
Kehidupan Jamal dan keluarganya benar-benar di mulai dari nol lagi.
Tidak ada kemewahan dan kemudahan, sama seperti yang dulu. Apalagi ada lima anak yang masih kecil-kecil, yang tentunya lebih merepotkan mereka dalan melakukan apa-apa, termasuk dengan pekerjaan mata pencaharian.
Untung saja ada Lina, yang ikut membantu dan merawat kelima anak mereka. Jadi pekerjaan Indah tidak terlalu kerepotan. Sehingga Indah juga bisa membantu Jamal untuk mengolah tanah yang dulu digunakan untuk lahan padi menjadi lahan kentang.
Selain mendapatkan bantuan dari sistem, Indah juga mengusulkan supaya kegiatan mereka ini didokumentasikan dalam bentuk video, supaya bisa dipublikasikan. Dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Sonya, alias sistem yang baru dan membantu pekerjaan Jamal, juga ikut membantu proses media sosial mereka yang mempunyai canel khusus. Dan sudah dipatenkan.
Jamal Farm News
Jamal dan Indah, bekerja sama untuk mengembangkan canel khusus mereka ini. Sehingga membuat mereka banyak dikenal orang lain, dari berbagai penjuru kota dan bahkan dunia.
Mereka benar-benar berusaha untuk bisa bangkit dari keterpurukan, pasca bencana alam kemarin.
Jamal juga sudah berterus terang kepada Indah, tentang sistem Sonya yang dia miliki dari planet XMoon ini.
Dan ternyata, Indah tidak mempermasalahkan soal sistem tersebut. Bahkan dia mendukung segala sesuatu, yang bisa membuat Jamal semakin maju dalam usahanya, bersama dengan sistem tersebut.
"Kamu gak apa-apa kan Yang?" tanya Jamal, di saat memberitahu Indah tentang sistem bertani dengan series kode miliknya Sonya.
"Gak apa-apa Mas. Indah akan tetap mendukung, apapun yang mas Jamal lakukan. Untuk keberhasilan usaha kita ini."
Jamal memeluk istrinya, dengan menciumi kening dan pipi istrinya itu.
"Terima kasih Yang. Dengan begitu, Aku bisa tenang dengan semua yang sudah menjadi agenda dan rencana ke depan nanti."
Begitulah kira-kira awal mula dari semua usaha mereka yang sekarang sudah membuahkan hasil.
Para pengikut canel khusus mereka, di sosial media, tidak hanya dari kalangan petani. Tapi banyak juga dari anak-anak muda dan orang-orang kota. Yang selalu menanti kegiatan Jamal dan Indah melalui siaran langsung di canel Jamal Farm News.
Kentang yang digarap Jamal juga membuahkan hasil. Bahkan, sebelum masa panen tiba, sudah ada yang menawar dengan harga yang tinggi.
Tentu saja Jamal dan Indah merasa sangat puas dengan hasil yang maksimal atas usaha mereka kali ini.
Ada lagi kejutan dari para pengikutnya, yang memberikan daftar pesanan kentang, bahkan sebelum kentang-kentang belum di tanam.
Apalagi di saat pembeli pertama memberikan komentar baik, dan memuaskan. Bahkan menilai jika kentangnya Jamal sangat enak untuk di masak dalam bentuk apapun.
Itulah sebabnya, banyak dari mereka yang merasa penasaran dan akhirnya membuat pesanan.
"Hasil panen kita kaki ini buat renovasi rumah ya Yang," ujar Jamal meminta ijin.
Dia berpikir bahwa, rumahnya ini terlalu sempit untuk kelima anaknya. Yang saat ini sudah aktif dalam melakukan apa-apa sehingga memerlukan tempat yang lebih luas.
Indah tidak merasa keberatan, karena dia juga merasakan kerepotan kakaknya, Lina, saat mengasuh kelima anaknya.
"Kita juga bisa mempekerjakan satu orang pembantu, untuk membantu mbak lina Mas."
"Ambil dari tetangga saja Yang. Siapa tahu ada yang mau," usul Jamal, yang berpikir bahwa, lebih baik mencari orang terdekat untuk menemani anak-anaknya. Karena itu lebih aman, daripada mengambil orang luar yang tidak dikenal.
Indah mengangguk setuju, sehingga dia segera memberitahukan hal ini kepada Lina. Supaya kakaknya sendiri yang memilihnya, tetangga mana yang cocok untuk menjadi partner kakaknya itu dalam menjaga anak-anak mereka.
