
Layar transparan sistem bertani milik Jamal, memperlihatkan beberapa gambar mesin yang akan dikirimkan, seiring dengan tempat yang di bangun selesai nantinya.
Tempat pengilingan padi yang dirancang khusus ini, memang menghabiskan lahan yang luas dan waktunya juga tidak bisa cepat.
Tapi menurut sistem, pengilingan padi ini akan siap untuk dioperasikan, waktu Jamal selesai dengan acara pernikahannya. Yang memang tinggal menghitung hari.
[ Ding ]
[ Gambaran pengilingan padi Jamal ]
'Udah tersusun rapi ya!'
Di layar tersebut, tampak gambaran umum detail alat-alat pengilingan padi yang modern untuk saat ini.
Ada Solar dryer dome, yang merupakan pengeringan menggunakan tenaga matahari, bukan dengan tenaga listrik. Sistem pengeringannya menggunakan bahan polycarbonate yang mampu bertahan 10 hingga 30 tahun.
Pengering Ultra Violet ini merupakan alat jemur yang memanfaatkan ultraviolet dari sinar matahari, dan cukup efektif, meskipun di musim hujan.
Tapi sistem solar dryer dome, membutuhkan lahan yang luas juga.
Selain itu, ada alat canggih lainnya, yang bisa digunakan untuk pengeringan padi basah, tanpa sinar matahari. Dan ini sangat efektif untuk musim penghujan.
Alat tersebut berupa mesin bed dryer atau rotary dryer. Mesin ini merupakan pengeringan kontinyu, dimana pemasukan dan pengeluaran bahan yang dikeringkan dilakukan terus menerus (kontinyu) selama proses pengeringan. Penggunaan mesin pengering padi (dryer) dapat mengurangi tingkat susut hasil pasca panen sampai 2,18%.
Jamal merasa puas dengan gambar-gambar yang dia lihat di layar sistem.
'Terima kasih. Aku akan membuka pengilingan padi tersebut, di saat semuanya sudah siap.'
[ Ding ]
[ Tidak butuh waktu lama Tuan ]
'Ya-ya. Aku akan bersabar.'
[ Ding ]
Jamal kembali tersenyum, di saat layar transparan sistem menghilang dari pandangan matanya.
Dia membayangkan bagaimana keadaan panen di desanya pada saat musim penghujan. Karena mereka semua tidak akan ada rasa khawatir, atau panik. Jika hasil panennya tidak bisa kering akibat tidak adanya panas matahari.
Sebab rencana Jamal, selain untuk hasil panennya sendiri, dia juga akan menyewakan atau membuka tempat pengilingan padi ini bagi masyarakat sekitar.
Jadi, bisa disewakan pada masyarakat pada umumnya. Dengan begitu, dia bisa mendapatkan keuntungan, dan masyarakat yang menyewa juga terbantu dengan adanya pengilingan padi miliknya nanti.
Para petani yang ada di desa G, dan sekitarnya, juga menyambut baik rencana Jamal ini. Bahkan mereka juga banyak yang ikut menjadi tenaga tukang. Karena kontraktor kekurangan tenaga tukang.
Bangunan pengilingan padi ini adalah yang termodern dan berbesar di daerahnya nanti.
*****
__ADS_1
Jamal sedang menelpon Indah pada malam hari, sebelum dia pergi tidur.
..."Sayang belum tidur kan?"...
..."Belum Mas. Ada apa?"...
..."Gak apa-apa Sayang. Mas kangen aja. Rasanya sepuluh hari ini kok lama sekali ya! Mas udah gak sabar mau..."...
..."Ihsss... sabar dikit Mas. Nanti, kita juga bisa sah dan bisa..."...
..."Hehehe... bisa anu Sayang?"...
Mereka berdua justru saling berbincang tentang hal-hal yang ambigu, yang menurut mereka memang tidak bisa dikatakan dengan mudah. Sama seperti jika keduanya bekerja sama waktu itu.
..."Sayang, emhhh... nanti kita mau honey moon ke mana?"...
..."Eh, tapi... Indah ada ujian semester Mas. Jadi setelah menikah, seminggu kemudian Indah langsung ada ujian semester."...
..."Oh ya, Kamu masih ada jadwal kuliah juga ya. Mas kok lupa ya. Hehehe..."...
..."Iya mas. Maaf ya, kita gak bisa honey moon dalam waktu dekat."...
..."Tidak apa-apa. Yang penting kita tetap bisa honey moon di dalam kamar ya Yang. Hehehe..."...
