Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Pencairan Sistem


__ADS_3

[ Ding ]


[ Selamat Siang Tuan ]


'Siang Sonya. Aku ingin melihat poin dalam brangkas. Seandainya cukup, Aku ingin mencairkannya. Aku mau menggunakannya untuk membeli mobil.'


[ Ding ]


[ Sangat cukup Tuan ]


'Tapi Aku sudah mencairkannya kemarin-kemarin, untuk membeli peralatan studio mini dan juga tiga truk. Untuk hasil panen, sebelum dan sesudah gagal, tabungan dan yang cas sudah Aku pakai dan Aku berikan ke pantai asuhan.'


[ Ding ]


[ Tuan ingin tahu kekayaan Tuan ]


'Ya Aku ingin melihatnya, untuk menyusun rencana ke depan. Apa yang bisa Aku beli dan Aku persiapkan juga.'


[ Ding ]


[ Sistem membuka brankas ]


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


Layar sistem langsung menunjukkan isi brankas Jamal, yang belum diketahui sepenuhnya. Karena dia memang tidak pernah melihat setiap hari isi brangkas miliknya. Apakah berkurang atau bertambah.


Sistem bertani dari planet XMoon, dengan kode series XX2121.


Cek in : Setiap hari


Hadiah : 223.543


Kemampuan : 90 %


Kekayaan : 647.987


Pesona : 90%


Kecerdasan : 85/100


[ Ding ]


Brangkas tersebut, ternyata memang berkurang banyak. Tapi ada poin hadiah yang juga belum dicairkan Jamal. Jadi jika di total, jumlah poin miliknya memang masih lumayan banyak. Dan itu cukup jika dia mau membeli sebuah mobil, untuk keperluan keluarganya. Apalagi jika diingat bahwa, ada lima anak-anaknya, yang seandainya pergi, juga ikut semuanya.


Jadi, Jamal memang membutuhkan sebuah mobil, untuk keluarganya. Tidak hanya seperti kemarin-kemarin, yang hanya menggunakan sepeda motor. Meskipun sebenarnya dia juga punya tiga truk yang bisa digunakan.


Tapi tetap saja berbeda karena truk itu fungsinya untuk keperluan angkutan barang, dan bukan untuk angkutan manusia.


Akhirnya, Jamal memutuskan untuk mencairkan poinnya dalam bentuk uang. Agar bisa digunakan untuk membeli sebuah mobil yang cukup besar sehingga bisa digunakan untuk seluruh keluarganya.


'Kalau begitu, Aku akan mencairkan poin kekayaan, yang mungkin sudah cukup untuk sejumlah harga, yang akan aku bayarkan untuk sebuah mobil.'


[ Ding ]

__ADS_1


[ Pencarian poin kekayaan di proses ]


1%


10%


20%


30%


40%


50%...


Sampai selesai menjadi 100%.


[ Ding ]


[ Pencairan selesai ]


[ Uang ditransfer ke rekening bank Tuan ]


[ Penampakan terbaru brangkas sistem ]


Sistem bertani dari planet XMoon, kode series XX2121.


Cek in : Setiap hari


Hadiah : 223.543


Kemampuan : 90 %


Kekayaan : 0


Pesona : 90%


Kecerdasan : 85/100


[ Ding ]


Sekarang kekayaan Jamal pada sistem sudah kosong. Yang dia miliki saat ini hanya dari poin hadiah saja.


Tapi itu tidak mengurangi apapun untuk Jamal sendiri. Karena yang penting baginya adalah, bagaimana caranya agar bisa membahagiakan keluarganya.


Dan dia memutuskan untuk pergi ke showroom mobil besok pagi, sebelum dia ikut pergi ke lahan kentang untuk panen. Sebab, panen kentang berwarna yang seharusnya panen hari ini, terpaksa ditunda. Karena kejadian tadi pagi yang membuatnya harus tertahan di balai desa selama seharian penuh. Dan sekarang, hari sudah sore bahkan menjelang malam.


