Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Klarifikasi


__ADS_3

Balai desa masih ramai dengan keberadaan para warga desa G, yang ingin tahu bagaimana keadaan Jamal dan Dewi Riani dari pengakuan mereka berdua. Juga, dari mereka yang telah menemukan keduanya di lahan kentang.


Mereka semua, sudah tidak sabar. Sehingga banyak orang yang mengerutu dan kesal sendiri.


Tapi mereka juga tidak bisa melakukan apa-apa, karena ancaman yang diberikan oleh pak Lurah tadi. Jadi, hanya bisa menunggu hingga semuanya jelas.


Tidak ada lagi yang membawa kamera ataupun menghidupkan kameranya ponselnya, karena dilarang keras oleh Pak Lurah. Dan itu harus mereka taati.


Akhirnya, sekarang saatnya mereka mendengarkan pengakuan dari Jamal dan Dewi Riani.


"Semalam, Aku memang pergi ke lahan kentang bersama dengan karyawan baru ku itu. Yaitu Dewi Riani, yang merupakan. Dia adalah keponakan Pak RT, yang menjadi karyawan ku. Karyawan editing video dan foto, untuk kelancaran Chanel khusus Jamal Farm News."


Semua orang masih diam, mendengarkan semua perkataan yang diucapkan oleh Jamal. Atas pembelaan dirinya sendiri terhadap tuduhan yang ditujukan untuknya.


Jamal menceritakan tentang keadaan dirinya dan Dewi Riani, yang sebenarnya sedang berburu ulat-ulat penggerak semalaman. Dengan Dewi Riani yang memegang kamera, untuk memvideokan pekerjaan yang dilakukan oleh Jamal. Karena hari ini, seharusnya dia memanen kentang-kentang berwarna miliknya.


Pak Lurah mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penjelasan yang diberikan oleh Jamal. Begitu juga dengan warga, yang diminta untuk tidak memotong kalimat Jamal, yang sedang memberikan penjelasan kepada mereka semua. Supaya jelas dan tidak ada kesalahpahaman lagi.


Setelah Jamal selesai bercerita, sekarang ganti Dewi Riani yang diminta untuk memberikan penjelasan, dan pembelaan diri. Agar bisa mendapatkan kesempatan untuk bebas dari tuduhan tersebut.


Dan inilah yang di nanti-nantikan oleh semua orang. Sebab jika tidak sama seperti yang dikatakan oleh Jamal, itu artinya tuduhan yang ditujukan untuk mereka berdua benar.


Apakah penjelasan yang diberikan oleh Dewi Riani nanti akan sama dengan yang diberikan oleh Jamal, atau justru berbeda dan sama seperti yang saat ini dipikirkan oleh semua orang. Yaitu mereka berdua saling bercinta di lahan kentang semalaman.


Tapi ternyata, Dewi Riani tidak berbicara apa-apa. Dia hanya meminta supaya kameranya dikembalikan, agar dia bisa memberikan bukti yang lebih kuat, dari pada hanya berbicara saja.


"Tolong kamera yang disita dibawa ke sini."


Pak Lurah meminta pada orang yang menyimpan kamera milik Dewi Riani untuk dibawa ke depan.


"Ini kameranya. Apakah ada sesuatu yang bisa Kamu tunjukkan?" tanya paik Lurah, dengan mengembalikan kamera tersebut pada Dewi Riani.


Dewi Riani hanya menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh Pak Lurah untuknya.


Jamal sudah merasa deg-degan, karena dia merasa tidak melakukan pekerjaan apapun semalam. Jadi seandainya rekaman kamera tersebut justru memperlihatkan perdebatan mereka berdua, itu sungguh-sungguh hal yang memalukan. Apalagi jika rekaman yang diambil Jamal di awal, sebelum dia pingsan, dan memperhatikan bahwa Dewi Riani itu seperti sosok lain, karena jadi berbeda. Yaitu menjadi laki-laki, maka rahasia dari Dewi Riani justru akan terungkap. Dan itu akan menjadi sesuatu hal yang sangat besar.