..."Ihhh... mas Jamal."...
..."Emhhh... Yang."...
..."Ya Mas." ...
..."Andai saja... kita sudah sah Yang. Ihsss... Mas, Mas gak akan biarkan Kamu pergi ke mana-mana pokoknya." ...
..."Eh, kok gitu sih Mas!" ...
Indah justru mengartikan perkataan Jamal dengan artian yang berbeda.
..."Mas..."...
Suara Indah justru terdengar merajuk, sehingga membuat otak Jamal semakin terkontaminasi. Dengan suasana malam yang sepi dan pembicaraan mereka berdua, yang sedari tadi ambigu.
..."Maksud Mas, Kamu Yayang gak boleh ke mana-mana. Mas kelonin terus di dalam kamar. Gitu lho Yan!" ...
..."Ups... Mas Jamal aneh-aneh saja ah!"...
..."Jangan merajuk Yang. Mas, Mas jadi tambah gak tahan ini. Udahan dulu ya!" ...
Klik!
Jamal memutuskan hubungan telponnya dengan Indah, kemudian segera berlari menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Dia hanya bisa menuntaskan keinginannya seorang diri, dengan bantuan tangannya.
Beberapa saat kemudian. Jamal sudah keluar dari dalam kamar mandi. Dia memeriksa keadaan ponselnya. Dan ternyata, ada beberapa pesan dari calon istrinya.
Indah begitu khawatir, karena jamak memutuskan panggilan telpon dengan tiba-tiba.
^^^"Mas. Mas gak apa-apa kan? Indah, Indah khawatir Mas kenapa-kenapa ini." ^^^
..."Mas. Jawab Mas. Indah gak bisa tidur Mas!" ...
^^^"Mas Jamal?" ^^^
Jamal tersenyum senang, melihat pesan-pesan tersebut. Itu artinya, Indah benar-benar khawatir dan memperhatikan dirinya.
^^^"Mas gak apa-apa Yang. Tadi, cuma kebelet saja kok." ^^^
^^^"Tidak usah di balas. Yayang cepatlah tidur. Mas juga mau tidur. Besok pagi, Mas datang datang lagi ke rumah Yayang." ^^^
Dan untuk beberapa menit kemudian, Indah memang tidak membalas pesan tersebut. Dia hanya me_read saja, tapi patuh pada permintaan Jamal. Yang melarangnya untuk membalas pesan-pesannya tadi.
Setelah memastikan bahwa Indah benar-benar tidak membalas pesannya, Jamal berbaring di tempat tidur.
Dia juga ingin beristirahat, agar besok pagi beda bangun pagi dan mengerjakan pekerjaan yang memang sudah biasa dia lakukan. Baik ke sawah, peternakan dan kebun.
Tapi besok pagi dia juga akan melihat-lihat perkembangan dari bangunan pengilingan padinya. Sebelum ke rumahnya Indah.
*****
Di rumah Tuan Wiro.
Ajeng menangis sesenggukan, karena gagal menikah dengan Hendra.
Laki-laki yang dia cintai, sehingga dia menolak tawaran perjodohan yang telah dilakukan oleh kedua orang tuanya dengan Ami nya Jamal.
Tapi ternyata semuanya gagal.
Hendra bukanlah pemuda yang sukses. Karena pada kenyataannya, rumah yang dibeli Hendra itu adalah hasil dari uang yang dia dapat dari menjual rumahnya di desa.
Ajeng juga tidak tahu, jika Hendra adalah tetangganya Jamal. Bahkan mereka berdua adalah teman.
Tapi sampai sekarang Ajeng memang tidak pernah tahu. Jika Jamal dan Hendra adalah teman, sekaligus bertetangga juga.
"Ajeng. Sudah Nak... mau bagaimana lagi? Kami sudah mengalah untuk memberikan kebebasan padamu, memilih calon suami sendiri. Jika kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang Kamu inginkan, mau bagaimana lagi?"
"Jamal dan Ami nya juga pastinya sudah sakit hati Nak! Jadi mereka tidak mau lagi melanjutkan rencana perjodohan yang sudah Kamu tolak!"
Nyonya Yenny, berusaha memberikan pengertian kepada anaknya yang terlihat sedang frustasi.
Sedangkan Tuan Wiro, hanya bisa berdiam diri saja di tempat duduknya. Entah apa yang saat ini sedang dia pikirkan.
__ADS_1