Tapi dia sudah memerintahkan pada orang-orangnya atau karyawannya, untuk panen kentang berwarna besok saja.


Jamal sudah meminta bantuan isterinya, Indah, dan juga Dewi Riani, untuk memantau panen kentangnya besok hari. Sebab, dia akan pergi ke showroom mobil. Guna melihat-lihat model dan juga harga mobil, yang dia inginkan.


Sekarang, dia menemui Indah yang sedang berada di dalam kamar, untuk memberitahukan rencananya besok pagi.


"Besok pagi, Kamu sama Dewi Riani yang memantau panen kentang berwarna ya Yang!"


"Memangnya, Mas Jamal mau ke mana?" tanya Indah, yang belum tahu rencana suaminya.


"Aku ada keperluan di luar dulu. Jadi Aku tidak bisa. Lagian seharusnya pagi ini kan panennya? tapi... ya bagaimana lagi, kan semua juga di luar dugaan dan rencana, karena kejadian tadi pagi."


Jamal tidak memberikan alasan yang pasti pada Indah, karena dia ingin memberikan surprise untuk istrinya.


Tapi hal itu justru membuat Indah jadi cemberut, karena merasa jika suaminya itu sudah mulai main rahasia-rahasiaan.


"Apa sih Mas? Kok ada rahasia segala," tanya Indah penasaran.


"Ada deh, pokoknya suprise besok ya!"


"Ihsss..."

__ADS_1


Bibir Indah jadi mengerucut, karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.


Hal ini justru membuat Jamal merasa kemas, dengan sikap istrinya yang tidak pernah berubah sedari dulu.


"Awas ya, jika aku makan tuh bibir!"


Indah belum sempat mencerna arti dari perkataan Jamal, tapi suaminya itu sudah menerjangnya. Sehingga Indah jadi terkejut, tapi tidak bisa berteriak. Sebab, mulutnya sudah dibungkam dengan bibirnya Jamal.


Akhirnya, mereka berdua jadi berciuman dengan mesra dan panjang.


Untungnya, saat ini mereka berdua sedang berada di dalam kamar. Sehingga mereka juga bebas melakukan apa saja, tanpa harus malu dan was-was karena dilihat oleh orang lain. Meskipun sebenarnya mereka berdua bukankah orang lain, tapi sudah menjadi suami istri.


*****


Malam harinya, di saat mereka sedang makan malam. Yang diikuti oleh Dewi Riani juga.


Jamal, secara khusus meminta maaf pada Dewi Riani, di saksikan oleh istrinya.


Dewi Riani adalah karyawannya yang baru, dan belum lama bekerja dengannya. Tapi sudah tersandung masalah, gara-gara kejadian tadi pagi. Yang sebenernya murni sebuah kesalahpahaman, dari mereka yang menemukan keduanya dalam keadaan tertidur di lahan kentang.


Tapi, yang masih mengganjal di hati Jamal, dan belum menemukan jawabannya adalah, semua video yang ditunjukan oleh Dewi Riani.


Jamal sendiri, tidak pernah merasa melakukannya rekaman video itu. Bahkan, dia juga tidak pernah melihat Dewi Riani mem_video kegiatannya, semalaman suntuk, hingga pagi hari. Bahkan akhirnya mereka berdua tertidur, juga masih dalam keadaan di video. Karena kamera yang masih dalam keadaan on.


Jamal ingat betul, jika semalam dia justru pingsan. Sebabnya dia melihat perbedaan antara Dewi Riani di dalam kamera, dengan Dewi Riani jika dilihat dalam nyata.


Hal ini yang masih membuat teka-teki tentang keadaan Dewi Riani yang sebenarnya. Meskipun Jamal sudah mengetahui jika, Dewi Riani ini adalah salah satu orang yang dikuasai oleh sistem. Untuk memberikan pengawalan pada Jamal, karena sedang di dera dengan berbagai masalah. Baik yang sudah terdeteksi maupun yang belum.


