Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Diremehkan


__ADS_3

Di sebuah showroom mobil terbesar, yang ada di pusat kotanya Jamal.


Sepeda motor Jamal, baru saja diparkirkan. Pada saat kedatangan dua ibu-ibu muda yang mengenalinya, kemudian mengerubungi Jamal untuk minta foto bareng.


Akhirnya Jamal menuruti keinginan mereka terlebih dahulu, meskipun sebelumnya, dia sudah mengelak. Bahwa dia bukanlah siapa-siapa.


Tapi bukan para pengikut setia, jika tidak bisa mengenali seorang Bos Jamal yang mereka idolakan. Dari sebuah channel khusus, yaitu channel Jamal Farm News.


Seorang pria yang menjadi tukang parkir di depan showroom tersebut, geleng-geleng kepala. Dengan semua kelakuan para ibu-ibu muda tersebut.


"Ck, dasar wanita ganjen. Gak ingat apa, dengan suami-suami mereka. Yang ada di rumah, atau sedang bekerja mencari nafkah untuk mereka saat ini. Ehhh, mereka malah selfie-selfie dengan laki-laki lain!"


Gerutuan tukang parkir tersebut, di dengar oleh pegawai showroom, yang menjadi petugas promo.


"Ada apa Pak?" tanya petugas tersebut, pada tukang parkir.


"Itu lho Mas, ibu-ibu itu. Pada gak punya malu! Begitu liat laki-laki klimis sedikit, pada klepek-klepek, minta foto bareng. Tapi jika giliran suami mereka yang minta foto bareng sama artis, atau biduan orkes, eh... mereka marah-marah. Bilangnya suaminya selingkuh, atau main serong. Kan aneh ya mas!"


"Hahaha... wanita itu lalu benar Pak! makanya, ada slogan ladies first! tidak usah ditanggapi, adanya mereka sedang ngomel-ngomel atau marah. Sebab, satu kata yang diucapkan oleh laki-laki, mereka balas dengan seribu kata. Wkwkwk..."


Petugas showroom justru tertawa terbahak-bahak, menyadari penjelasannya sendiri pada tukang parkir.


Sebab, hal seperti itulah yang sering viral di sedunia media sosial. Dan itu bukan sekedar setingan, karena sering terjadi juga di kehidupan nyata.


Dan tukang parkir tersebut, akhirnya tersenyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Mungkin karena dia membenarkan pernyataan yang diberikan oleh petugas showroom, sebab mengalaminya sendiri di rumah.


"Iya Mas. Benar sekali itu!"


"Sudah Pak. Tidak perlu repot-repot memperhatikan mereka. Kerjakan saja apa yang menjadi pekerjaan Bapak. Nanti bisa-bisa Bapak semakin pusing, jika terus memikirkan orang lain. Hahaha..."


Petugas showroom tersebut, kembali tertawa terbahak-bahak. Karena tukang parkir tersebut akhirnya tidak bisa membalas perkataannya lagi.


Setelah selesai tertawa, dan memberikan penjelasan kepada petugas parkir, petugas showroom kembali masuk ke dalam kantornya. Untuk kembali bertugas lagi, setelah selesai istirahat siang.


Dia juga tempat melihat ke arah segerombolan ibu-ibu, yang katanya sedang meminta foto pada seseorang.


Petugas showroom mobil tersebut, hanya bisa menggelengkan kepalanya beberapa kali. Sebab dia juga merasakan hal yang sama, seperti yang dirasakan oleh tukang parkir tadi. Tapi dia tidak ingin mencampuri urusan orang lain.


Setelah beberapa saat kemudian, petugas showroom tadi melihat seorang laki-laki yang berpenampilan sederhana, meskipun terlihat rapi, masuk ke dalam showroom.


"Mau apa dia?" tanyanya pada diri sendiri.


Petugas showroom tersebut berpikir bahwa, laki-laki tersebut hanya datang karena sedang mencari seseorang, atau menyampaikan pesan dari seseorang untuk bekerja di showroom ini.

__ADS_1


Akhirnya, mau tidak mau, dia harus mendekati laki-laki tersebut kemudian dia bertanya, "maaf Mas. Mau cari siapa?"


"Oh, Saya Jamal. Saya mau cari manager yang mengurus showroom ini apakah bisa?"


Ternyata, laki-laki tadi adalah Jamal. Yang berniat datang ke showroom ini untuk memesan tiga truk sekaligus.


"Cari manager? Memang ada kepentingan apa ya? jika ada pesan atau apa, boleh dititipkan pada Saya saja Mas."


Sepertinya, petugas showroom mobil itu meremehkan Jamal, yang tidak terlihat seperti seorang Bos Besar. Sehingga dia berpikir bahwa, Jamal hanya seorang pesuruh atau kurir. Yang sedang bertugas untuk menyampaikan sesuatu pada manajernya.


"Egh..."


"Manager Saya sedang sibuk Mas. Jadi, silahkan tinggalkan pesan pada Saya." Petugas tersebut, memotong kalimat Jamal, yang belum sempat diucapkan oleh Jamal.


Dua orang pekerja lainnya, yang mengenakan pakaian seragam yang sama dengannya, akhirnya mendekat ke arah Jamal.


