Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Pasca Bencana


__ADS_3

Setelah mendapatkan perawatan medis secara intensif, orang yang tadi baru saja ditolong mulai menggerakkan tangannya.


Lama-lama, orang tersebut sadar dan bingung dengan keadaannya sendiri.


"Sonya? Di mana Sonya?"


Semua orang saling pandang, karena orang tersebut mencari nama seseorang yang dia panggil dengan sebutan Sonya.


"Maaf, apakah Anda ingat, siapa nama Anda?"


Akhirnya salah satu dari mereka nya kepada orang tersebut.


"Aku Jamal. Warga desa G." Ternyata orang itu bisa menjawab pertanyaan dengan cepat. Dan dia juga ingat semuanya.


Mulai dari nama istrinya, anaknya dan juga ibunya, serta semua teman-temannya. Termasuk perjalanannya ke planet XMoon.


Di saat orang-orang mulai percaya, akhirnya mulai tidak percaya lagi, karena di akhir ceritanya tentang planet XMoon, yang baru saja dia kunjungi beberapa waktu yang lalu.


"Maaf, Anda tahu tidak, bagaimana keadaan Anda sendiri di saat ada bencana ini?"


Mendapatkan pertanyaan yang tidak pernah dia ketahui, tentu saja orang tersebut mengelengkan kepalanya. Karena dia hanya ingat, jika dia sedang berada di planet XMoon.


Akhirnya semua utang justru mengelengkan kepalanya, karena menganggap orang tersebut sedang berada pada kondisi tekanan paska bencana.


Mereka berpikir bahwa, orang ini sedang kehilangan akal. Karena terbentur pada reruntuhan bangunan.


"Biarkan saja dia berpikir jernih dulu. Dia butuh waktu."


Akhirnya, orang tersebut dibiarkan sendiri dengan pikirannya. Tanpa harus diganggu. Karena mereka masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.


"Bolehkah Aku pulang?" tanya Jamal bingung dengan keadaan sekitarnya.


Dia tidak mengenal siapapun di tempat ini. Jadi dua berpikir untuk mencari istri dan anak-anaknya. Juga ibunya yang tentu saja saat ini sedang mencarinya.


"Anda tahu jalan pulang ke rumah, di desa G?"


"Tentu saja Aku ingat. Aku ini orang sini asli. Meskipun Aku pernah pergi ke planet XMoon seminggu, Aku tidak akan lupa dengan jalan pulang ke rumah."


Setelah memastikan bahwa, di daerah sini memang ada nama desa G, mereka akhirnya membiarkan Jamal pulang.


"Kami bisa antar Anda pulang."


"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri!"


Jamal tidak mau diantar oleh orang yang tidak dia kenali. Apalagi, orang tersebut menggunakan seragam medis. Jadi dia berpikir bahwa orang tersebut masih punya banyak pekerjaan, sedangkan dia hanya butuh untuk pulang ke rumah.


Akhirnya Jamal pulang ke rumah jalan kaki. Jika ada mobil yang lewat yang searah dengannya, dia menghentikan untuk ikut hingga jalan yang akan menuju ke desanya.


Begitu seterusnya, hingga dia pindah beberapa mobil pick up atau truk, yang sedang mengangkut barang-barang bantuan yang akan didistribusikan.


Hingga akhirnya, dia bertemu dengan truk yang akan menuju ke desanya, yaitu desa G.


"Aku mau numpang hingga desa G, apa bisa?" tanya Jamal setelah truk yang dia hentikan berhenti.


"Kebetulan. Kami sedang menuju ke desa G untuk distribusi bantuan. Mari!"


Akhirnya Jamal ikut naik, dan bisa berbincang-bincang dengan supir serta kernetnya.


Dari mereka berdua, akhirnya Jamal sedikit tahu bahwa, daerahnya ini baru saja selesai mengalami bencana alam.


Setelah beberapa saat kemudian, truk tersebut akhirnya tiba di desa G. Dan Jamal masih ingat dengan bangunan pengilingan padinya ini. Sebab, tempat yang dijadikan sebagai tempat pengungsian adalah pengilingan padi miliknya. Meskipun ada beberapa bangunannya sudah yang rusak.


Untungnya ada warga pengungsi yang mengenali siapa Jamal.


"Bos Jamal!"


"Hah, bos Jamal! mana?"

__ADS_1


Akhirnya semua orang yang mengenal Jamal, menjabat tangannya Jamal. Mereka senang karena pada akhirnya Jamal selamat, meskipun keluarganya belum diketahui nasibnya.


