Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Salah Paham


__ADS_3

Pagi-pagi, Desa G heboh.


"Bos Jamal gancet!"


"Bos Jamal gancet!"


"Bos Jamal gancet di lahan kentang!"


"Di lahan kentang?"


"Di rumah kan enak, ngapain di lahan kentang?"


"Sama siapa gancet?"


"Ah berita gak jelas!"


"Ahh masak sih?"


"Ngapain sih, ini berita pasti cuma isu!"


"Biar tambah tenar ya?"


(Ada yang gak tau arti gancet? coba tanya maha guru google ya, hehehe...)


Berita ini tentu saja mengejutkan semua warga. Karena berita tentang Jamal yang katanya gancet.


Yaitu tentang keadaan Jamal, yang ditemukan sedang tertidur berdua bersama dengan seorang wanita, yang belum pernah mereka kenal di lahan kentang milik Jamal sendiri.


Hal ini memicu banyak komentar dan juga pemikiran orang-orang, tentang apa yang terjadi pada Jamal.


Pak RT yang mengenal Dewi Riani, karena keponakannya sendiri, tentu saja kaget atas berita ini. Dia tidak pernah menyangka, jika perlakuan Jamal pada keponakannya akan seperti itu.


Dia tidak pernah menyangka, jika Jamal yang memang sudah pernah di ketahui punya istri dua, masih ingin mendapatkan wanita lagi. Padahal Dewi Riani sebenarnya bukan wanita tulen, tapi lebih seperti wanita jadi-jadian. Itu menurut mereka sendiri.


Tapi hal itu membuat mereka maklum, karena meskipun berpenampilan Dewi Riani seperti laki-laki, tapi tetap saja dia seorang perempuan.


Tentu saja hal ini juga membuat Indah kaget, karena sebenarnya Indah percaya bahwa Dewi Riani tidak akan menggoda suaminya. Karena baik penampilan maupun sikap Dewi Riani yang seperti tidak pada umumnya.


"Wahhh... Bos Jamal ternyata doyan sana-sini. Padahal cakep mana sih, perempuannya aja kayak gitu!"


"Meskipun aneh, tetap saja dia perempuan. Masih bisa diajak bercinta juga kan?"


Banyak sekali orang-orang yang membicarakan tentang Jamal dan Dewi Riani, yang tadi pagi ditemukan sedang dalam keadaan tertidur berdua saja di lahan kentang. Tanpa ada yang tahu bagaimana kebenaran yang sesungguhnya.


Indah yang mendengar dari tetangganya, akhirnya segera pergi ke balai desa. Karena saat ini, suaminya sedang di arak bersama dengan Dewi Riani juga.


Jamal tidak bisa membela diri, karena begitu dia bangun, sudah dikerubungi oleh orang banyak. Begitu juga dengan Dewi Riani yang sama-sama baru terbangun.


Di balai desa, semua warga sudah berkumpul, kerumunan secara berkelompok-kelompok, untuk mendengarkan penjelasan dan pembelaan yang akan disampaikan oleh Jamal sendiri.


Sebab, dia memang belum punya waktu dan kesempatan, untuk memberikan penjelasan atas tuduhan yang ditujukan untuknya.

__ADS_1


Dewi Riani, juga tidak mampu berkata-kata. Sebab sekali orang-orang yang menuduhnya, mengatainya dan mengolok-olok dirinya, tanpa memberinya kesempatan dan waktu untuk mengatakan kebenaran dan penjelasan terlebih dahulu.


Terutama para wanita, yang terlihat sangat marah dan jengkel. Dengan semua yang mereka lihat dan dengar pagi ini.


"Cah wedok kok senengane ngrebut duweke wong! Opo yo biso bahagia ngono kuwi?"


"Tukang nikung nih?"


"Amit-amit deh!"


"Orang gak cantik sih, pantes aja kelakuannya kayak gitu! siapa juga yang mau sama dia? cewek gak, cowok juga meragukan!"


Indah, yang baru saja datang, langsung meminta jalan, supaya bisa sampai ke depan kerumunan.


"Mbak Indah. Maaf..."


"Huuu..."


Dewi Riani belum sempat menyelesaikan kalimatnya, yang dia tujukan untuk Indah. Tapi kerumunan warga, sudah menyorakinya.


Ini membuat Dewi Riani menciut, karena suaranya tertelan oleh suara warga. Sehingga tidak mungkin Indah ataupun yang lainnya, bisa mendengarkan penjelasannya sedangkan baik.


Begitu juga dengan Jamal, yang melihat keberadaan istrinya. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya, kemudian berjalan mendekat ke arah Indah.


"Yang, maaf. Ini tidak sama seperti yang katakan orang-orang. Kamu percaya sama Aku kan Yang?"


Jamal berharap, agar istrinya itu lebih percaya padanya daripada orang lain. Karena menurutnya, para warga hanya mengarang cerita saja. Sehingga membuat fitnah pada dirinya, dan juga Dewi Riani.


"Yang..."


Jamal tidak melanjutkan kalimatnya, karena Indah mengangkat tangannya ke atas. Memberikan pertanda pada suaminya, agar lebih memilih diam saja terlebih dahulu. Daripada banyak bicara sebelum Pak Lurah datang memberikan waktu pada terdakwa untuk konfirmasi.


