudah mengkonfirmasi ke pihak keluarga. Dan ternyata memang benar. Jika Tarno belum pulang sejak kemarin."...


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh pak Lurah, membuat jamal bertanya-tanya jika itu ada di tempat wisata bisa dipastikan bersama rombongan.


Jadi, tidak mungkin sedang hanya tarno dan baru tadi pagi diberikan konfirmasi ke desa G ini. Karena perusahaan bus milik keluarga Tarno ada humas dan asuransi sendiri yang mengurus segala sesuatu tidak ada kecelakaan dalam perjalanan mereka.


Tapi untuk lebih jelasnya, jamal bertanya pada pak lurah lagi. Supaya dia tidak hanya merasa penasaran saja.


..."Tarno sedang bersama rombongan bus, atau bagaimana pak Lurah?"...


..."Gak bos Jamal, dia pergi sendiri. Katanya sih, kemarin pamit pergi kencan sama cewek atau bagaimana gitu."...

__ADS_1


Deg!


Pikiran Jamal langsung mengarah pada Ajeng, ketika mendengar penjelasan yang diberikan oleh pak Lurah. Bahwa Tarno pergi kencan bersama seorang cewek.


..."Maksudnya cewek itu kekasihnya tarno, atau hanya teman kencan?"...


..."Katanya sih, cewek itu sedang dalam tahap pendekatan gitu lho! katanya cewek itu juga bukan orang jauh. Daerah pasar katanya Bos. Apa bos Jamal mengenalnya?"...


..."Ajeng. Itu cewek yang saat ini sedang dekat dengan Tarno. Tapi, Saya juga tidak tahu, apakah benar Ajeng itu, atau ada cewek yang lainnya. Yang menjadi targetnya Tarno untuk dijadikan istri."...


..."Oh ya, Ajeng... Ajeng yang maha Itu?"...


..."Depan pasar. Mungkin saja pak Lurah mengenal orang tuanya Ajeng juga. Soalnya pak Lurah banyak kenalannya, banyak juga relasinya di mana-mana. Mungkin kenal juga beberapa orang di daerah pasar sana. Termasuk papanya Ajeng."...


..."Aku kayak gak asing dengan nama Ajeng... siapa nama papanya?"...


..."Tuan Wiro pak Lurah."...


..."Tuan Wiro yang rumah dan tokonya ada di depan pasar juga. Yang istri dan anaknya meninggal, karena korban bencana alam kemarin itu? bener itu Bos Jamal?"...


..."Iya pak Lurah."...


..."Wah-wah, kasian sekali jika Ajeng juga harus mengalami kecelakaan dan kritis. Kasian papanya nanti, gak ada yang bisa jagain. Itu tuan Wiro sudah tahu belum ya?"...


..."Saya juga tidak tahu Pak Lurah. Berita ini juga, kalau pak Lurah gak telpon, Saya tidak tahu jika Tarno kecelakaan."...


..."Eh, iya-iya pak Lurah."...


Klik!


Jamal mengusap wajahnya kasar, karena berita yang baru saja didengar, membuatnya tidak bisa berkonsentrasi lagi.


Dia ingin pergi ke rumah sakit daerah untuk melihat kondisi Tarno. Tapi Jamal juga bingung, karena memikirkan bagaimana cara menyelesaikan misi dari sistem, yang belum diketahui siapa pelaku penipuan tersebut.


"Huhfff... bagaimana ini?"


Jamal menggaruk-garuk rambut kepalanya yang tidak gatal, karena bingung dengan keputusan yang akan dia buat dengan masalah ini.


Apalagi, waktu yang diberikan pada mesin hanya sampai pukul 04.00 sore.


Padahal, masih ada banyak akun yang harus dia buka satu persatu dengan teliti. Jika ingin menelusuri semuanya.


Jadi bisa dipastikan dia akan gagal, seandainya tidak bisa menemukan akun tersebut. Apalagi jika dia harus pergi ke rumah sakit daerah, yang sudah pastinya dia akan gagal dalam misi kali ini.


Tapi dia juga tidak tega dengan temannya itu, Tarno, yang katanya sedang dalam kondisi kritis setelah mengalami kecelakaan.

__ADS_1


Akhirnya setelah berpikir beberapa saat lamanya, Jamal memutuskan untuk pergi ke rumah sakit daerah. Untuk melihat keadaan Tarno dan juga Ajeng.


"Tapi, Aku harus memberitahu Indah dulu ini. Biar dia gak nyari-nyari jika pulang ke rumah, dan tidak mendapati Aku berada di rumah."


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Ya halo Mas. Apa sudah bisa menemukan yang Mas cari?"...


..."Belum Yang. Tapi Aku mau ke rumah sakit daerah. Mau menjenguk Tarno, yang katanya kecelakaan semalam."...


..."Mas Tarno kecelakaan semalam, di mana? lalu bagaimana keadaannya Mas?"...


..."Katanya sih ada di tempat wisata."...


..."Tempat wisata? Rombongan?"...


Indah justru berpikir yang sama, seperti yang dipikirkan oleh jamal tadi. Yaitu Tarno kecelakaan bersama rombongan bus, yang sedang berwisata bersama dengannya. Sama seperti biasanya.


..."Gak Yang. Tapi sama Ajeng."...


..."Ajeng? Ajeng yang mana yang jadi ceweknya mas Tarno?"...


Jamal lupa, jika Indah tidak mengetahui hubungan Tarno dengan Ajeng. Setelah Ajeng pulang dari Bali.


..."Ajeng yang dulu mau dilamar sama Hendra itu lho Yang. Pernahkan kita ketemu dia waktu ada di bali itu, tapi setelah itu gak pernah tahu kabarnya lagi."...


..."Ohhh, Ajeng yang itu. Terus bagaimana sekarang Mas?"...


..."Iya ini makanya Mas mau pergi ke rumah sakit daerah, untuk melihat keadaan mereka. Jadi Mas meninggalkan kerjaan yang ada di sini. Entahlah, pusing ini bagaimana sebaiknya."...


..."Ya terserah Mas. Tapi Mas harus memutuskan yang terbaik karena, satu hal juga berhubungan dengan yang lainnya akan. Jadi, tidak bisa sembarang membuat keputusan juga."...


..."Hemmm... iya Yang. Aku juga maunya gitu. Tapi, kasian Tarno sama Ajeng. Jika belum ada pihak keluarga yang datang ke sana."...


..."Masa belum ada sih mas?"...


..."Entahlah. Tapi Mas gak bisa tenang ini, cuma di rumah aja!"...


..."Ya sudah, terserah mas Jamal saja bagaimana baiknya."...


..."Ya sudah, Mas ke sana. Untuk pekerjaannya mas bisa kerjakan juga di jalan. Nanti Mas akan hubungi pak Lurah, biar kita pergi sama-sama ke sananya."...


..."Iya Mas. Hati-hati ya!"...

__ADS_1


Klik!


Jamal akhirnya menghubungi pak Lurah, untuk di ajak pergi ke rumah sakit daerah. Mengunjungi Tarno dan Ajeng yang katanya sedang dalam keadaan kritis.


__ADS_2