"Jadi begitu ceritanya bos Jamal," terang seseorang setelah selesai memberikan penjelasan kepada Jamal.


"Jadi, anak-anakku tidak diketahui nasibnya? Memang di mana istriku dan Ami?"


"Waktu itu, bos Jamal sedang sakit di rumah sakit. Mereka menunggu bos Jamal di sana. Dan bencana ini terjadi begitu saja, tanpa bisa diketahui sebelumnya."


Jamal sedih mendengar cerita orang tersebut. Dan memutuskan untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu.


"Aku mau pulang dulu."


"Tapi Bos, rumahmu sudah roboh. Waktu ada evakuasi, tidak di temukan apa-apa di sana. Maksudku anak-anak bos Jamal."


Tapi Jamal tidak peduli. Dia tetap pulang ke rumahnya, untuk mencari jejak tentang anak-anaknya.


*****


Di depan bangunan rumahnya yang sudah hancur. Jamal melihat ke seberang jalan, di mana gudang alat-alat pertanian yang dulu dia simpan.


Gudang yang sebenarnya adalah rumah lamanya itu, ternyata tidak rata dengan tanah, alias masih berdiri meskipun atapnya sudah banyak yang hilang. Dengan dinding-dinding kayunya yang juga menghilang.


Jamal melangkah ke ke rumah tersebut. Rumah peninggalan ayah dan ibunya yang sudah dijadikan gudang.


"Uhuk-uhuk!"


Jamal terbatuk-batuk, di saat memasuki rumah tersebut.


"Alfa, Beta, Candra, Dinda, Elsa!"


Tapi panggilan Jamal tidak ada yang menyahuti. Karena memang tidak ada anaknya di rumah tersebut.


Dia akhirnya terduduk di lantai, dan menangis dengan memukuli lantai tempatnya berada.


Dugh!


Dugh!


"Kemana kalian semua?"


Jamal masih berada di lantai dekat posisi terduduk sambil memukuli lantai rumahnya.


Hingga tiba-tiba sistem aktif dengan sendirinya.


[ Ding ]


[ Selamat sore Tuan ]


'Kamu lagi. Apa mau mu?'


[ Ding ]


[ Upgrade Sistem berhasil ]


'Apa yang berhasil? Aku kehilangan semuanya!'


[ Ding ]


[ Yakin kehilangan semuanya ]


'Apa maksudmu? Apa Kamu tidak lihat, semuanya sudah tidak ada lagi!'


[ Ding ]


[ Sistem akan mengembalikan semuanya ]


'Apa yang bisa Kamu kembalikan?'

__ADS_1


[ Ding ]


[ Semua yang sudah hilang ]


'Aku tidak tahu apa yang bisa Aku miliki lagi.'


[ Ding ]


[ Tuan masih punya kesempatan ]


[ Terima atau tidak ]


'Aku tidak tahu apa yang bisa Aku pertahankan. Jadi Aku akan terima!'


[ Ding ]


[ Penyatuan sistem yang baru ]


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


[ Penyatuan selesai ]


Dan Jamal bisa melihat bagaimana keadaan dirinya beberapa saat, sebelum akhirnya bencana itu datang.


Dia juga bisa melihat bagaimana istri dan Ami nya, juga anak-anaknya yang berjumlah lima orang. Dan semuanya ternyata selamat. Tapi ada ditempat yang berbeda. Sedangkan Umi, sedang sakit parah.


Setelah sadar, Jamal segera mencari jalan, supaya dia bisa bertemu dengan istri dan juga anak-anaknya.


Dia ingin memulai kehidupan baru bersama dengan mereka. Dengan atau tanpa sistem.


[ Ding ]


[ Jangan melupakan Sonya Tuan ]


'Sonya? siapa Sonya?'


[ Ding ]


[ Sistem yang membantu Tuan ]


[ Upgrade terbaru kode series XX2121 ]


'Jafi, Sonya itu sistem?'


[ Ding ]


[ Benar Tuan ]


'Oh ya. Aku berterima kasih padamu.'


[ Ding ]


[ Sama-sama Tuan ]

__ADS_1


Setelah selesai berurusan dengan sistem, Jamal berlari ke tempat yang dia yakini sebagai tempat pengungsian anak-anaknya. Karena di pengungsian tersebut adalah yang paling dekat dari tempatnya saat ini.


__ADS_2