Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Kemudahan


__ADS_3

Di perjalanan pulang ke rumah.


Tarno terlihat lebih pendiam, dari pada saat berangkat tadi pagi.


Hal ini membuat Jamal merasa tidak nyaman, karena berpikir bahwa, Tarno bersikap seperti ini karena kejadian bersama dengan Ajeng tadi. Karena Tarno tidak pernah menyangka jika, kadek Ajeng yang dia kenal sewaktu di Bali, ternyata adalah Ajeng yang dulu pernah mengenal Jamal dan juga Hendra.


Padahal, Jamal pendiri juga tidak pernah menyangka bahwa, Kadek Ajeng adalah Ajeng yang sama, dengan Ajeng yang dulu pernah menolaknya, dan juga kabur saat mau dilamar Hendra.


Kadang kala, perputaran waktu memang tidak pernah kita sangka-sangka.


"Menurutmu, Kadek Ajeng itu sudah perubahan atau masih seperti dulu Mal?" tanya Tarno tiba-tiba.


Hal ini membuat Jamal harus menoleh ke arahnya Tarno yang sedang menyetir.


"Maksudnya berubah yang bagaimana?"


Jamal justru balik bertanya pada Tarno. Karena dia tidak tahu, apa maksud dari kata berubah yang diinginkan oleh Tarno.


"Dia, dia masih sama seperti Ajeng yang Kamu kenal atau tidak?"


Tarno memperjelas pertanyaan yang diajukan, karena dia memang benar-benar memiliki rasa pada Kadek Ajeng.


Dia tidak peduli, meskipun dulunya Ajeng adalah orang yang pernah dijodohkan dengan Jamal, dan juga pernah mempunyai hubungan dengan Hendra.


Menurutnya, itu hanya masa lalu Ajeng. Lagipula, Ajeng juga sudah berstatus janda dengan orang luar negeri. Dan Hendra juga sudah tidak ada. Sedangkan untuk Jamal sendiri, juga sudah punya keluarga yang bahagia.


"Jika Kamu punya niatan untuk menjadikan dirinya sebagai seorang istri, sebaiknya secepatnya. Mungkin saat melihat niatmu yang tidak hanya sekedar main-main, dia akan luluh. Lagipula, siapa sih yang akan menolak seorang bos Tarno! Aku rasa dia akan rugi jika menolak lamaran seorang Bos Tarno."


Mendengar perkataan Jamal yang sedang berusaha untuk meyakinkan dirinya, Tarno hanya tersenyum kecut.


Dia bahkan memiliki pemikiran bahwa, Kadek Ajeng itu sebenarnya masih memiliki perasaan dengan Jamal. Apalagi jika melihat kesuksesan seorang Jamal yang sekarang ini. Wanita mana yang tidak akan tertarik dengan sosok seorang Jamal, yang sudah menjadi idola di sosial media.


Tapi Tarno tetap berharap, agar Kadek Ajeng, mau menerima dirinya tanpa harus membandingkan dengan keadaannya Jamal.


*****


Malam ini, Jamal mencoba mencari informasi tentang daerah lain, yang kira-kira bisa memberikannya bibit pohon durian dalam jumlah yang banyak.


Dia baru mendapatkan 750 bibit pohon durian, jadi masih kurang banyak. Karena masih membutuhkan 1.750 bibit pohon durian lagi. Untuk memenuhi lahan yang sudah tersedia.


Jadi, dia harus mencari sekitar tiga daerah, bentuk memenuhi kebutuhan bibit pohon durian yang diperlukan.


Jika hanya dari daerah yang kemarin, itu tidak akan mencukupi. Apalagi kemarin, semua petani bibit pohon durian yang sudah ada dan siap untuk ditanam, sudah diambil.


Jika harus menunggu lagi, hingga bibit pohon durian yang baru saja disemai, itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama.


Akhirnya Jamal mencari tahu dari sistem, di daerah mana dia bisa mendapatkan bibit pohon durian lebih banyak.


[ Ding ]


[ Selamat pagi Tuan ]


'Aku mencari informasi tentang penjual bibit pohon durian, selain yang ada di daerah sini.'


[ Ding ]


[ Bibit pohon durian siap tanam ]


'Ya, yang siap tanam. Aku masih perlu banyak. 1.750 pohon lagi.'


[ Ding ]


[ Pencarian lokasi dilakukan ]


1%

__ADS_1


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


[ Mendapatkan lokasi ]


Di layar sistem, terlihat jelas lokasi mana saja di daerah Indonesia ini, yang bisa didatangi oleh Jamal. untuk mendapatkan bibit pohon durian siap tanam. Dalam jumlah yang cukup banyak.


Dari informasi tersebut, beberapa daerah bisa ditemukan dengan jenis-jenis durian yang berbeda-beda.


Dari jenis-jenis durian yang biasa dikenal secara luas adalah :


1.Durian Montong. Durian Montong memiliki ukuran yang paling besar dibandingkan jenis durian lainnya.


2.Durian Musang King. Durian Musang King berasal dari Malaysia.


3.Durian Hitam atau Ochee. Durian Hitam atau Ochee memiliki daging buah yang tidak lengket ketika di pegang.


4.Durian Bawor.


5.Durian Merah.



Durian Petruk.



Sedangkan untuk daerahnya, Jamal bisa mencarinya ke beberapa tempat ini.


1.Kampung Durian Mantenan, Magelang.


2.Lampung.


3.Banjarnegara.


4.Desa Durensari, Trenggalek.


5.Desa Sangkanwangi, Banten.


6.Desa Alasmalang, Banyumas.


