Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Pesona Jamal


__ADS_3

Waktu terus bergulir, meninggalkan masa lalu yang sepatutnya untuk ditinggalkan. Jika memang tidak ada gunanya.


Sama seperti yang dilakukan oleh Jamal sekarang ini.


Selain sibuk dengan pekerjaan sawahnya yang berhektar-hektar, dengan dibantu oleh beberapa pekerja. Dia juga mengembangkan kebun jeruk miliknya, yang semakin banyak pelanggan.


Baik dari masyarakat sekitar ataupun diambil pedagang untuk dibawa ke luar kota.


Kesibukan Jamal bertambah lagi dengan peternakan sapi perah miliknya, yang sudah mulai berjalan.


Tong-tong yang digunakan untuk menampung susu segar, selalu terisi penuh setiap harinya. Kemudian diolah sedemikian rupa, agar bisa dikonsumsi sebagai susu murni. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat pada umumnya. Yang ada di sekitar desa G, dan juga di desa-desa tetangga.


Awalnya, penjualan Jamal secara manual, dengan beberapa pekerja yang berkeliling menjual produk susu sapi segar miliknya.


Tapi sekarang ini, justru peternakan miliknya kekurangan stok susu, yang diperlukan untuk kebutuhan pelanggan.


Ternyata ini karena iklan yang dibuat Indah pada aplikasi promosi khusus. Sehingga banyak yang tahu, jika desa G memiliki peternakan sapi perah yang berkualitas bagus. Baik untuk kesehatan tubuh dan juga kecantikan kulit.


Jadi, sekarang ini, susu sapi diperkenalkan Jamal juga diburu oleh para wanita, khususnya yang menginginkan perawatan kulit agar mulus dan putih dengan sehat.


Itulah sebabnya, banyak para wanita pemilik salon kecantikan, khususnya yang menangani perawatan wajah dan kulit, juga menjadi pelanggan di peternakan sapi perah tersebut.


Ini menjadikan Jamal jadi dikenal banyak wanita cantik. Baik yang masih gadis janda maupun yang masih memiliki suami.


Pesona Jamal sebagai seorang pemuda yang sukses di bidangnya, banyak menghipnotis kalangan wanita dengan berbagai macam status mereka yang ternyata tidak semuanya masih single.


Tentu saja, ini juga mengkhawatirkan Umi. Yang tidak pernah menyangka, jika Jamal akan dikelilingi banyak sekali wanita disekitarnya sekarang.


Bahkan yang lebih mengkhawatirkan Umi adalah, ada beberapa dari mereka yang dengan nekatnya mendekati Jamal dengan cara yang ekstrim.


Sama seperti yang dilakukan oleh salah satu janda muda, cantik tapi sayangnya tidak memiliki rasa malu yang tinggi.


Pagi-pagi sekali, janda itu datang ke rumah Jamal, dengan alasan susu yang digunakan untuk mandi habis. Padahal orang itu juga tahu, jika di rumah Jamal tidak ada persediaan susu. Karena semua susu-susu sapi, di simpan di ruangan khusus di samping peternakan miliknya.


"Ibu. Tolong bangunkan Mas Jamal. Saya tidak bisa mandi tanpa susu itu Bu," rengek janda muda yang masih sangat cantik itu.


Tentu saja Umi jengah dengan tingkah wanita yang datang ke rumahnya pagi ini.

__ADS_1


Bukan karena merasa takut kehilangan pelanggan, Umi hanya tidak ingin melihat Jamal yang bisa saja tergoda. Jika wanita cantik tersebut akan terus menerus merengek dengan manja. Meminta untuk diberikan susu yang akan dia gunakan untuk mandinya pagi ini.


Pembantu di rumah, terkikik geli, melihat keadaan Umi yang terlihat jelas jika sedang mengkhawatirkan keadaan putra semata wayangnya itu.


IRT yang notabene adalah perempuan yang sebaya dengan Umi, apalagi memang dari tetangga sendiri, tentu sangat paham, dengan apa yang biasanya terjadi di rumah Umi.


"Maaf ya Mbak. Di rumah itu tidak ada stok susu sapi segar. Yang ada juga jeruk itu tuh!" tunjuk Umi, pada keranjang-keranjang jeruk yang siap untuk diangkut siang hari ini.