__ADS_1
Tapi ternyata Lina merasa keberatan, jika harus mencari orang luar. Karena dia masih sanggup untuk menjaga kelima anak-anaknya Indah dan Jamal.
"Tidak perlu Dek. Mbak masih sanggup kok menjaga mereka. Lagipula, mereka itu tidak rewel. Cuma kalau anak segitu udah biasa bergerak kesana-kemari."
Mendengar perkataan kakaknya, Indah dan Jamal saling pandang.
"Bener Lin Kamu gak keberatan?" tanya Jamal memastikan.
Tapi ternyata, Lina benar-benar menganggukkan kepalanya. Karena dia tidak mau mencari orang lain, untuk menjaga kelima keponakannya.
"Apa perlu Aku yang cari sendiri?" tanya Jamal lagi. Karena dia berpikir bahwa, Lina sungkan untuk mencari orang lain. Karena akan dianggap bahwa dia tidak ikhlas dalam menjaga anak-anaknya Jamal.
"Gak mas Jamal. Aku tidak butuh teman untuk Alfa dan saudara-saudaranya."
Akhirnya perdebatan mereka bertiga tidak lagi dilanjutkan karena dianggap selesai. Tidak akan ada orang lain lagi yang akan berada di rumah mereka ini, meskipun hanya sekedar menjaga anak-anak.
*****
[ Ding ]
[ Selamat malam Tuan ]
'Sonya. Apa Kamu butuh sesuatu? Aku sedang tidak bekerja dan tidak membutuhkan penjelasan untuk kegiatan di lahan kentang."
[ Ding ]
[ Apa Tuan bisa pergi ke planet XMoon ]
'Untuk apa?'
[ Ding ]
'Tapi, apa Aku perlu pingsan atau koma juga?'
[ Ding ]
[ Tidak Tuan ]
'Lalu, bagaimana caranya Aku bisa ke planet XMoon?'
[ Ding ]
[ Tuan cukup bercinta dengan istri Tuan
'Aku setiap malam masih aktif bercinta dengan istriku, tapi Aku tidak pernah bisa ke sana?'
[ Ding ]
[ Tuan bercinta dengan jumlah lima ]
[ Tapi untuk yang ke lima itu, Tuan sudah ada di planet XMoon ]
'Tapi, apa itu tidak mempengaruhi istriku?'
__ADS_1
[ Ding ]
[ Tidak Tuan ]
'Baiklah. Malam ini Aku akan menuruti kemauanmu.'
[ Ding ]
[ Bersiaplah Tuan ]
[ Dalam hitungan 1/100 Tuan melakukannya ]
[ Ding ]
[ Permainan di mulai ]
1%
10%
20%
30%
40%
50%...
Sampai selesai menjadi 100%.
[ Ding ]
Sekarang, Jamal seakan-akan kembali ke sebuah rumah, di mana rumah tersebut adalah rumahnya yang ada di planet XMoon.
Rumah yang sudah menjadi tempat yang biasa digunakan untuk bercinta dengan Sonya.
Manusia pertama yang dikenal Jamal di planet XMoon ini, di saat dia sedang dalam keadaan koma di rumah sakit.
"Sonya?"
Jamal terkejut dengan keberadaan Sonya, yang ternyata sudah duduk di kursi tamu, dengan menggunakan pakaian haram.
Semua bagian tubuhnya hanya berbalut pakaian yang sangat tipis, yang memperlihatkan semua bentuk tubuhnya, dibalik pakaiannya itu.
Bahkan tidak ada pakaian dalam yang digunakan sehingga semuanya tampak jelas.
Jiwa lelakinya Jamal pun bangkit, sehingga dengan cepat dia menyerbu Sonya, yang memang sudah siap menunggunya kedatangannya.
"Mas..."
Suara Sonya yang men_desah, membuat Jamal semakin beringas.
Dia menggunakan keahliannya dalam bercinta, yang selama ini dilakukan bersama Indah dan juga Sonya, saat di planet XMoon kemarin-kemarin.
__ADS_1
Dan ternyata Sonya juga sangat menyukai permainan Jamal. Bahkan meminta jamal untuk melakukannya lagi dan lagi, tanpa ada kata bosan.
"Mas... ahhh... Besok ke sini lagi ya Mas."