Tapi karena dalam keadaan normal dan ada Indah juga, jadi Jamal tidak bertanya ataupun memberikan isyarat apapun pada Dewi Riani. Yang terkait dengan sistem.


Dia tidak mau jika terjadi kesalahpahaman lagi, antara Indah dengan Dewi Riani.


Jamal harus tetap bisa menjaga perasaan istrinya, karena sebenarnya istrinya itulah yang menjadi sumber kekuatannya selama ini. Sehingga bisa tetap bertahan dalam keadaan apapun.


"Aku secara pribadi, meminta maaf padamu Dewi. Aku tidak tahu, jika semuanya akan seperti tadi pagi. Tapi Aku berharap, agar Kamu tetap bisa berada di sini, dan membantu kami untuk pekerjaan yang seharusnya memang kamu pegang."


"Dan untuk besok pagi, Kamu bersama dengan istriku ini, pergi ke lahan kentang. Untuk memantau pekerjaan para pekerja yang sedang memanen kentang berwarna. Sebab, panen yang seharusnya hari ini jadi gagal."


"Siap Bos! Yang lalu biarlah berlalu, tidak usah dibicarakan lagi. Aku sudah memaafkan Bos Jamal, lagipula itu bukan kesalahan mutlak dari Bos Jamal juga. Aku juga ikut bersalah dalam kasus tadi pagi. Karena harusnya Aku membangunkan Bos Jamal, dan pulang. Bukannya malah ikut tidur kan!"


Jamal menganggukan kepalanya, mendengar penjelasan yang diberikan oleh Dewi Riani.


Begitu juga dengan Indah, yang sebenarnya tidak mengetahui secara pasti, bagaimana kejadian yang sebenarnya.


Tapi karena dia juga ikut menyaksikan bukti dari video rekaman yang ditunjukkan oleh Dewi Riani, akhirnya dia jga ikut percaya. Dengan apa yang terjadi malam itu, antara suaminya dengan Dewi Riani. Yang pada waktu mereka berdua berangkat ke lahan kentang, Dewi Riani sedang berpenampilan seperti layaknya laki-laki pada umumnya.


Bahkan, suara dari Dewi Riani semalam, juga seperti laki-laki bukan suara perempuan.


Itulah sebabnya, Indah tidak menaruh curiga pada keduanya. Apalagi pada suaminya, yang dia yakini sebagai suami yang tetap setia kepada dirinya saja.


Akhirnya, mereka melanjutkan acara makan malam. Dan setelah itu, Dewi Riani pamit pulang ke rumah sebelah. Sebab, dia memang tidur di rumah sana. Rumah yang dulunya adalah rumahnya Lina, istri keduanya Jamal. Kakak dari Indah sendiri.


"Mas. Mas gak ikut memantau panen sendiri, sama seperti biasanya?" Indah bertanya pada Jamal, di saat mereka berdua siap-siap untuk tidur.


"Mas ada acara di luar Yang. Pokoknya, Aku percaya, jika Kamu bisa menghandle sendiri bersama Dewi Riani."


Jawaban yang diberikan oleh suaminya, justru membuat Indah menghela nafas panjang. Karena pada kenyataannya, percuma saja dia bertanya. Karena pada kenyataannya, Jamal tidak mau menjawabnya juga.


"Ya sudahlah. Aku akan menghandle nya sendiri besok pagi sama Dewi Riani itu," gerutu Indah, dengan bibir mengerucut kesal.


"Hiihhh..."


Grep!


Cup!


Indah tidak lagi bisa bicara dan menggerutu, karena suaminya itu sudah tidak memberikannya kesempatan lagi.

__ADS_1


Jamal langsung menyerangnya, untuk melakukan apa-apa yang tadi sore sempat tertunda. Dan sekarang, Jamal sudah tidak mau kompromi lagi.


__ADS_2