Mungkin mereka ingin tahu, apa yang sedang terjadi antara temannya itu, bersama dengan laki-laki yang tidak mereka kenal.


"Ada apa?" tanya salah satu dari mereka.


Jadi, sekarang ini Jamal dikerubungi oleh tiga orang petugas showroom. Yang semuanya laki-laki. Sedangkan dua petugas cewek, ada di meja kasir. Dan sedang melakukan pekerjaan mereka sendiri, meskipun sempat melirik-lirik ke arah Jamal juga.


"Saya ingin bertemu dengan manajer di showroom ini, karena ingin memesan tiga truk." Akhirnya, jamal menyampaikan maksud kedatangannya ke showroom mobil ini.


"Apa? Tiga truk?"


"Tiga truk itu sangat mahal lho Mas!"


"Kamu bisa bayar pakai apa Mas, kok berani-beraninya pesan tiga truk?"


Ketiganya bertanya-tanya pada Jamal, karena tidak percaya. Jika Jamal bisa membeli tiga truk sekaligus.


"Hehehe... ada saja lah Mas. Mungkin sekarang hanya tiga truk Mas. Besok-besok, Saya bisa pesan lebih dari tiga truk!"


Perkataan yang baru saja diucapkan oleh Jamal, membuat mereka kembali saling pandang. Kemudian tersenyum miring, sebab mereka masih tidak percaya, jika Jamal bisa membayar tiga truk sekaligus.


"Memangnya, Mas Jamal ini mau pesan truk jenis apa?" tanya salah satu dari mereka menguji Jamal


"Sementara ini, Saya hanya pesan truk Carter super HDX saja Mas," jawab Jamal, dengan menyebutkan jenis truk yang diinginkan.


Padahal, jenis-jenis itu ada banyak dan bermacam-macam kegunaannya.


"Harga truk canter atau colt diesel Super HDX 136 PS yaitu Rp 450.500.000,- Harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu lho Mas. Apa Mas Jamal sanggup membayarnya untuk tiga truk sekaligus?"

__ADS_1


Salah satu dari mereka, bertanya lagi, meragukan kemampuan Jamal.


Menurut mereka, untuk memesan tiga truk baru, dengan harganya segitu, sangatlah mahal bagi seseorang yang berpenampilan seperti Jamal ini.


"Mas mau bayar pakai apa?" tanya salah satu dari mereka lagi, meremehkan Jamal. Yang dia pikir tidak tahu apa-apa.


"Maaf Mas. Di showroom ini menerima cara pembayaran dengan cara transfer kan? Soalnya, Saya akan kesulitan. Jika harus membawa uang sebanyak itu secara cash."


Ketiga petugas tadi, kembali saling pandang. Sebab mereka masih meragukan, kemampuan Jamal untuk bisa melunasi tagihan harga ketiga truk pesanannya.


Tapi mereka bertiga akhirnya mundur, disaat manager mereka datang.


"Ada apa ini?" tanya manager tersebut.


Ternyata, manajer di showroom ini adalah seorang wanita yang masih terlihat muda, dan sangat cantik.


"Lho, ini kan Bos Jamal ya? Kalau tidak salah... yang sering ada siaran langsung di channel khusus itu kan?"


Jamal mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil tersenyum tipis. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh manajer tersebut.


Tentu saja, hal ini membuat ketiga karyawannya tadi terkejut. Sebab mereka bertiga sudah meremehkan seorang Bos Jamal, yang sempat mereka dengar juga kisahnya. Di salah satu akun sosial seseorang, yang sering membagikan kegiatan yang dilakukan oleh Jamal.


Para pengikut channel khusus tersebut, sering memberikan caption, jika Bos Jamal memang selalu berpenampilan sederhana. Sehingga tidak menampakkan jika dirinya adalah orang kaya.


"Maaf Mas. Kami semua tidak tahu, jika Anda adalah Bos Jamal." Akhirnya, salah satu dari petugas showroom tersebut meminta maaf kepada Jamal.


Hal ini membuat manajer tersebut melihat dengan tatapan tajam, ke arah ketiga bawahannya itu.


"Kalian tidak boleh melihat seseorang dari penampilannya. Sebab, banyak sekali orang-orang di luar sana, yang sebenarnya sangat kaya. Tapi mereka tidak menunjukkan dengan berpenampilan, bahwa mereka itu adalah orang kaya."


"Iya Bu. Kami minta maaf," ucap mereka bertiga secara bersamaan.


"Kami juga minta maaf Bos Jamal," ucap ketiganya lagi, pada Jamal.


Jamal hanya mengangguk samar, mendengar permintaan maaf mereka.


Setelah itu, jamal dilayani dengan sebaik mungkin. Atas pesanan yang akan dia lakukan.


"Pihak kami akan mengirimkan ketiga mobil truk tersebut, besok ya Bos Jamal!"


"Tapi, untuk surat-surat resminya akan datang juga minggu setelahnya." Jamal menyetujui persyaratan yang diajukan oleh manager showroom.


Dan akhirnya, Jamal melakukan pembayaran ketiga truk pesanannya lewat transfer di meja kasir.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Jamal kembali pulang. Setelah semua urusannya di showroom ini selesai.


__ADS_2