
Hari ini acara pesta rakyat yang diselenggarakan oleh keluarga Jamal, di adakan di lapangan desa.
Selain makanan dan minuman yang disediakan oleh pihak keluarga, ada stan-stan makanan yang biasanya ada di dalam suasana pasar malam juga tersedia.
Acara ini juga akan digelar tidak hanya satu hari, tapi dua hari satu malam.
Dan acara ini, sudah di nanti-nantikan oleh semua orang. Karena selain makanan, ada juga permainan anak-anak. Sama seperti di pasar malam.
Suasana seperti ini tentu saja sangat dinantikan tidak hanya masyarakat desa G saja, tapi juga masyarakat sekitar yang telah ikut mendengar berita ini.
Dan hari ini, adalah dimulainya acara pesta rakyat tersebut.
Suasana ramai dan sibuk sudah tidak bisa dihindari, bukan hanya di rumah yang punya acara, tapi juga di lapangan. Apalagi di tambah banyaknya orang yang ikut berjualan pernak pernik dan mainan anak-anak.
Tentu saja, bukan hanya anak-anak saja yang akhirnya sibuk dan larut dalam suasana acara. Tapi juga para orang tua dan anak muda yang tak mau ketinggalan.
Untuk acara puncaknya adalah nanti malam, yang akan diisi dengan adanya acara orkes dangdut yang sudah disewa Hendra.
Sebenarnya ini semua dibuat dan di rancang Hendra, karena Jamal hanya mendanai saja.
Dan rencana Hendra ibu, di sambut dengan gembira oleh Lina. Yang ingin suasana acara semakin meriah.
"Mbak Lina gak usah ikut ke lapangan ya nanti malam. Temani Indah saja di rumah," pinta Indah pada kakaknya, karena acara orkes dangdut memang diadakan di lapangan. Bukan di rumahnya ini.
"Lho gak bisa Dek. Mbak Lina juga pengen joget kok," sahut Lina menolak permintaan adiknya yang sedang hamil.
"Yahhh... Mbak," rengek Indah lagi.
"Kan ada Ami, Ibu dan juga wanita-wanita lainnya yang ada di rumah."
Lina tahu, jika di rumah ini juga ada layar proyektor besar, yang digunakan untuk melihat acara yang ada di lapangan.
Jadi, misal tidak bisa ke lapangan dan hanya berada di rumah. Tetap bisa melihat acara yang berlangsung di lapangan. Bahkan ada arena yang bisa dipergunakan untuk berjoget ria juga.
Tapi tentunya Lina tidak mau, jika hanya berada di rumah saja.
Dia ingin berada di tempat acara secara langsung, dengan berjoget bersama yang lainnya di sana.
Akhirnya Indah juga tidak memaksa lagi. Karena sebenarnya, dia hanya ingin kakaknya itu tidak membuat ulah saja, di antara banyaknya penonton. Yang tentu saja kebanyakan adalah laki-laki.
*****
__ADS_1
Malam telah tiba. Suasana semakin meriah dengan lampu berwarna-warni dan juga lampu sorot yang ada di lapangan.
Begitu juga dengan di rumahnya Jamal.
"Sayang. Nanti jika Kamu capek, istirahat saja di kamar. Tidak usah menunggu acara selesai. Soalnya Mas ada di lapangan."
"Iya Mas. Indah pasti akan istirahat jika merasa capek dan juga mengantuk."
Jamal tidak mungkin berada di rumah bersama dengan istrinya, karena acara yang berlangsung di lapangan akan dihadiri banyak orang. Termasuk pak Lurah dan kenalan-kenalannya yang lain.
Acara seperti ini, juga tidak mungkin ditinggalkan begitu saja oleh Jamal. Karena dia adalah tuan rumah yang punya acara.
Sehingga Jamal harus stay di lapangan, di mana acara berlangsung.
Indah memaklumi kondisi suaminya, karena memang mereka yang menjadi tuan rumah dalam acara pesta rakyat ini.
