
[ Ding ]
[ Selamat pagi Tuan ]
'Cek in dan misi untuk sistem yang terbaru.'
[ Ding ]
Sistem bertani dari planet XMoon, dengan kode series XX1111, telah diperbarui dengan kode series XX2121.
Cek in : Setiap hari
Hadiah : Kosong
Kemampuan : 75%
Kekayaan : 567.890.133,4
Pesona : 85%
Kecerdasan : 70/100
[ Ding ]
[ Silahkan klik untuk cek in Tuan ]
'Ok!'
[ Ding ]
[ Cek in selesai ]
[ Silahkan pilih misi tantangan ]
Meneruskan misi lanjutan
Kembali ke masa awal
Tidak ambil
Jamal terdiam sejenak, sebelum mengambil keputusan untuk memilih misi. Karena dia bimbang untuk memutuskan satu di antara tidak pilihan yang ada.
'Aku ambil no 2. kembali ke masa awal.'
[ Ding ]
[ Memproses ]
__ADS_1
1%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
[ Ding ]
[ Upgrade ke masa awal ]
Titttt....
"Arghhh..."
*****
Sebulan sudah Jamal kembali ke rumah, dan kembali beraktifitas seperti biasa.
Tapi ada satu yang tidak sama, yaitu ingatannya Jamal terhadap dirinya dan kehidupannya pada masa lalu.
Jamal yang baru ini, sama seperti jamal yang baru saja terlahir kembali. Dengan identitas yang sama, tapi dengan karakter dan kepribadiannya yang berbeda.
Dia tidak lagi mengenal istrinya seperti dulu. Rasa cinta dan kasih sayang pada Indah sepertinya sudah tidak ada. Apalagi pada anak-anaknya yang masih kecil-kecil.
Jamal sepertinya enggan untuk kedekatan dengan mereka.
Jika selesai bekerja, Jamal akan pergi sesuka hatinya. Baik itu pergi ke warung kopi untuk mengobrol dengan orang-orang yang ada di sana, atau pergi jalan-jalan dengan sepeda motor maupun mobilnya.
Benar-benar tidak sama seperti Jamal yang dulu lagi.
Apalagi jika dia sedang berada di rumah, tapi ada sesuatu yang tidak diinginkan. Jamal akan mengamuk dan memarahi orang tersebut. Karena dia merasa terganggu.
Seperti jika anaknya menangis, atau bertengkar satu sama lain. Karena berebut mainan atau yang lainnya.
"Apaan sih berisik. Gw mau molor tahu!"
Bahasa yang digunakan Jamal, juga lebih kasar. Tidak sama seperti dulu.
Perubahan Jamal ini, tidak hanya dari pihak keluarga saja yang merasakannya. Tapi juga dari orang-orang sekitar.
Apalagi karakter Jamal yang dulu pemalu. Kini tidak ada lagi.
Dia sering kali terlihat menggoda wanita-wanita yang bekerja di tempatnya, atau saat dia bertemu di jalan.
Jamal akan menggoda mereka, seakan-akan itulah sifat asli Jamal yang sebenarnya.
"Hai cewek, mau kemana? ngikut dong!"
"Hai cantik, godain gw dong!"
Banyak orang yang mengeluh dan mengadu kepada Indah maupun Umi. Sehingga membuatnya Umi semakin kepikiran tentang keadaan anaknya itu.
Tapi satu yang paling penting dari semua perubahan Jamal adalah, tidak pernah ada wanita, atau gadis manapun yang bisa menolak pesonanya. Sehingga banyak wanita-wanita yang datang ke rumah, hanya untuk bisa mendapatkan perhatian dari Jamal.
*****
"Indah ingin pergi Ami. Indah gak kuat melihat keadaan mas Jamal yang selalu bersama wanita yang berbeda setiap harinya."
__ADS_1
Indah berkemas untuk pulang ke rumah orang tuanya. Tapi di cegah oleh Umi.
"Jangan sampai Ndah. Kasian anak-anak. Umi tidak mau melihat mereka semua harus berpisah dengan ayahnya."
Indah menangis mendengar perkataan Umi. Tapi dia juga tidak mau jika anak-anaknya justru melihat kelakuan ayahnya yang tidak bisa dijadikan contoh.
