
"Gak tahu juga Mas. Coba saja."
Indah memberikan jawaban kepada suaminya, jika dia memang tidak pernah mengetahui, bagaimana reaksi dari Dewi Riani. Jika dipanggil dengan nama yang lengkap, pada saat keadaan serius. Misalnya saja saat memberikan dia tugas atau pekerjaan yang memang seharusnya dilakukan.
Tapi Jamal juga tidak mau gegabah, atau coba-coba. Hanya untuk memberikan ujian untuk karyawan baru nya itu.
Akhirnya, Jamal setuju mengajak Rian, untuk pergi ke lahan kentang nanti malam. Menjaga kentang-kentang miliknya, supaya tidak ada hama ulat-ulat penggerak pada saat panen tiba besoknya.
Jamal berharap, ulat-ulat penggerak tersebut, supaya tidak mencuri kentangnya. Karena bales dendam yang ingin mereka lakukan pada Jamal.
Sekarang, Jamal pamit pada istrinya, untuk masuk kembali ke ruangan kerjanya. "Aku balik ke kamar ya Yang."
Indah menganggukkan kepalanya mengiyakan saja. Sebab, saat ini dia masih sibuk di dapur.
Di ruang kerjanya, Jamal mencoba mencari tahu tentang keanehan Rian pada sistem. Apakah sistem tahu tentang kebenaran yang sesungguhnya pada diri Rian, atau murni bahwa kejiwaan Rian memang ganda.
[ Ding ]
[ Selamat siang Tuan ]
'Aku ingin mengajak karyawan baru yang ada di rumah sebelah nanti malam. Untuk pergi menjaga kentang-kentang yang akan dipanen besoknya. Apakah Aku bisa mengajaknya? Tapi Aku juga ingin tahu tentang sebenar yang dia sembunyikan. Apakah dia itu memang berkepribadian ganda, atau karena sesuatu hal yang membuat situasi yang ada, membiasakan dirinya untuk menyesuaikan?'
[ Ding ]
[ Pencarian untuk teman berjaga kentang ]
[ Nama yang terdeteksi oleh sistem ]
[ Dewi Riani ]
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
[ Ding ]
Layar sistem memberikan penjelasan kepada Jamal tentang Dewi Riani.
Ternyata, Dewi Riani ini sudah dikaitkan dengan sistem. Sehingga dia di program untuk bisa mengikuti kegiatan apapun, yang sedang dilakukan oleh Jamal. Sebab, Dewi Riani ini bisa bersikap atau bertingkah laku secara fleksibel. Sesuai dengan tempat, waktu dan keadaan di mana dia dibutuhkan.
Jadi ternyata, Dewi Riani ini bukankah keponakan asli dari pak RT. Maksudnya, secara fisik memang dia keponakannya pak RT. Tapi, untuk kepribadiannya, sikapnya dan tingkah lakunya, ternyata sudah tidak lagi murni. Sebab dia sudah berkaitan dengan sistem yang ada pada dirinya Jamal.
Sekarang, yang menjadi pertanyaan Jamal adalah, siapa yang memberikan tugas pada Dewi Riani? Kenapa dia bisa datang dengan tiba-tiba, untuk membantu meringankan pekerjaan Jamal.
__ADS_1
'Memangnya, siapa yang memberikan tugas kepada Dewi Riani?'
[ Ding ]
[ Dari planet XMoon sendiri Tuan ]
'Jadi, dia salah satu sistem nama sepertimu cuma dia nyata?'
[ Ding ]
[ Kira-kira seperti itu Tuan ]
'Jadi, jika dia tidak datang langsung dari planet XMoon, Dewi Riani ini adalah orang yang dipengaruhi oleh sistem untuk membentuk uji dengan data tidak seperti mul yang hanya sekedar sistem semata. Apakah seperti itu?'
[ Ding ]
[ Ya Tuan ]
'Hemmm... cukup menarik juga. Jadi, Aku bisa meminta bantuannya dengan cepat meskipun dia sedang berada di setuju mini.'
[ Ding ]
[ Apa masih ada yang ingin ditanyakan Tuan ]
'sepertinya tidak. Aku akan bertanya lagi nanti jika ada kesulitan.'
[ Ding ]
[ Baik Tuan ]
Jamal mendekat ke arah bibit kentang yang berada di sudut ruangan, untuk memeriksa secara langsung.
Tapi ternyata, Jamal tidak menemukan apa-apa yang bisa di curigai. Karena pada kenyataannya, semua bibit kentang berwarna berbentuk sama saja dan tampak seperti biasanya juga.
Setelah memastikan bahwa semua baik-baik saja, Jamal kembali ke luar dari ruangan nya, kemudian menemui istrinya yang masih berada di dapur.
"Yang," panggil Jamal dari arah pintu dapur.
Indah yang masih menyelesaikan pekerjaannya, tidak langsung menoleh karena tinggal sedikit lagi.
