Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Salah Panggil Nama


__ADS_3

Pagi-pagi, Jamal sudah bersiap untuk berangkat, sesuai dengan rencana yang sudah disusun semalam.


Dia pamit pada istrinya, dan juga anak-anaknya. "Papa mau pergi, kalian di rumah baik-baik saja ya! Nanti akan ada kejutan untuk Kalian semua."


"Apa Pa?" tanya Alfa antusias.


"Bawa motor gede ya Pa?" Beta ganti memberikan pertanyaan, tentang kejutan yang katanya akan mereka terima.


"Mau boneka yang sangat besar!" Pinta Elsa, yang diangguki juga oleh Dinda.


Ini karena hanya mereka berdua yang cewek dari lima bersaudara, anak-anaknya Jamal dengan Indah.


"Iya, nanti Papa belikan ya! tapi ada syaratnya..." Jamal sengaja menggantungkan kalimatnya, supaya anak-anaknya itu merasa penasaran dan ingin tahu.


"Apa Pa syaratnya?"


"Apa Pa?"


"Syaratnya apa Pa?"


Mereka berebutan untuk bertanya, tentang syarat yang tadi dikatakan oleh papanya. Tapi bapaknya juga belum memberikan penjelasan, tentang syarat tersebut.


"Syaratnya adalah..."


"Eng ing eng..."


Jamal justru membuat teka-teki, tentang jawaban yang tidak bisa dia katakan. Dan ini membuat anak-anaknya gemes, dan merengek supaya segera diberi tahu.


"Ayo Pa kasih tahu!"


"Pa ayo Pa!"


"Ihhh Papa!"


Mereka semua tidak sabar, dan terus merengek-rengek. Sambil menarik-narik celana dan tangan Jamal. Sehingga membuat Jamal justru tertawa-tawa senang, karena berhasil menggoda anak-anaknya.


"Hahaha... iya-iya, Papa kasih tahu. Sebentar-sebentar ya!" Jamal berjongkok di antara mereka berlima, kemudian memeluk mereka semua.


"Sini Papa kasih tahu kejutannya. Besok, ada bibit durian yang mau datang. Jadi, kalian bantu susun yang rapi di teras rumah sebelah. Jika udah selesai kita akan pergi jalan-jalan bagaimana mau gak?"


Tapi ternyata, anak-anak tidak ada yang memberikan jawaban. Mereka semua justru saling pandang satu sama lain, dan akhirnya melihat ke arah papanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Kenapa? Tidak mau?" tanya Jamal, dengan kepala yang dimiringkan.


"Gak. Bukan begitu Pa. Tapi, kita kan gak punya mobil. Jika naik motor gak muat!"


Akhirnya Chandra yang menjawab pertanyaan dari papanya, karena selama ini, mereka hanya pergi-pergi dengan menggunakan dua motor yaitu mama dan papanya dengan memboncengkan mereka.


Dengan formasi sebagai berikut, yaitu Jamal membonceng tiga anak, dan Indah dua anak.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dan pertanyaan anaknya yang bernama chandra, Jamal hanya tersenyum saja. Kemudian mencoba untuk mengajak mereka berdiskusi.


"Jika Papa beli mobil baru buat kita, bukan truk, memangnya kalian mau diajak ke mana?"


"Mau ke pantai!"


"Iya Pa ke pantai!"


"Ke kolam renang saja!"


"Aku mau ke taman hiburan!"


"Ke kebun binatang saja Pa!"


Anak-anak mengemukakan keinginannya, untuk pergi bersama-sama seandainya ada waktu untuk mereka pergi jalan-jalan.


"Baiklah, Papa akan ajak kalian semua ke tempat yang kalian inginkan. Tapi, kalian harus jadi anak yang pintar, tidak rewel dan mau membantu jika ada pekerjaan di rumah."


"Siap Papa!"


Mereka berlima, kompak memberikan jawaban pada Jamal.


Setelah selesai berurusan dengan anak-anaknya, Jamal pamit pada Indah. Dengan mengingatkan kembali, jika istrinya itu diminta ke lahan kentang, bersama dengan Dewi Riani.


"Nanti ke lahan kentangnya sama Dewi Riani, sekitar pukul 09.00 saja. Biar gak selalu kelamaan di sana, dan anak-anaknya juga pastikan terurus dengan baik dulu."


Indah menganggukkan kepalanya, mendengar pesan yang diberikan oleh suaminya.


"Dan itu... Yang, bibit durian akan datang besok. Sepertinya sih, semuanya sisa bibit durian datangnya besok semua. Tidak ada yang hari ini. Jadi, untuk hari ini fokus ke kentang saja."


Lagi-lagi Jamal memberikan pesan dan peringatan kepada istrinya, dengan jadwal kedatangan bibit durian yang sempat bermasalah kemarin.


Dan untuk yang bermasalah itu, akhirnya memang tidak bisa diselesaikan dengan baik, karena akunnya menghilang pegang sekarang ini sudah dihapus. Sehingga Jamal harus mencari penjual bibit baru.


Dia tidak mau mempermasalahkan sesuatu yang sebenarnya itu hanya hal yang sepele, sebab, masih ada masalah yang lebih besar yang harus diurus.


Akhirnya, setelah semuanya di rasa selesai, Jamal pergi juga. Dia akan pergi ke pusat kota, untuk mencari showroom mobil terbesar. Di sana dia akan membeli sebuah mobil, yang akan digunakan bersama keluarganya.