"Pokoknya Mas juga akan usahakan untuk pulang secepatnya, jika acara sudah di luar kendali. Biar di urus orang-orang yang bertugas sebagai keamanan."
Jamal berkata demikian karena, sebelumnya Indah memperingatkannya. Jangan sampai ada keributan dan pertengkaran dalam acara orkes dangdut malam ini. Karena kebanyakan, acara-acara seperti itu rawan dengan pertengkaran yang masalahnya hanya sepele saja. Yaitu kesenggol di saat goyang bersama-sama.
*****
Lagu-lagu dangdut yang populer, sudah di nyanyikan oleh para artis yang diundang ke acara ini.
"Bagaimana Hen?" tanya Jamal, di saat berpapasan dengan Hendra.
"Aman Bos!"
Hendra menyahuti dengan mengacungkan kedua jari jempolnya. Memberikan pertanda bahwa, suasana masih bisa dikendalikan.
"Oh ya sudah."
Akhirnya Jamal merasa tenang, dan kembali duduk ke tempatnya semula. Apalagi, tadi dia juga sudah sempat berkirim pesan pada istrinya. Jika suasana aman, sama seperti yang terlihat pada layar yang ada di rumahnya.
Jamal dan Indah, tidak mungkin melakukan panggilan telpon, karena suara pengeras soundsystem yang ada di pinggir panggung, cukup memekakkan telinga.
Bahkan suaranya bisa terdengar hingga ke rumahnya Jamal sendiri.
"Mas Jamal. Ini minum dulu!"
Tiba-tiba Lina memberikan sebotol air mineral pada Jamal.
__ADS_1
"Terima kasih Lin," ucap Jamal, karena kebetulan dia memang sedang haus.
"Sama-sama Mas. Aku ada di sana ya, jika mas Jamal butuh sesuatu." Lina menunjuk ke arah pinggir panggung, di mana ada beberapa artis yang sedang merapikan make-up nya.
Jamal hanya mengangguk saja, kemudian segera meninum air yang tadi diberikan Lina.
Lina tersenyum tipis, melihat Jamal menghabiskan air yang tadi dia berikan. Seakan-akan dia sudah bisa meringankan beban pikiran Jamal saat ini.
*****
Di rumah, Indah yang baru saja selesai berkirim pesan dengan suaminya, beranjak dari tempat duduknya.
"Ami, Indah mau ke kamar mandi sebentar," pamit Indah pada ibu mertuanya.
"Iya," sahut Umi pendek, dengan mengelus lengan membantunya. Membiarkan Indah pergi ke kamar mandi sendiri.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan semua pergerakan Indah dan juga Umi.
"Mau ke mana dia?" tanya orang tersebut dalam hatinya sendiri.
Orang itu segera berdiri, mengikuti langkah Indah yang masuk ke dalam rumah.
"Apa dia mau pergi tidur? Kan masih banyak tamu. Acara juga belum selesai," gumam orang itu lagi, yang penasaran dengan apa yang sedang dilakukan Indah saat ini.
Dan di saat dia melihat Indah masuk ke dalam kamar mandi, orang tersebut segera mendekat, kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Untuk mengetahui situasi yang ada.
Setelah di rasa aman, orang itu segera memukul bagian gagang kunci, sehingga patah. Dan pintu tersebut tidak mungkin bisa dibuka, selain di dobrak.
Brakkk!
Dughh!
"Hai! Siapa itu di luar?"
Indah berteriak keras dari dalam kamar mandi. Karena saat ini, dia sedang berada di kamar mandi yang ada di sebelah ruang tengah. Bukan kamar mandi di dalam kamar ataupun di dekat dapur.
Clek clek clek!
Brakkk brakkk!
Indah mencoba untuk membuka, tapi pintu kamar mandi tidak bisa dibuka.
__ADS_1
"Lewati malam mu di kamar mandi sana, biar Kamu juga kehabisan tenaga dan tak akan bisa bernafas lagi besok!"