7.Desa Songgon, Banyuwangi.


Jamal kembali mencari tahu, kelebihan-kelebihan dari durian tersebut.


Dan setelah selesai mendapat informasi yang dia inginkan, akhirnya Jamal berniat melakukan siaran langsung. Untuk mencari tahu, dengan bertanya kepada para penggemarnya. Kira-kira di daerah mereka ada tidak, yang mempunyai banyak petani durian, yang menyemaikan bibit pohon durian komersial.


Dengan begini, Jamal berharap agar bisa dibantu oleh para penggemarnya, untuk bisa mendapatkan bibit pohon durian tersebut.


Akhirnya Jamal menonaktifkan layar sistem. Kemudian mulai bersiap untuk melakukan siaran langsung.


^^^Hai semuanya... Selamat siang...^^^


^^^Apa kabar Indonesia...^^^

__ADS_1


^^^Apa kabar kalian semua??? Semoga tetap sehat dan berbahagia ya gaesss...^^^


^^^Ibu-ibu, apa kabar dapur? Sudah rapi, sudah masak apa belum ini? terus, masak apa hari ini, ibu-ibu cantik se Indonesia...^^^


Siaran Jamal siang ini, langsung mendapatkan perhatian banyak netizen. Baik yang pendukung maupun yang tidak menyukai dirinya.


Tapi keberadaan mereka semua, sebenernya sama saja artiannya, karena mereka yang tidak suka, nyatanya tetap mengikuti apa yang menjadi kegiatan Jamal Farm News.


Akhirnya, Jamal menyampaikan maksud dari siaran langsungnya siang ini. Yaitu mencari bibit pohon durian, dengan jumlah yang sangat banyak.


^^^Jamal Farm News, sedang mengadakan program untuk perkebunan durian. Jadi, untuk yang mempunyai info di mana bisa mendapatkan bibit pohon durian dalam jumlah yang banyak, tolong berkomentar ya...^^^


^^^Bagi yang memilikinya, langsung cuss juga ya... Kami akan membelinya dengan harga yang pantas, sesuai dengan harga pasar. Terserah mau menggunakan pengiriman dengan cara seperti apa, kami akan mengusahakannya.^^^


Dari berbagai komentar yang masuk, ada beberapa netizen yang di daerah mereka merupakan sentra durian. Dengan petani-petani durian yang memiliki suatu ada seperti koperasi, untuk pembinaan dan pengembangan bibit.


Jadi, Jamal bisa mendapatkan bibit dari sana langsung. Dengan bertemu pengurusnya.


Tentu saja ini membuat Jamal merasa senang, karena dengan demikian, dia tidak perlu mencari ke sana kemari. Untuk bisa mendapatkan pipit durian yang dia perlukan.


Jamal mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka, yang sudah mau ikut membantu, mendukung dan mendoakan. Untuk program yang baru akan berjalan nanti, setelah semuanya siap.


Kini, Jamal ingin beristirahat. Sebab rasa lelah yang dia rasakan belum hilang. Karena semalam baru pulang bersama dengan Tarno, setelah seharian pergi.


Dan pagi tadi, iya juga sudah pergi ke lahan kentangnya karena hari ini sedang ada pemupukan.


Dia tidak mungkin membiarkan lahan tentangnya meskipun dia sedang berkonsentrasi dengan program pohon durian yang baru akan berjalan.


"Mas. Tadi pagi ada pak RT, yang datang mencari mas Jamal."


Indah datang ke ruangan kerja Jamal, dengan memberitahukan bahwa pak RT sedang mencarinya.


"Ada keperluan apa Yang?"


Jamal merasa jika dia tidak sedang berkepentingan dengan pak RT. Tapi bisa jadi, pihak kelurahan atau RT, yang sedang membutuhkan dirinya.


"Gak tahu Mas. Tadi pak RT cuma mengatakan, jika mas Jamal sudah tidak sibuk, diminta untuk menghubungi beliau."


Jamal menganggukkan kepalanya, kemudian mengambil ponselnya, yang ada di atas meja, untuk menghubungi pak RT.


Mungkin ada sesuatu yang penting, sehingga pak RT tidak menyampaikannya pada Indah.


Padahal biasanya, pak RT akan memberikan informasi atau pun undangan. Jika itu kepentingan umum, akan dititipkan pada istrinya itu.


Jadi, Jamal merasa jika ini hanyalah hal yang bersifat pribadi. Yang mungkin saja dalam keadaan mendesak. Sehingga pak RT tidak ingin ada orang yang tahu.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


Tapi panggilan yang dilakukan oleh Jamal tidak ditanggapi oleh pak RT.


Jamal mencoba untuk mengulangi panggilan telponnya, karena kemungkinan besar, pak RT juga dalam keadaan sibuk.


Tut tut tut!


Tut tut tut!


..."Halo Bos Jamal. Maaf ya, jika Aku mencarimu." ...


..."Tidak apa-apa pak RT. Ini ada apa ya? Kok sepertinya penting banget." ...


..."Emhhh... ini Bos Jamal, anu, eghhh... bisa tidak, jika ponakan saya, dari luar kota diterima sebagai supir? Dia... Dia mencari-cari kerjaan, tapi belum dapat-dapat."...


Jamal terdiam sejenak, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pak RT, terkait dengan keponakannya yang ingin ikut bekerja bersama dengannya.

__ADS_1


Padahal tiga truk yang dia miliki, saat ini sudah ada supirnya masing-masing.


Lalu, jika dia menerima seorang supir lagi, harus pegang apa dia?


__ADS_2