Dia hanya menyahut panggilan suaminya itu, tanpa menuliskan kepalanya. "Ya Mas, ada apa?" tanya Indah tetap dengan pekerjaannya.
"Habis ini ada yang mau dikerjakan lagi gak?"
"Emhhh... gak ada sih Mas. Paling ya... bantu nyuapin anak-anak aja. Emang kenapa Mas?" tanya Indah, sambil menolehkan kepalanya sebentar, ke arah suaminya itu.
"Gak apa-apa. Mau ajak makan khusus dan spesial aja sih," terang Jamal, dengan perkataan atau kalimatnya yang tidak dimengerti oleh Indah.
"Apaan itu Mas?"
Sekarang, Indah bertanya dengan mendekat ke arah Jamal, karena dia sudah rapi dengan menyelesaikan pekerjaannya.
"Aku mau makan siap bareng Kamu Yang," sahut Jamal cepat, masih dengan kalimatnya yang membingungkan.
__ADS_1
Kening istrinya itu terlihat jelas jika sedang bingung, karena sedari tadi mengerut.
"Kenapa? Kamu bingung ya Yang?" tanya Jamal, yang langsung diangguki oleh Indah.
Dia memang tidak tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh suaminya itu. Karena sedari tadi, membicarakan tentang makanan khusus, spesial, dan yang lainnya. Tapi tidak mengerti apa tujuannya.
Akhirnya, Jamal merasa gemas sendiri. Karena Indah tidak mengerti juga, apa maksud dari perkataannya yang tadi.
Dengan gerakan cepat, Jamal akhirnya membopong tubuh istrinya. Kemudian membawanya masuk ke dalam kamar mereka. Karena dia sedang ingin memakan Indah siang ini juga.
"Awww..."
Indah menjerit kaget, karena perlakuan Jamal yang secara tiba-tiba ini. Tapi dia langsung menutup mulutnya sendiri dengan tangan, supaya suara teriaknya tidak terdengar oleh siapapun, atau sampai ke luar rumah.
Akhirnya siang ini, sebelum acara makan siang di mulai, Jamal memakan istrinya terlebih dahulu. Di kamarnya sendiri.
Dia ingin menikmati istrinya, karena nanti malam harus pergi ke lahan kentang.
Dan Indah, tidak mungkin bisa menolaknya.
"Gini kok dari tadi gak ngerti-ngerti Kamu Yang," gerutu Jamal, di saat mereka menyelesaikan dua babak.
Indah tersenyum simpul menanggapi gerutuan suaminya. Karena dia memang tidak memahami sendiri. Maksud dari perkataan yang diucapkan oleh suaminya.
Karena tidak mendapatkan tanggapan yang berarti, Jamal kembali menyentuh butuh istrinya. Dan memberikannya efek yang lebih dari pada tadi.
Nyatanya, indah selalu memberikan reaksi yang positif atas tindakannya itu.
*****
Selesai makan siang.
Jamal mengajak dewi riani untuk berbincang sebentar. Dan ini, dalam keadaan normal bukan terkait tugas. Sehingga Jamal bisa dengan bebas memanggil nama Dewi Riani.
"Nanti malam kita mulai kerja ya Dew," kata Jamal memulai perbincangan mereka berdua.
"Siap Bos. Ke mana kita?" tanya Dewi Riani, yang ternyata antusias juga, saat diberikan tugas. Meskipun sudah diberitahu jika itu adalah malam hari.
"Lahan kentang. Kamu gak apa-apa kan malam-malam di lahan kentang sama Aku?" tanya Jamal lagi, mencoba untuk memancing Dewi Riani.
Jamal ingin supaya Dewi Riani membeberkan tentang kepribadian ganda nya, dan tidak diam saja seperti tidak terjadi apa-apa.
Tapi ternyata Dewi Riani tidak menjelaskan apa pun. Dan dia tetap terdiam, di saat Jamal mulai menyingung soal pekerjaannya, yang harus dilakukan pada malam hari. Apalagi ini berada di ruangan terbuka, yaitu berada di lahan kentang yang akan segera di panen.
"Saya siap Bos. Kapan saja dan dimana saja. Saya tidak perlu pengamanan khusus, karena Saya yang akan melindungi Bos."
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Dewi Riani, yang sepertinya sedang meyakinkan Jamal, membuat Jamal harus memiringkan kepalanya.
"Kamu, apa Kamu ingin membicarakan sesuatu? bicara saja, Aku tidak apa-apa. Aku akan dengarkan apapun yang ingin Kamu katakan saat ini."
Jamal berusaha meyakinkan Dewi Riani, bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya. Jadi, Jamal meminta pada Dewi Riani untuk berbuka.
"Baik Bos. Terima kasih."
__ADS_1
Jamal semakin tidak mengerti, atas jawaban yang diberikan oleh Dewi Riani. Yang pada kenyataannya, wajahnya dan auranya itu lebih datar jika dibandingkan dengan meja yang saat ini ada di depan mereka berdua.