"Jika Kamu ingin pergi, Umi juga akan ikut pergi Ndah. Karena Umi juga tidak bisa melihat Jamal yang sekarang. Tapi jika tidak ada kita, bagaimana dia nanti? Apa tidak semakin rusak dia?"
Sebenarnya, Indah membenarkan apa yang dikatakan oleh Umi. Tapi dia sendiri merasa tidak tahan, melihat suaminya yang sudah berubah.
"Ami. Apa mas Jamal lebih punya istri lagi, dari pada harus seperti ini?" Tiba-tiba Indah memikirkan hal yang mungkin saja, bisa menjadikan Jamal lebih baik dari pada harus bergonta-ganti wanita.
Indah takut, jika kemarahan warga akan segera meledak, tanpa bisa dikendalikan. Sebab, banyak juga istri-istri mereka yang datang, hanya sekedar ingin melihat Jamal.
"Sebenernya apa yang aneh ya? setelah Jamal bangun dari komanya?"
Pertanyaan ini yang sama-sama ada di hati Indah dan juga Umi. Karena sebelumnya, kejadian seperti ini belum pernah terjadi.
Meskipun sebenarnya, para wanita sudah banyak yang mengangumi Jamal. Tapi tidak ada yang secara terang-terangan seperti ini.
Bahkan, Lina sendiri, yang dulu sempat tergila-gila dengan Jamal, sekarang malah tidak lagi mendekat ke adik iparnya itu. Karena selain dia sudah punya suami, Lina juga sibuk dengan anaknya yang masih kecil.
*****
Kemampuan Jamal sebagai petani, memang tidak diragukan lagi.
Semua yang dia kerjakan, menghasilkan panen yang melimpah. Baik padi maupun jagung, yang ada di kampung sebelah.
Tapi keberhasilannya ini, justru membuatnya lupa diri, dengan banyaknya wanita yang datang mendekat.
Puncaknya, Jamal membawa dua wanita pulang ke rumah. Dan Indah mengamuk, karena merasa diabaikan oleh suaminya sendiri.
"Mas. Lebih baik mas Jamal menikah lagi. Indah rela, dari pada harus melihat mas Jamal mempermainkan mereka seperti ini mas," rengek Indah, sambil memegangi lengan suaminya.
"Oh, Kamu tidak apa-apa, jika Aku menikah lagi?" tanya Jamal dengan cepat.
Dia melepaskan tangannya dari dua wanita yang tadi dia bawa.
"Kalian dengar! Istriku membiarkan Aku untuk menikah lagi. Apa kalian mau? tapi ingat, yang menjadi istriku, akan mempunyai anak lima, sekali mengandung."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Jamal, tentu saja, ke-dua wanita yang tadi sudah merasa senang, akhirnya mundur dan pamit untuk segera pergi dari rumah ini.
Mereka berdua tidak mau mempunyai nasib yang sama seperti Indah. Yang harus repot di saat hamil, dan melahirkan. Belum lagi nanti, di saat harus merawat anak-anaknya.
Nyatanya, tak ada satupun wanita yang bersedia untuk menjadi istri Jamal yang selanjutnya. Jika harus memilki nasib yang sama seperti Indah. Istri pertamanya Jamal.
Melihat ke dua wanita tadi pergi, Jamal tersenyum miring.
"Hhh, dasar wanita brengs3k! Tidak tahu apa, jika menjadi istrinya Jamal itu tidak akan kekurangan suatu apapun!"
Indah, yang bekuk mengerti apa yang terjadi dan dikatakan oleh Jamal, tubuhnya terasa melayang. Dan di saat dia hampir menjerit, Jamal menutup mulut istrinya itu dengan bibirnya sendiri.
"Masss... Mmm..."
Ternyata Jamal membopong tubuh istrinya itu untuk masuk ke dalam kamar. Dia tidak mau melepaskan istrinya itu, karena telah mengusir dua wanita yang baru saja pergi.
Padahal Indah tidak melakukan apa-apa. Karena mereka berdua, para wanita tadi, yang tidak sanggup lagi, di saat mendengar perkataan Jamal, yang memberikan syarat kepada mereka.
*****
Note : Gimana readers, lanjut gak nih ceritanya Jamal?
Jangan lupa mampir juga ke novel TK yang super sistem lainnnya.
__ADS_1
Terima kasih 🙏🙏🙏