Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Memutuskan Dengan Cepat


__ADS_3

Waktu berlalu, melintasi jalur sesuai dengan jalan kehidupan yang sudah ditetapkan.


Sama halnya seperti keluarga Jamal dan Indah. Yang telah menjalani masa-masa sulit dan bahagia silih berganti.


Sebab, begitulah memang sebenarnya kehidupan. Kadang-kadang ada pada masa bahagia. Tapi kadang juga ada pada masa yang sulit.


Setelah kehilangan masa panen kentang berwarna, yang sudah dihancurkan oleh ulat-ulat penggerak. Kini Jamal mulai bangkit lagi dengan menanam kentang yang sama.


Tapi dia juga merealisasikan rencananya untuk menanam durian, di lahan jagung yang sebelumnya. Yaitu lahan yang berada di kampung sebelah, yang belum sempat ditanaminya sejak dia beli.


Dia mencoba untuk mencari tahu, tentang tata cara budidaya durian. Yang sekiranya bisa dia lakukan, agar perkebunannya nanti bisa menghasilkan dan bermanfaat untuk keluarganya juga.


[ Ding ]


[ Selamat pagi Tuan ]


'Aku mau cek cara menanam pohon durian. Apa ada hal yang perlu diperhatikan?'


[ Ding ]


[ Tentu saja Tuan ]


[ Ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan sebelum memulai masa taman ]


'Apa saja yang perlu diperhatikan pada awal-awal taman?'


[ Ding ]


[ Pencarian terkait durian ]


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


Di layar sistem, terpampang informasi tentang perkebunan durian. Yang harus diperhatikan oleh jamal. Yaitu mulai dengan cara menanam Durian.




Durian tumbuh dengan subur di tanah lempung berpasir yang subur, dalam dan berdrainase baik. Tanaman ini membutuhkan tanah yang kaya akan unsur organik dengan pH 6 hingga 7.




Pastikan sinar matahari tidak terhalangi dan bisa masuk ke lokasi lahan. Gemburkan lahan dengan cangkul dan diamkan selama kurang lebih tiga hari untuk dianginkan. Tambahkan dan sebarkan pupuk kandang, sebagai penambah unsur hara didalam tanah. Lalu diamkan lagi selama 1 minggu.




Penanaman bibit durian, sebaiknya diatur dengan jarak tanam. Umumnya 8 × 12 m atau 10 × 10 m. Lubang tanam bibit durian sebaiknya berukuran 50 cm2. Lubang tersebut sebaiknya dibiarkan terbuka selama kurang lebih 1-2 minggu. Sama seperti poin ke 2.




Pemupukan utama dilakukan tiga kali setahun, yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah. Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah. Pengairan yang memadai. Drainase yang baik. Pemangkasan. Dan pengendalian hama serta penyakit.

__ADS_1




Semua diperhatikan oleh Jamal. Termasuk jumlah pohon durian untuk 1 hektar luas lahan, yang cukup untuk 100 pohon.


Hal ini membuat Jamal harus mencari bibit durian sebanyak-banyaknya karena dia memiliki lahan seluas 25 hektar.


'Apa Aku bisa mendapatkan bibit durian yang baik secepat kilat? Padahal, Aku bisa membutuhkan sekitar dua ribu lima ratus pohon durian.'


[ Ding ]


[ Tuan bisa menukar poin dengan bibit pohon durian pada sistem ]


'Berapa bibit pohon durian yang ada di sistem?'


[ Ding ]


[ 100 poin ]


'Cukup murah. Tapi, apakah Aku bisa mendapatkan kemudahan? maksudnya dengan berbuah lebih cepat, atau setidaknya durian dengan varietas yang berbeda dari yang ada di pasaran.'


[ Ding ]


[ Bisa Tuan, tapi dengan syarat ]


'Syarat? Apa syaratnya?'


[ Ding ]


[ 1 pohon durian - 1 minggu umur Tuan ]


'Apa? Maksudnya, Aku bisa mendapatkan kemudahan seperti Aku inginkan. Dengan syarat jika, 1 pohon durian, akan mengurangi 1 minggu umur ku?'


[ Ding ]


[ Benar Tuan ]


[ Ding ]


[ Keputusan ada di tangan Tuan ]


[ Sistem memberikan batas waktu 1 kali 24 jam untuk memberikan jawaban ]


'Apa yang harus Aku lakukan?'


[ Ding ]


[ Selamat berpikir Tuan ]


Layar sistem menghilang dari hadapan Jamal. Sedangkan Jamal sendiri, dalam keadaan bingung.


Dia tidak mungkin bisa mengambil bibit pohon durian dari sistem, jika persyaratannya harus seperti itu. Sebab, jika dipikir-pikir, umurnya tidak akan cukup untuk memenuhi persyaratan yang diberikan oleh sistem.