Semua orang sepertinya juga merasakan hal yang sama yaitu, deg-degan dengan apa yang akan mereka lihat nantinya.


Mereka ingin membuktikan, bahwa apa yang dituduhkan kepada Jamal itu memang benar atau hanya skandal yang tidak terbukti.


Atau bisa juga, bukti-bukti sudah direkayasa oleh Jamal maupun Dewi Riani, agar mereka terbebas dari segala hukuman dan celaan semua orang, atas perbuatan mereka sendiri.


Indah, yang saat ini duduk bersama dengan suaminya, Jamal, juga ikut merasakan rasa was-was.

__ADS_1


Apalagi dia juga tahu jika, Dewi Riani, yang merupakan karyawan barunya, bisa menjadi apa saja yang ada pada situasi saat itu.


Tapi di saat indah melihat Jamal yang tampak tenang, meskipun tetap saja ada rasa khawatir, Indah akhirnya ikut merasakan rasa yang lebih tenang. Tidak terlalu tegang, sama seperti di awal dia datang ke balai desa ini.


Dan sekarang, Dewi Riani membuka rekaman kamera yang masih tersimpan secara otomatis, tanpa di edit terlebih dahulu.


"Ini adalah rekaman yang sempat Aku rekam semalam, sebelum akhirnya Aku ikut tertidur. Dan entahlah, apa yang terjadi sehingga kami pun tidak ingat apa-apa, dan memang hanya tidur begitu saja."


Penjelasan yang diberikan oleh Dewi Riani, sepertinya tidak memuaskan rasa ingin tahu semua orang. Karena mereka berharap tidak mendapatkan penjelasan yang seperti itu. Tapi mendapatkan penjelasan dan pembuktian bahwa, apa yang mereka lihat itu adalah sebuah kebenaran.


"Ini rekaman yang Saya sambil semalam. Silahkan, bisa di lihat siapa saja yang ingin melihatnya. Saya belum sempat mengedit atau memberikan sentuhan-sentuhan yang mempermanis penampilan video, karena semalam memang tidak sempat."


Dewi Riani, membuka hasil rekaman video yang dibuat semalam. Agar semua orang bisa ikut menyaksikannya.


Dan ternyata, semua orang memang benar-benar merasa kecewa, pada saat menemukan rekaman yang semalam dilakukan oleh Jamal dan Dewi Riani, hanya semata-mata sedang berburu ulat-ulat penggerek. Dan bukan yang lain.


"Huuuuu..."


"Yahhh... gitu aja?"


"Gak beneran ini?"


"Yahhh... Aku pikir ada adegan enak-enak."


"Kenapa Aku merasa kecewa ya, gak bisa lihat yang asyik-asyik!"


"Ck, kampret emang!"


"Harusnya sikat aja tuh Bos!"


"Bos Jamal gak doyan wewe jadi-jadian. Hahaha..."


Orang-orang justru ramai berkomentar tentang kekecewaan mereka, atas apa yang mereka lihat. Tentang kebenaran dan pembelaan Jamal dan Huda Dewi Riani, atas tuduhan yang mereka lakukan.


Dan kini, Pak Lurah meminta pada semua warganya, untuk membubarkan diri. Tapi diharuskan untuk meminta maaf terlebih dahulu pada Jamal dan juga Dewi Riani. Sebelum mereka pergi dari balai desa ini.


"Kalian semua harus meminta maaf pada Bos Jamal dan juga Dewi Riani. Karena telah menuduh mereka berdua, dan berpikir bahwa mereka telah berbuat yang tidak-tidak."


Perintah dan peringatan dari pak Lurah ini, tidak bisa dilawan oleh warga desa G.


Akhirnya, mereka semua satu persatu menyalami Jamal dan Dewi Riani, juga Indah sambil meminta maaf.


"Maaf ya Bos, Dewi, mbak Indah. Kami sudah membuat kalian cemas dan juga menjadi pusat perhatian."