Dan itu membuat yang lainnya juga akhirnya terdiam, karena melihat ketenangan dari sikap Indah. Yang merupakan istri dari Jamal sendiri.


"Mbak Indah kie kalem banget ya?"


"Kok mbak Indah nggak ngamuk? Nek Aku wes kudu nyakar wajahnya Dewi Riani itu!"


"Iya sama. Pengen tak tampar itu wajahnya!"


"Untung aja tuh Mbak Indah bukan Aku. Hancur lebur itu wajahnya Dewi Riani si penikung. Pelakor sok gak modis?"


"Maksudnya apa pelakor gak modis?"


"Ya itu, pura-pura gak manis, gak feminim. Tapi kelakuan tetap minim!"


"Hahaha... ada-ada saja Kamu!"


Bukan hanya sekedar omongan warga yang cukup pedas, dan asam di telinga siapa saja yang mendengarnya.


Tapi banyak warga yang membawa ponselnya, langsung merekam kejadian ini. Sehingga langsung menjadi trending topik.

__ADS_1


Sayangnya, begitu pak Lurah datang. Semua bisa dikendalikan.


Bahkan, Pak Lurah juga meminta pada semua warganya, untuk menghapus postingan maupun rekaman yang sudah terlanjur mereka lakukan.


Pak Lurah memberikan ancaman, jika peringatan dan perintahnya tadi tidak di indahkan, maka dia akan menuntut warganya sendiri, dengan pasal penyalahgunaan dan penyebaran informasi yang salah. Dan ini ada pada undang-undang IT.


Tentu saja, semua warga desa G menurut. Sebab, mereka sangat tahu bahwa pak Lurah yang sekarang ini, orangnya sangat tegas dan tidak pandang bulu.


Jadi, dengan cepat semua warga yang tadi sudah terlanjur memposting atau menyimpan rekaman tentang kejadian pagi ini, segera menghapusnya.


Mereka semua tidak mau tersandung masalah, hanya karena ingin menyebarkan berita tentang Bos Jamal yang gancet.


Meskipun sebenarnya, mereka juga mengerutu atas ancaman tersebut. Karena dengan menyebarkan berita tersebut, mereka akan lebih terkenal. Apalagi dengan judul yang berbeda dari berita-berita yang lain.


"Mentang-mentang Bos Jamal, pak lurah kayak meng_anak emaskan."


"Wahhh! Gak jadi terkenal ini!


"Jirrr... kagak jadi gancet!"


"Judul woiii judul. Hahaha..."


"Ck! Kampret nih!


Tapi mereka semua hanya bisa mengerutu, tapi tetap melakukan perintah dari Pak Lurah. Sebab jika tidak, mereka akan berhadapan dengan hukum, yang akan dilakukan oleh Pak Lurah sendiri.


Pada saat warganya sudah mulai tenang, dan dipastikan mereka tidak akan melakukan tindakan yang brutal, apa membuat suasana yang tidak menentu, dengan cara yang paling sadis. Yaitu memposting atau merekam sesuatu, yang belum tentu benar. Sehingga akibatnya sangat fatal.


Akhirnya, Pak Lurah mulai melakukan sidang terhadap Jamal dan Dewi Riani.


Dia mulai bertanya pada Jamal terlebih dahulu. "Apa yang sebenarnya terjadi tadi pagi Bos Jamal?"


Jamal, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa, mulai menceritakan kejadian yang dia tahu. Dan pada saat itu, dia baru saja terbangun dari tidurnya.


Pak Lurah mendengarkan penjelasan yang diberikan oleh Jamal, tanpa menjedanya atau memotong kalimat Jamal.


Dia ingin tahu, bagaimana keadaan dan kejadian yang sebenarnya dari versinya Jamal sendiri.


Setelah Jamal selesai memberikan kesaksian, dari penjelasan yang dia berikan, Pak Lurah beralih pada Dewi Riani.


Dia juga memberikan pertanyaan yang sama seperti yang ditanyakan pada Jamal. Supaya bisa menemukan kecocokan dari kedua orang yang sedang bercerita.


Pak Lurah ingin mendengar dari dua sisi, kedua orang terdakwa, yang menceritakan kisah dan kejadian menurut versi mereka.


Semua orang, ikut mendengarkan juga, apa yang udah dikatakan dan dijelaskan oleh Jamal maupun Dewi Riani.


Meskipun ada juga yang menggerutu, mengeluh, mencemooh mereka berdua. Tapi warga tidak ada yang berani mengatakannya secara langsung, karena takut jika Pak Lurah bisa mendengarnya.


Setelah mencerna dan memikirkan apa yang dia dengar dari penjelasan yang diberikan oleh kedua orang yang sedang dia sidang, pak Lurah mengangguk-anggukkan kepalanya. Paham dan mengerti, apa yang sebenarnya terjadi pada padi ini.


"Ini ada kesalahpahaman."

__ADS_1


Mendengar pernyataan yang diucapkan oleh Pak Lurah, semua orang terdiam. Menatap tidak percaya pada pak Lurah. Yang dianggap telah memberikan kesimpulan yang salah, atas apa yang terjadi pada Jamal dan dewi Riani pagi ini.


__ADS_2