*****


Di lahan kentang berwarna miliknya Jamal.


Indah dan Dewi Riani, tentang tepat jam 09.00 pagi, sesuai dengan yang dianjurkan oleh Jamal, sebelum dia pergi tadi.


"Mbak Indah. Kali ini, mbak Indah yang jadi objek untuk video ya! soalnya gak ada Bos Jamal ini," terang Dewi Riani, yang sedang mempersiapkan kameranya. Agar bisa digunakan dengan nyaman di lahan kentang.


Dia sudah menyiapkan segala sesuatunya, sehingga tidak perlu merasa khawatir. Seandainya ada yang kurang.


Indah yang sedang berbincang dengan beberapa pekerjanya, tidak begitu memperhatikan permintaan dari Dewi Riani. Sehingga dia mengiyakan dengan menyebut nama Dewi Riani, tapi hanya Rian saja yang jelas. Sedangkan yang Dewi nya, tidak jelas didengar oleh Dewi Riani sendiri.

__ADS_1


"Ok... Rian, Aku siap!"


Indah sebenarnya tidak lupa, dengan panggilan yang dia berikan untuk Dewi Riani. Hanya saja, yang tertangkap jelas di telinga Dewi Riani itu Rian.


Hal ini tentu saja membuat Dewi Riani cukup terkejut juga, karena dengan begitu, dalam dirinya yang ada perbedaan dari sistem, akhirnya memerintahkan dirinya untuk menjadi seorang laki-laki.


"Ayo kita mulai!"


Suara Dewi Riani yang berubah jadi seorang laki-laki, tentu saja menjadi pusat perhatian Indah yang langsung sadar.


Meskipun tidak disadari oleh orang lain, tapi hal itu tentu saja membuat Indah menutup mulutnya sendiri. Di saat dia menyadari kesalahannya.


"Aku, Aku tadi memanggil namamu dengan lengkap tapi kenapa kamu seperti ini?"


"Tidak. Aku hanya mendengar Kamu menyebut namaku dengan Rian saja."


Perdebatan mereka berdua, tidak disadari oleh orang lain. Karena Dewi Riani memang sudah terkait dengan sistem. Sehingga dia tidak akan bisa diperhatikan oleh yang lain.


Begitu juga dengan Indah, yang sudah ikut masuk ke lingkup sistem. Akibat pengaruh dari Dewi Riani yang telah dia aktifkan secara tidak langsung.


Ini membuat Indah canggung, karena harus berhadapan dengan laki-laki untuk pembuatan video mereka. Karena selama ini, dia hanya membuat video bersama dengan Jamal saja.


Tapi Rian ternyata bisa membuat Indah merasa lebih nyaman, dengan segala arahan dan gaya yang harus dilakukan Indah. Untuk pembuatan video kali ini.


"Seperti ini akan lebih bagus hasilnya," ujar Rian, dengan memegang tangan Indah, untuk diarahkan sesuai yang dia inginkan.


Indah tersenyum tipis, karena dia juga merasa sedikit kaku. Dia tidak bisa memberikan gerakan-gerakan yang biasa, pada saat membuat video panen. Mungkin karena ini adalah kali pertama baginya.


Untuk yang kemarin-kemarin, dia yang biasa memegang kamera. Sedangkan Jamal yang menjadi objeknya.


"Nah, begini! Ya seperti itu."


Rian kembali memberikan arahan pada Indah, dengan memberikan beberapa contoh. Dan juga gerakan yang lain, supaya Indah bisa melakukannya lebih baik.


Akhirnya, pada saat panen kentang selesai, video yang diambil oleh Rian n juga sudah selesai. Dia tinggal mengeditnya nanti setibanya di rumah.


"Sukses kita Mbak!"


"Hihihi... iya. Terima kasih ya," ucap Indah, yang akhirnya tidak berani menyebutkan nama Dewi Riani lagi.


Dia takut jika terjadi kesalahan lagi, sehingga membuat mereka berdua tidak bisa bekerja sama dengan baik seperti tadi.


Indah cukup puas, dengan hasil kerjasama mereka berdua. Meskipun di awal-awal tadi tempat canggung dan kaku. Karena Indah merasakan sesuatu yang berbeda dari Dewi Riani, yang udah berubah menjadi Rian. Sebab selama ini, dia belum pernah melihat sosok Rian. Yang ternyata memang benar-benar seorang laki-laki, dan bukan hanya sekedar banci.


Hasil panen kentang berwarna kaki ini, cukup memuaskan. Sehingga bisa mengirim pesanan ke distributor, sesuai dengan pesanan yang sudah di list sedari kemarin-kemarin.


Bahkan, ada beberapa agen yang meminta tambahan stok kentang berwarna. Supaya tidak terjadi kekurangan di agen mereka.


Alasan yang mereka buat adalah, beberapa pemesan kentang berwarna, kadang kala meminta tambahan pesanan. Sehingga list yang dibuat sebelumnya, masih kurang dari pesanan yang ada waktu terakhir kali.

__ADS_1


Hal ini sebenarnya sudah terjadi beberapa kali, tapi Jamal tidak mengindahkan mereka. Dan banyak menghitung sesuai list yang ada sebelum waktu panen.


Tapi karena kali ini hasil panennya cukup banyak, akhirnya bisa memberikan kelebihan yang diminta agen.


__ADS_2