__ADS_1


"Maaf ya Bos, Mbak..."


"Besok-besok boleh gak kami request video yang wowww..."


"Maaf ya..."


"Aku jadi gak berani nuduh orang lain dengan macam-macam deh, kalau gak ada bukti dan lihat sendiri."


"Iya nih, bikin nyesek aja!"


"Aku kecewa!"


"Iya, Aku juga kecewa. Coba saja terbukti benar. Kan Bos Jamal jadi punya dua istri lagi. Aku tuh suka gitu, jika seorang Bos punya lebih dengan segala sesuatunya. Termasuk istri juga. Hahaha..."


Permintaan maaf dari orang-orang, juga disertai komentar yang aneh-aneh. Yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala juga. Karena permintaan maaf tersebut, bukan sekedar permintaan maaf biasa tapi juga kadang disertai dengan permintaan yang tidak masuk akal.


Sekarang, giliran pak RT yang meminta maaf pada Bos Jamal, dan juga keponakannya sendiri. Yaitu Dewi Riani.


"Saya pribadi minta maaf Bos Jamal, jika Saya sempat percaya dengan berita tadi. Saya benar-benar tidak tahu, jika semua itu hanya sekedar tuduhan yang tidak terbukti."


Jamal menerima uluran tangan pak RT, yang meminta maaf padanya.


"Iya gak apa-apa pak RT. Semua orang juga tidak akan pernah percaya, jika melihat posisi kami pada saat itu."


Pak RT meminta maaf sekali lagi pada Jamal. "Maaf ya Bos Jamal."


Sekarang, Pak RT ganti meminta maaf pada keponakannya itu. Dia merasa bersalah, karena meragukan kepribadian keponakannya sendiri. Yang sudah dia titipkan pada Jamal, supaya bisa bekerja dengan bekerja dengan Jamal.


"Dan Dewi, Paman juga minta maaf. Karena meragukan kelakuanmu yang tidak pernah menyusahkan orang lain. Meskipun tampilan berbeda dengan kebanyakan orang, tapi Paman selalu percaya, bahwa kamu tidak akan pernah melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Paman minta maaf ya!"


Dewi Riani hanya menganggukkan kepalanya, menerima permintaan maaf dari pamannya. Dia tidak pernah menyalahkan pamannya, karena pamannya itu hanya diberi tahu oleh orang lain. Dan bukan melihatnya secara langsung.


Kini, balai desa sudah sepi dibandingkan tadi. Meskipun masih ada beberapa orang yang bertahan untuk tetap tinggal di bali desa. Untuk berbincang dengan beberapa orang, yang masih berada di sana juga.


Pak Lurah, yang cukup bijak menangani kasus ini, mendekat ke tempatnya Jamal, sebelum Jamal berjalan ke arahnya.


"Bos, maaf atas kejadian ini ya. Warga desa G ini, sebenarnya baik. Mungkin mereka hanya terkejut saja, di saat melihat keberadaan Bos Jamal yang bersama wanita lain tadi pagi."


"Apalagi posisi Bos Jamal saat itu, sudah membuat pikiran mereka ke mana-mana."


Pak Lurah memerintahkan maaf semua warganya, karena sudah menuduh yang tidak-tidak pada Jamal dan juga Dewi Riani.


"Iya Pak Lurah, tidak apa-apa. Yang penting, saat ini semua sudah diselesaikan dengan baik, dan sesuai apa yang memang terjadi. Bukan kami rekayasa atau kami jadikan media, untuk hal-hal yang akan memperkeruh situasi yang ada nantinya."

__ADS_1


Pak Lurah menganggukkan kepalanya, paham dengan apa yang dikatakan oleh Jamal barusan. Sebab jika itu terjadi, maka dia akan merasa gagal sebagai seorang pemimpin di desanya ini. Yaitu desa G, yang penduduknya adalah orang termasuk orang-orang lain kritis.


__ADS_2