Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Planet XMoon


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Kehidupan Jamal yang sudah menggunakan sistem, masih bisa berjalan dengan baik dan tetap kaya raya. Dengan berbagai usaha yang dia miliki.


Baik perkebunan jeruk, peternakan sapi perah yang telah dikelola oleh orang lain. Juga pengilingan padi yang dia miliki, dan dipegang oleh Hendra. Teman sekaligus iparnya juga.


Lahan jagung yang sudah dia miliki, juga di garap orang lain. Begitu juga dengan sawah yang dia tanami padi. Semua di garap orang.


Jamal fokus dengan mengelola semua usahanya itu dari rumah, memberikan bimbingan dan juga menerima laporan yang masuk saja.


Dia membantu isterinya, Indah, yang setiap harinya repot dengan anak-anak mereka yang berjumlah lima orang.


Alfa, Beta, Candra, Dinda, dan Elsa.


Itulah nama ke lima anak-anaknya Jamal dengan Indah, yang saat ini sudah mulai bisa berjalan. Meskipun baru setapak demi setapak.


Umi sangat bahagia dengan kehadiran cucu-cucunya itu.


Hari tuanya, tidak terasa sepi. Karena celoteh mereka berlima. Yang selalu bisa meramaikan rumahnya. Hal yang dulu tidak pernah dia rasakan. Karena hanya ada Jamal di kehidupannya selama ini.


Tapi sore ini, Jamal dikejutkan dengan munculnya sistem bertani, yang pernah off selama satu tahun lebih.


[ Ding ]


[ Selamat sore Tuan ]


'Hah! Kamu kenapa tiba-tiba aktif?'


[ Ding ]


[ Tuan harus datang menerima undangan ]


'Undangan?'


[ Ding ]


[ Undangan dari planet XMoon ]


'Maksudnya, Aku harus ke sana?'


[ Ding ]


[ Benar Tuan ]


'Tapi bagaimana caranya Aku bisa sampai ke planet XMoon?'


[ Ding ]


[ Dengan sistem ]


'Seperti di awal dulu?'


[ Ding ]

__ADS_1


[ Kira-kira seperti itu ]


'Lalu keluargaku bagaimana?'


[ Ding ]


[ Mereka akan baik-baik saja ]


[ Ya Atau Tidak ]


'Aku... Aku bersedia.'


[ Ding ]


[ Membawa Tuan ke planet XMoon ]


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


Semua benda yang ada di ruangan kerjanya, jatuh berserakan dan membuat bunyi yang gaduh. Membuat Indah dan Umi yang sedang bermain dengan anak-anak terkejut di buatnya.


"Itu suara apa, dari mana?"


Umi bangkit dari tempat duduknya, kemudian segera berjalan dengan cepat menuju ke arah ruang kerja Jamal.


Begitu juga dengan Indah, yang meninggalkan anak-anaknya. Setelah dititipkan kepada ART.


"Mbak, tolong jaga anak-anak sebentar!"


Dan Indah semakin panik, di saat Umi menjerit, dengan memanggil nama jamal berkali-kali.


"Jamal! Jamal! Huuuuu... Jamal!"


"Ami... Mas, Mas Jamal kenapa?"


"Cepat cari bantuan Ndah! Bawa Jamal ke rumah sakit!"


Indah segera berlari keluar, untuk mencari bantuan. Agar bisa membawa Jamal secepatnya ke rumah sakit. Karena keadaan suaminya itu sedang tidak baik-baik saja.


Tubuh Jamal kejang-kejang, dengan busa yang keluar dari dalam mulutnya.

__ADS_1


Sore menjelang malam, desa G digegerkan dengan berita sakitnya Jamal yang mendadak dan cukup aneh. Karena sakitnya ini tidak seperti biasanya, jika orang-orang yang sedang terkena serangan jantung ataupun darah tinggi.


Sekarang, Jamal sudah berada di rumah sakit. Dengan penanganan dokter spesialis yang ahli penyakit dalam.


Tapi dokter belum bisa memastikan, penyakit apa yang diderita oleh pasiennya kali ini. Karena semua anggota tubuh jamal tidak bisa digerakkan. Seakan-akan sudah tidak bernyawa. Padahal denyut nadi dan jantung pasien masih normal. Tidak ada keanehan yang menyebabkan dia divonis untuk meninggal dunia.