"Ami. Apa wanita itu datang ke sini belum sempat mandi? Bukannya tadi dia bilang susunya habis, sehingga dia terpaksa harus datang ke rumah ini pagi-pagi," bisik IRT tersebut, didekat telinga Umi.


Umi hanya membuang nafas panjang, kemudian membuangnya perlahan-lahan.


Dia tidak mau, jika wanita ini terus menerus mengejar Jamal, hanya karena ingin mendapatkan susu segar.


"Dia itu janda muda. Suaminya dulu orang bule yang sudah tua Umi. Dan sekarang suaminya itu balik lagi ke negara asalnya sana. Mungkin dia kesepian, jadi mau mendekati Jamal. Secara, Jamal kan udah sukses. Dia pikir bisa numpang hidup enak dengan Jamal. Sama seperti waktu dia masih punya suami bule."


IRT tersebut malah berkata yang tidak-tidak, sehingga membuat Umi semakin takut.


Dia tidak mau jika Jamal terpengaruh dengan sikap janda muda cantik ini. Apalagi Jamal orangnya tidak tegaan, melihat wanita yang sedang bersedih hatinya.


Mendengar penjelasan yang diberikan oleh Umi, mata wanita tersebut membola tanpa dia sadari sendiri.


"Maksudnya mas Jamal ada di peternakan?" tanya wanita tersebut dengan mata berbinar-binar senang.


Pasti dia berpikir bahwa, dia akan bisa bertemu dengan Jamal, jika dia menyusulnya ke peternakan nanti.


"Mungkin," sahut Umi, yang memang tidak tahu. Ke mana Jamal pagi ini.


"Wahhh, kenapa tidak bilang dari tadi Ibu. Terima kasih banyak ya Ibu! Saya akan menyusul mas Jamal ke peternakan!" wanita tersebut berkata dengan antusias.


Setelah wanita itu berpamitan dan pergi, Umi menghela nafas panjang, sambil mengelengkan kepalanya beberapa kali.


"Piye kok dadi kayak gini!"


*****


Kegiatan Jamal memang bisa diprediksi setiap harinya.

__ADS_1


Jika tidak pergi ke sawah, bisa dipastikan Jamal ada di peternakan. Karena jamal sendiri memang sering, mengawasi setiap pekerjaan di lapangan.


Baik itu ada di area sawah padinya, perkebunan jeruknya, ataupun peternakan sapi perah miliknya.


Bukan karena tidak percaya dengan para pekerja yang sudah diberikan tugas dan tanggung jawab sendiri, tapi Jamal masih ada misi dari sistem. Yang harus dia kerjakan, sebelum semuanya bisa diatasi tanpa adanya sistem yang dia miliki saat ini.


Jamal ingin memastikan, jika suatu hari nanti, di saat sistem sudah kembali ke planet XMoon. Dia sudah mampu mengatasi semuanya dengan baik. Sesuai dengan apa yang selama ini diajarkan oleh sistem bertani yang dia miliki.


*****


Sekarang Umi merasa lega, karena wanita tadi sudah pergi dari rumahnya.


Tapi baru saja dia ingin pergi ke belakang, Lina tiba-tiba saja datang dengan mengucapkan salam yang lumayan keras dan tergesa-gesa. Sambil memanggil-manggil nama Umi dan Jamal.


"Assalamualaikum..."


"Assalamualaikum Ami! Mas Jamal!"


"Assalamualaikum..."


"Waallaikumsalam..."


Dari dalam rumah, Umi dan IRT nya, menjawab salamnya Lina.


Umi merasa heran, dengan sikap Lina yang tidak biasanya ini.


"Ada apa Lin?" tanya Umi, di saat sudah berada di depannya Lina. Di depan pintu rumah.


"Ami. Mas Jamal ada?"


Umi tidak langsung menjawab pertanyaan dari Lina. Karena dia tidak menyukai Lina, yang dulunya pernah menyakiti hatinya jamal.


"Tidak ada."


Jawaban Umi yang pendek membuat Lina menciut. Dia sadar, jika dia sudah melakukan kesalahan yang besar pada Jamal.


Tentu saja, Umi pun akhirnya jadi tidak menyukai dirinya. Meskipun Lina sendiri merasa jika saat ini, dia sudah berusaha bersikap baik kepada Jamal dan Umi.

__ADS_1


__ADS_2