
Tok tok tok!
"Papa!"
Ajeng berteriak memanggil papanya begitu dia tiba di depan rumahnya.
Rumah besarnya yang dulu, sudah tidak ada lagi. Sekarang, rumah yang dulu, sudah berganti menjadi sebuah bangunan yang sederhana. Sedangkan tokonya, yang di samping rumahnya, juga hanya toko biasa. Dan saat ini sudah dalam keadaan tutup, sebab sudah malam hari.
Tuan Wiro terbatuk-batuk, dengan berjalan pelan-pelan menuju ke arah pintu rumah.
Dia kenali suara tersebut, yaitu suara anaknya Ajeng. Yang sangat lama tidak ditemui, sejak anaknya itu kabur dari acara lamarannya Hendra, yang seharusnya untuk dirinya.
Clek!
"Papa!"
"Aj_ajeng?"
Tuan Wiro sedikit pangling dengan anaknya. Apalagi, penampilan Ajeng sudah sangat berbeda. Meskipun sebenarnya dulunya, Ajeng memang suka mengenakan pakaian seksi, tapi untuk saat ini, sangat tidak pantas untuk seorang wanita. Apalagi malam hari, dalam keadaan perjalanannya yang tadi seorang diri dari bandara.
Akhirnya, Tuan Wiro segera mengajak Ajeng untuk masuk ke dalam rumah.
Kepulangan anaknya malam ini, memang atas permintaan Tuan Wiro sendiri. Sebab, selain dia sudah tidak ada yang mengurus, karena istri dan anak keduanya sudah meninggal, dia juga sudah sakit-sakitan.
Tuan Wiro menginginkan Ajeng supaya berada di rumah saja, mengurus toko yang ada di rumah. Apalagi saat ini, anaknya itu sudah menjadi janda, yang hidup seorang diri di pulau Bali.
Karena merasa jika sudah tidak ada yang lagi yang bisa diharapkan, akhirnya Ajeng mau juga memenuhi keinginan papanya itu, untuk pulang ke rumah. Mengelola toko, yang meskipun sederhana dan tidak besar seperti dulu, setidaknya tetap lancar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena posisinya yang ada di depan pasar kecamatan.
Sekarang, papa dengan anak tersebut, saling berbincang. Melepaskan rasa rindu mereka, yang memang sudah sangat lama tidak berjumpa.
Mereka berdua, membicarakan banyak hal. Yang kadang kala membuat tersenyum, tertawa, menangis dan segala macam perasaan yang campur aduk.
*****
Di lahan kentang berwarna, Jamal sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, pada waktu jam setengah tiga pagi.
Dia segera membereskan segala peralatan-peralatan yang tadi dia gunakan, kemudian bersiap untuk pulang ke rumah. Sebab besok siangnya, dia sudah harus kembali ke lahan kentang ini, untuk panen kentang, bersama dengan para pekerjanya.
Di saat dia baru saja menghidupkan mesin motornya, ada salah satu warga yang lewat, sebab mau mengairi sawah dan tanamannya, yang berada tak jauh dari tempat kentangnya Jamal berada.
"Lho, sudah mau pulang Bos Jamal?" sapa orang tersebut sambil memperbaiki posisi pipa air yang dia bawa.
"Iya nih. Gimana, mau mengairi padi ya?" tanya Jamal, menegur orang tersebut.
"Iya Bos! Mumpung masih pagi ini, jadi airnya lumayan banyak. Nanti kalau udah siang, habis sama orang-orang!"
"Hahaha... iya-iya. Semangat ya! Aku balik dulu," pamit Jamal, pada orang itu.
__ADS_1
"Iya Bos, hati-hati!"
Jamal akhirnya meninggalkan lokasi lahan kentang miliknya, setelah berpamitan pada orang tadi. Sedangkan orang yang tadi, pergi menuju ke sawahnya sendiri. Untuk mengairi padinya. Sebab, sawahnya itu memang dia tanami padi. Bukan kentang, sama seperti Jamal.
*****
Malam sudah berganti pagi, Jamal masih tertidur, karena dia baru akan bangun pada siang hari.
Dia sudah berpesan kepada istrinya, Indah, supaya membangunkan nya sekitar pukul 11.00 siang. Karena panen tentang akan dimulai jam 10.00, tapi dikerjakan oleh pekerjaannya terlebih dahulu.
Rencananya, Jamal akan menyusul setelahnya untuk mengawasi dan membawakan makan siang untuk mereka.
Tapi ternyata, semua rencana Jamal gagal.
Salah satu pekerjaannya, datang ke rumah dengan membawa laporan yang sangat mengejutkan.
Lahan kentang berwarna milik Jamal, yang sudah siap untuk dipanen, telah dicuri orang.
Sebagian kentang sudah diambil, dan yang masih berada di sawah telah dihancurkan. Sehingga tidak bisa dipanen lagi.