Apalagi, peredaran darahnya Jamal juga tidak ada kejanggalan. Hanya tubuhnya saja yang tidak bisa digerakkan.


"Ini seperti kasus koma. Tapi kondisi beliau normal semuanya. Cuma mata dan tubuhnya saja yang tidak berfungsi."


Begitulah kira-kira yang bisa disimpulkan sebagian dokter yang memeriksa. Karena selain dokter spesialis penyakit dalam, Jamal juga ditangani oleh dokter spesialis yang lain.


Tapi karena belum bisa dinyatakan meninggal dunia, akhirnya Jamal ditempatkan di ruangan khusus, dengan banyaknya alat-alat medis, dan monitor yang digunakan sebagai pendeteksi serta pemantau keadaannya Jamal sendiri.


Ruangan ini bukan ICU. Tapi lebih tepatnya sebuah laborat khusus, yang di buat secara dadakan. Karena kasus Jamal yang belum pernah ditemukan.


*****


Ok readers,kita tinggalkan keluarga Jamal di desa G. Yang sedang bersedih hati serta bertanya-tanya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Jamal.


Kita pergi melancong ke planet XMoon.


Sebuah planet sistem, yang ada di luar kehidupan manusia sehari-hari di bumi.


Planet XMoon, sebuah planet yang menggambarkan bagaimana keadaan teknologi tinggi. Yang tidak mengenal tata cara bermasyarakat, berbangsa, berkomunikasi layaknya manusia normal.


Di planet XMoon ini, semua sudah diatur melalui sebuah sistem, yang berpusat pada satu perintah dari pemimpin planet XMoon.


Tidak ada kata penolakan, memakai perasaan dan emosi orang-orang yang tinggal di planet XMoon ini.


Meskipun sebenarnya, yang hidup di sini juga manusia-manusia para umumnya. Tapi cara kehidupan mereka saja yang bisa disamakan dengan kehidupan di bumi.


Jamal masih merasa penasaran dengan planet XMoon ini. Karena planet ini juga, yang sudah memberikan dia sebuah sistem. Sehingga bisa merubah kehidupannya sewaktu berada di bumi.


Meskipun tidak semua bisa dia ubah dengan sistem, tapi setidaknya, kehidupannya jauh lebih baik dibandingkan sebelum dia memiliki sistem bertani dari planet XMoon yang belum pernah dia ketahui keberadaannya.


"Jadi, planet XMoon ini benar-benar ada ya?" tanya Jamal, yang merasa kagum, dengan tatanan kehidupan manusia yang berada di sini. Di sebuah planet dengan tatanan sistem yang sangat modern.


Mungkin bisa dikatakan bahwa, kehidupan manusia di planet XMoon ini adalah gambaran umum kehidupan manusia pada seribu tahun ke depan nanti.


Tatanan rumah yang stabil dengan adanya sistem. Baik bentuk rumah, fasilitas rumahnya dan juga kemudahan dalam mengerjakan pekerjaan yang ada di rumah.


Belum lagi adanya lahan bertani yang ada di atap bangunan rumah.


Meskipun hanya seluas bangunan rumah. Tapi lahan tersebut bisa menanam apa saja, yang dibutuhkan oleh manusia secara umum. Sehingga kebutuhan hidup mereka bisa terpenuhi hanya dari rumah saja.


Tapi anehnya lagi, di beberapa rumah yang di lewati Jamal, ada beberapa rumah yang hidup dalam keadaan berkeluarga.


"Apa di planet ini ada pernikahan?"


Tapi pertanyaan yang diajukan oleh Jamal, tentu saja tidak ada yang bisa menjawabnya juga. Apalagi sedari tadi, dia juga berjalan sendirian, tanpa adanya guide. Atau semacamnya, yang bisa memberikannya penjelasan.


Namun apa yang dia lihat di depan sana, sepertinya bisa dijadikan sebagai jawabannya secara tidak langsung. Karena di depan sana, Jamal melihat adanya sepasang manusia, yang berciuman dan melakukan apa-apa tanpa merasa risih.

__ADS_1


Tentu saja, Jamal yang baru melihat keadaan seperti ini terbelalak kaget. Dia jadi teringat dengan isterinya yang berada di rumah.


"Aku jadi tidak bisa melakukan apa-apa tanpa Indah di sini?" tanya Jamal tanpa sadar.


__ADS_2