Seandainya dia tidak mengambil bibit pohon durian dari sistem, maka dia masih bisa hidup lebih panjang. Dan merawat pohon durian yang akan ditanam nanti.


Tapi jika dia mau mengambil bibit pohon durian dari sistem, maka, durian miliknya akan terus berbuah tanpa mengenal waktu. Dan itu tentunya bisa menghasilkan banyak uang, untuk kehidupan keluarganya.


Tapi dia tidak yakin jika, setelah meninggal, karena persyaratan dari sistem mengurangi umurnya, maka belum tentu keluarganya bisa merawat pohon durian tersebut. Dan juga uang yang telah dihasilkan selanjutnya.


Setelah berpikir beberapa saat lamanya, akhirnya Jamal memutuskan untuk tidak membeli bibit pohon durian dari sistem.


Dia memilih membeli bibit pohon durian pada orang-orang atau petani durian. Yang memang khusus menjual bibit pohon buah, khususnya pohon durian.


Jamal kembali mengaktifkan sistem, untuk memberikan keputusan. Dia tidak memerlukan waktu hingga satu kali 24 jam, hanya untuk bisa mendapatkan keputusannya kali ini.


Dia lebih mementingkan keluarganya, apalagi anak-anaknya masih kecil. Masih memerlukan perhatian dan perawatan darinya, sebagai papa mereka.


[ Ding ]


[ Selamat pagi Tuan ]

__ADS_1


[ Apakah Tuan perlu bantuan yang lain ]


'Tidak. Aku pingin memberikan jawaban atas waktu yang tadi sistem berikan.'


[ Ding ]


[ Tuan sudah mendapatkan keputusan ]


[ Apa itu keputusan Tuan sendiri ]


'Ya. Dan Aku memilih untuk tidak mengurangi umur ku. Jadi, Aku tidak akan membeli bibit pohon durian dari sistem.'


[ Ding ]


[ Jawaban di proses sistem ]


Layar sistem mengunci gambar pada bibit pohon durian, yang tidak akan di beli oleh Jamal.


Tapi ternyata, setelah penguncian gambar pada bibit pohon durian. Ada notifikasi jika poin yang dimiliki Jamal bertambah.


[ Ding ]


[ Selamat Tuan ]


[ Poin Anda bertambah 17.500 poin ]


'Bagaimana mungkin? Aku tidak melakukan misi apapun. Bahkan, Aku menolak tawaran untuk membeli bibit pohon durian dari sistem. Jadi, dari mana poin itu?'


[ Ding ]


[ Keputusan Tuan memilih, dengan alasan keluarga. Sudah memberikan nilai plus ]


'Benarkah? Jadi sejumlah besar poin itu adalah 2.500 pohon durian dikalikan dengan jumlah hari dalam satu minggu?'


[ Ding ]


[ Benar Tuan ]


'Baiklah kalau begitu. Terima kasih atas penjelasan yang diberikan.'


[ Ding ]


[ Sama-sama Tuan ]


Layar sistem, kembali menjilat dari hadapan Jamal. Yang setelahnya bisa bernafas lega, dengan tersenyum senang. Sebab, dia merasa bahwa keputusan yang diambil sangat tepat.


Dia tidak mau mengorbankan dirinya, sehingga bisa meninggalkan keluarganya. Jika hanya demi sebuah ambisi dari sebuah kesuksesan, itu bisa diambil kapan saja. Jika waktu masih ada untuk kehidupan dan umurnya juga.


Sekarang, Jamal keluar dari ruangannya. Dia ingin bertemu dengan istrinya, yang saat ini sedang berada di ruang tengah. Bermain-main dengan anak-anak mereka.


"Yang," panggil Jamal. begitu dia melihat keberadaan istrinya, yang ternyata seorang diri di ruang tengah.


"Ya mas!"


Indah berdiri dan menghampiri Jamal, yang masih berdiri di bibir pintu ruangan.


"Ada apa Mas?" tanya Indah, setelah berada di dekat suaminya.


"Anak-anak pada ke mana?"


"Oh, main ke rumah sebelah Mas."


Ternyata, anak-anak mereka sedang bermain di rumah sebelah. Yang dulu merupakan rumahnya Lina. Bersama dengan dua pengasuh mereka berlima.


Akhirnya, Jamal tersenyum senang. Karena dia memiliki waktu bersama istrinya, berdua saja. Tanpa harus merasa terganggu dengan keberadaan anak-anak mereka. Sebab ini masih pagi hari.


Tapi, dia ingin melakukan kegiatan untuk bisa mengeluarkan keringat pada pagi hari. Tanpa harus pergi keluar dari kamar.


"Yuk Yang!"


Indah hanya mengangguk, sambil tersenyum tipis. Mengiyakan ajakan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2