Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Bencana Alam


__ADS_3

Ok, Kita kembali ke Jamal yang masih ada di ruangan ICU. Karena ternyata, semua yang dia lakukan kemarin itu adalah sebuah mimpi yang ada pada saat dia masih dalam keadaan koma. Karena sebenarnya, dokter masih belum bisa mengembalikan detak jantung Jamal agar bisa kembali normal.


"Bagaimana Dok?" tanya perawat, yang melihat bagaimana dokter yang sudah berusaha keras untuk bisa mengembalikan denyut jantungnya jamal.


"Sepertinya pasien sudah menyerah," sahut dokter pasrah.


"Apa kita akan lepas semua peralatan yang menempel di tubuhnya ini?" tanya perawat lagi, memastikan bahwa keputusan dokter sudah final.


Dokter mengganggukan kepala, karena memang sudah ada tidak ada lagi yang bisa diharapkan, dari pasien koma yang ada di depannya kali ini.


Apalagi, pasiennya ini sudah koma sejak tiga bulan yang lalu. Tanpa ada tanda-tanda pergerakan dari anggota tubuhnya, yang memang sudah kaku sejak awal datang ke rumah sakit ini.


"Lepas saja Sus. Saya akan bicarakan ini dengan pihak keluarganya."


Dokter memberikan instruksi kepada suster, kemudian dia berbalik arah untuk keluar dari dalam ruangan.


Tapi sebelum dia benar-benar melangkah keluar, monitor yang mendeteksi detak jantung Jamal, tiba-tiba berbunyi lagi.


Tit... tit... tit...


Tentu saja, bunyi tersebut membuat dokter segera menoleh ke belakang.


Suster yang baru saja melepas selang yang bantu pernafasan, juga terkejut dengan aktifnya monitor tersebut.


"Dok!" panggil suster dengan mata terbelalak, melihat ke arah monitor.


"Kita periksa lagi. Pasang kembali selangnya!"


Dokter kembali memerintahkan kepada perawat, untuk memasangkan semua peralatan yang sudah terlanjur dilepas.


Dengan cekatan, perawat tersebut melakukan apa-apa yang tadi sudah dia lakukan. Agar pasien bisa diselamatkan.


Dan benar saja. Setelah dokter sempat memastikan bahwa pasiennya ini meninggal dunia, ternyata keputusan yang diambil tadi salah besar. Karena pada kenyataannya, pasien justru menunjukkan kemajuan yang belum pernah terlihat sebelumnya.


Untungnya, dokter belum sempat keluar dari ruangan. Dan memberitahukan kepada pihak keluarga pasien.


Kini, dokter tersebut meminta bantuan pada salah satu dokter ahli lainnya, untuk segera datang ke ruangan ini. Memastikan bahwa, keputusannya kali ini tidak salah lagi.

__ADS_1


Di luar ruangan, Indah dan Umi sudah sangat cemas dengan keadaan Jamal yang ada di dalam sana.


Untungnya, anak-anaknya ada di rumah semua. Bersama dengan lima baby sister, dan Lina, yang saat ini dalam keadaan hamil juga.


Usaha Jamal dikelola oleh Hendra, di bantu oleh beberapa orang yang sudah menjadi kepercayaan mereka juga.


Jadi meskipun Jamal tidak bisa melakukan apa-apa, dan koma selama tiga bulan ini. Semuanya masih berjalan dengan baik dan lancar.


"Ami... Mas Jamal Ami. Hiks..."


Indah menangis dalam pelukan Umi, yang sama-sama menunggu di luar ruangan.


Tapi apa yang terjadi beberapa detik kemudian, sungguh di luar dugaan semua orang. Karena tiba-tiba, alarm bahaya rumah sakit berbunyi.


Guing... guing...


Guing... guing...


Semua orang panik dan berlarian.


Indah Umi, dan semua orang yang ada di dalam rumah sakit ini sama-sama jatuh. Karena ternyata, ada gempa bumi yang sangat besar. Bahkan di luar gedung rumah sakit sudah kacau balau.


Akhirnya bencana alam yang sangat besar ini, tidak bisa dihindari semua orang.