"Bagaimana mungkin?" tanya Jamal, yang terkejut saat mendapatkan laporan tersebut
Dia baru saja dibangunkan oleh Indah, dan menerima laporan itu. Sehingga dia tidak tahu, dan tidak percaya begitu saja, dengan apa yang dia dengar kali ini.
"Aku ada di sana hingga setengah tiga pagi. Bahkan, Aku tempat mengobrol dengan orang yang mau mengairi padi mungkin sekitar sampai jam tiga kurang seperempat. Dan tidak ada tanda-tanda orang lain di tempat itu. Lalu, kapan pencuri itu beraksi?"
"Ayo Bos, lihat ke sana!"
Indah juga ikut, dengan membawa kameranya untuk membuat dokumentasi.
Untuk ke lima anaknya, Indah sudah menitipkan pada dua pengasuh yang sudah berada di rumahnya.
"Mbak, nitip anak-anak ya! Aku mau ikut mas Jamal dulu ke sawah," pamit Indah, pada kedua pengasuh tersebut.
"Iya Mbak Indah.
"Semoga secepatnya ketemu ya itu pencurinya mbak!"
Indah hanya mengangguk menanggapi perkataan dan harapan dari kedua pengasuh anak-anaknya itu. Dia segera bergegas menyusul suaminya, dengan menggunakan sepeda motor sendiri.
Sebab, Jamal sudah pergi ke sawah terlebih dahulu, bersama pekerjanya yang tadi.
Indah mulai menyalahkan kameranya dengan menyapa para penggemar Chanel Jamal Farm News. Dengan memberikan judul siarannya kaki ini, Siapa pelakunya?
Tentunya, judul tersebut membawa banyak komentar dari orang-orang yang menyaksikan siaran langsungnya.
^^^Ada apa ini? ^^^
__ADS_1
^^^Maksudnya apa ya Bos?^^^
^^^Apa ada yang berusaha menyabotase usaha dari Bos Jamal, yang sudah mematenkan kentang berwarna ini? ^^^
^^^Wahhh, gak bisa dibiarin ini! Harus segera lapor polisi ya Bos! ^^^
^^^Apa pencurinya lapar ya? sehingga mencuri kentang, kan bisa kenyang makan kentang. Ye gak sih?^^^
^^^Mungkin ada yang iri Bos, atau Bos Jamal kurang beramal kali ya?^^^
^^^Memangnya, jika Bos Jamal mau beramal atau membantu orang lain, harus laporannya sama Kamu?^^^
^^^Gak usah pada komentar jelek deh. Doakan saja yang baik-baik. Jika kalian tidak mau, ya gak usah komentar!^^^
Berbagai macam komentar para netizen, tentu sangat bervariasi. Tergantung dari mana dan bagaimana mereka melihat dari sudut pandang mereka juga.
Dan dunia sosial media seperti itu, memang tidak bisa dikendalikan oleh pembuatnya. Sebab, isi kepala orang memang tidak ada yang sama. Dan itu juga yang membuat media sosial semakin ramai.
^^^Maaf ya semuanya... mungkin untuk pesanan kentang berwarna saat ini, tidak bisa terpenuhi dengan baik, sebab musibah ini. Dan doakan juga, semoga semuanya akan bisa diselesaikan dengan cepat.^^^
Indah akhirnya memberikan balasan untuk semua komentar yang masuk.
Dan sekarang, Indah sudah tiba di sawah bahan kentangnya. Dia juga membagikan video tentang keadaan lahan kentangnya, yang sudah tidak berbentuk. Alias kacau balau, dengan potongan-potongan tentang yang sudah dihancurkan karena tidak diambil.
^^^Wahhh... sayang sekali itu kentang yang dihancurkan!^^^
^^^Jahat banget sih orang itu!^^^
^^^Semoga pelakunya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal.^^^
^^^Awas jika ketemu pencurinya atau pelakunya, dia yang akan Aku goreng!^^^
^^^Woiii apanya yang digoreng?^^^
^^^Apanya kek, yang penting ada yang bisa digoreng. Daripada dihancurkan seperti itu!^^^
^^^Jahat banget sih itu orang ya!^^^
^^^Bos Jamal punya musuh gak? Atau saingan cinta mungkin, mantan pacar istrinya atau yang sedang mengincar Bos Jamal mungkin?^^^
^^^Hahaha... aneh-aneh saja kalian semua!^^^
^^^Aku bisa diet ini, gak goreng kentang berwarna. Secara, gak ada pengiriman ke kota Aku! Huwaaa...^^^
^^^Ihsss... Aku mogok jajan cireng kalau tak ada kentang di rumah!^^^
Komentar-komentar aneh pun semakin menumpuk, membuat siaran ini semakin ramai dan banyak dibagikan oleh orang-orang.
__ADS_1
Dan akhirnya, berita pencurian kentang berwarna pun menjadi viral.
Sedangkan polisi, kebingungan mencari bukti atau pelakunya. Apalagi menurut mereka, pelakunya sangat profesional. Dan dilakukan secara berkelompok, bukan hanya satu atau dua orang saja.