Masing-masing mencari tempat yang aman untuk melindungi mereka dari terjangan air yang tidak bisa dikendalikan.


Tapi ternyata tidak ada tempat yang aman, untuk berlindung. Karena gempa terjadi berturut-turut, dengan skala yang sangat besar. Sehingga gelombang air pasang mengakibatkan tsunami yang tiada henti.


*****


Seminggu kemudian.


Daerah desa G, tempat Jamal tinggal sudah rata karena bencana ini.


Banyak warga yang meninggal dunia, dan tidak diketahui keberadaannya alias menghilang pasca bencana.


Dalam keadaan seperti ini, tidak ada lagi tempat tinggal, lahan maupun usaha yang dulu pernah ada, dan menjadi sebuah kebanggaan. Karena nyatanya, semuanya sudah tidak dimiliki lagi.

__ADS_1


Sama halnya dengan keluarga Jamal yang tidak diketahui keberadaannya.


Apalagi sebelum terjadinya bencana, Jamal sedang di rawat di rumah sakit. Dan ditunggui oleh Indah bersama dengan Umi.


Anak-anaknya yang ada di rumah, bersama dengan Lina dan para pengasuhnya, juga tidak diketahuinya keberadaannya. Sebab rumah Jamal telah ikut roboh juga bersama dengan bantuan warga yang lain.


Kini semua orang tinggal di tenda-tenda darurat, sambil membantu petugas yang ditugaskan oleh pemerintah dan juga para relawan, untuk mencari keberadaan saudara, anak, istri, atau suami, dan teman-temannya yang dikenali.


Tapi banyak juga yang tidak bisa ditemukan. Atau misalnya ketemu, mereka sudah dalam keadaan meninggal. Bahkan jasad mereka tidak untuk lagi.


Warga desa G juga banyak yang meninggal dunia, dan wajah mereka sudah banyak yang tidak dikenali.


Begitu juga dengan anggota keluarga Jamal, yang sudah terpisah, karena harus ada yang berada di rumah sakit dan ada yang di rumah, jauh sebelum bencana alam ini datang. Tidak ada satupun yang ketemu.


Entah berada di mana mereka, atau mungkin sudah tiada, sama seperti para korban bencana alam yang lainnya.


"Hai lihat, itu orang atau pohon pisang?" teriak salah satu anggota relawan, bertanya pada temannya yang lain. Karena dia melihat sebagian tubuh manusia yang ada di pinggir reruntuhan bangunan rumah sakit.


Di tempat seperti ini, tentu saja banyak sekali barang-barang yang ditemukan meskipun ada dalam sebuah bangunan. Karena terseret oleh air. Selain itu, bangunan rumah sakit ini, sebagiannya sudah roboh. Dan bagian bangunan lainnya yang tidak roboh, bisa digunakan untuk tempat perawatan darurat para korban.


"Hai! Itu orang, bukan pohon pisang!"


Akhirnya mereka melihat bahwa temannya itu tadi benar, bahwa itu adalah anggota tubuh manusia dan bukan pohon pisang.


Setelah bersama-sama mengangkat beberapa reruntuhan bangunan rumah sakit, akhirnya orang tersebut dapat di angkat dan di periksa.


"Denyut nadi dan jantung masih ada. Berarti dia masih hidup!"


"Cepat pada bawa ke posko!"


Ternyata, masih ada korban yang bisa bertahan hidup, di dalam keruntuhan bangunan rumah sakit ini, selama satu minggu, paska gempa dan tsunami yang menimpa daerah mereka.


Dari ciri bentuk tubuh dan wajahnya, mereka semua belum bisa mengenali siapa orang tersebut. Karena tidak ada identitas diri yang ada bersama dengannya.


Akhirnya tenaga medis dengan cepat melakukan penyelamatan terhadap orang tersebut. Setelah relawan berhasil membawanya ke posko.


"Apa dia adalah salah satu pasien rumah sakit ini?" tanya tenaga medis yang membersihkan beberapa luka di kaki.

__ADS_1


"Bisa jadi. Soalnya pakaiannya ini tidak bisa dikenali."


__ADS_2