Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )
Siapa Dia


__ADS_3

"Ada apa ini?" tanya seseorang yang baru saja keluar dari dalam.


"Eh Pak Bos. Ini lho Pak, ada orang yang mengaku-ngaku mau beli mobil di sini. Tapi, lihat aja penampilannya yang lusuh dan tidak menyakinkan begitu!"


Security tersebut, justru meminta pada orang yang baru saja keluar tadi, untuk melihat keadaan dan penampilan Jamal.


Ini karena, yang baru saja keluar itu ternyata adalah manager di showroom tersebut. Sedangkan yang tadi dia telepon, adalah seorang pengawas atau supervisor.


Akhirnya, manager tersebut benar-benar memperhatikan bagaimana kondisi Jamal. Yang katanya mau pembeli mobil di showroom besar mereka.


Tapi ternyata dia juga tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Apalagi saat ini, Jamal hanya menggunakan alas kaki berupa sandal, dan bukan sepatu fantofel maupun sport. Sama seperti yang biasa dipakai oleh orang-orang kaya pada umumnya.


Akhirnya, manager tersebut melambaikan tangannya, memberikan isyarat pada security yang bertugas untuk mengusir Jamal.


"Nah tuh! Pak manajer aja minta Kamu pergi saja dari sini. Sudah sana, sana!" Tubuh Jamal didorong-dorong oleh security tersebut. Dengan tidak sopan sama sekali.


Dan manager tadi, hanya berlalu. Kemudian masuk ke dalam mobilnya, yang sudah siap di depan showroom.


Dia ada janji temu dengan seorang pelangan, yang katanya mau membeli dua mobil. Sehingga dia harus segera menemui orang tersebut. Dan mengabaikan orang yang datang langsung untuk membeli ke showroom-nya.


Hal ini menjadi perhatian beberapa orang, yang kebetulan lewat di depan showroom tersebut.


Bahkan, ada di antara mereka yang dengan sengaja berhenti dan merekam kejadian di depan pintu showroom. Kemudian mengunggahnya ke akun sosial milik mereka.


Mereka, yang membuat undangan memberikan judul yang beraneka macam. Sehingga menarik untuk dilihat oleh orang lain. Seperti judul-judul di bawah ini.


Perlakuan Khusus untuk orang khusus


**Yang terdepan itu penampilan


Mungkin saja dia the real sultan


Pembeli adalah raja?


Bagaimana ending dari ini?


Siapa yang di usir?


Sambutan yang sangat luar biasa!


Tidak usah ke showroom ini. Buruk**!


Unggahan-ungahan video mereka, cepat sekali mendapat tanggapan. Baik itu yang positif maupun yang negatif.


Ada juga yang memberikan komentar yang nyeleneh khas netizen Indonesia pada umumnya.


^^^Belum tentu apa yang mereka lihat itu adalah kenyataan, bisa jadi memang orang itu adalah orang yang tidak punya kepentingan di showroom tersebut.^^^


^^^Apakah dia orang gila yang ingin beli mobil sultan? jika iya, Aku juga mau jadi gila!^^^


^^^Perlakukan dengan baik, siapa pun yang datang. Karena belum tentu, orang itu tidak punya uang. Bisa saja kan dia menyamar, pura-pura gak punya biar tidak dirampok!^^^


^^^Wah, showroom nya bisa langsung terkenal dan ditutup. Lalu besoknya ganti warteg. Hahaha...^^^


^^^Eh, pak security! Kamu sama dia belum tentu sama. Coba cek kartu yang dia bawa, apa cuma KTP atau ATM tanpa limit!^^^


^^^Nah iya betul itu! Coba cek cek cek!^^^

__ADS_1


^^^Lho, itu bukannya bos Jamal ya? yang punya Channel khusus, Jamal Farm News itu!^^^


^^^Coba perhatikan!^^^


^^^Iya-iya itu bos Jamal! wahhh parah nih pak security gak tahu.^^^


^^^Pak security, jika itu Benar-benar bos Jamal, nyahok Kamu pak! soalnya showroom tersebut bisa dibeli juga sama itu orang. Wkwkwk...^^^


^^^Woiii Bos, itu Bos Jamal. Kyaaa....Kamu mau di serang ibu-ibu yang jadi garda terdepan Jamal Farm News!^^^


^^^Awas jika ini viral dan showroom mobil Kamu gak laku lagi ya Bos!^^^


Setelah beberapa saat kemudian, ada beberapa orang, lagi yang membagikan video-video tadi dengan disertai klarifikasi. Supaya pihak showroom meminta maaf, dengan memperlakukan tamu atau pelanggan yang datang dengan baik.


"Ini bukannya di depan ya?"


"Iya, ini showroom kita lho!"


"Memangnya ada apa di luar sana?"


Perbincangan beberapa karyawan, membuat supervisor tersebut ingin tahu juga, apa yang sedang mereka bicarakan.


"Ada apa?" tanya supervisor pada anak buahnya, yang sedang mengobrol sambil memperhatikan layar handphone masing-masing.


"Ini Pak!"


"Ini lho Pak, kejadian kapan ini?"


Akhirnya supervisor tersebut ikut melihat, apa yang ditunjukan oleh anak buahnya.


Akhirnya, Supervisor yang berada di dalam, sudah ikut melihat beberapa video yang memperlihatkan keadaan di luar showroom. Sehingga dengan cepat supervisor showroom langsung keluar, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Karena ini bisa membuat citra yang buruk untuk showroom tempatnya bekerja.


Bahkan, jika sampai atasannya atau yang punya showroom tahu, dia akan ditegur dan tersandung masalah. Bahkan bisa saja, dia di pecat dari pekerjaannya yang sekarang ini.


"Ada apa?" tanya Supervisor pada security, yang masih bertahan dengan menahan Jamal supaya tidak masuk ke dalam.


Padahal Jamal sudah menjelaskan bahwa, dia mampu membeli beberapa mobil sekaligus di showroom ini.


"Ini Pak, yang tadi Saya laporkan pada Anda!"


Supervisor tersebut, sebenarnya tidak ingin bertanya dengan apa yang dia lihat. Karena penampilan Jamal yang memang tidak meyakinkan, jika dia adalah seorang Bos yang memiliki banyak uang.


Tapi karena dia sudah melihat beberapa komentar yang tadi sempat dia baca, akhirnya dia meminta maaf pada pelanggan yang tempat ditahan oleh security, dengan membungkukkan badannya.


"Maaf Mas, jika ada kesalahpahaman di sini. Mari, silahkan masuk. Dan silahkan pilih sendiri mobil yang Anda inginkan."


Security tersebut melihat dengan heran, atas perubahan yang sangat cepat pada supervisor showroom.


Dia tidak tahu jika, supervisor tersebut sudah mengetahui identitas asli Jamal yang sebenarnya. Sehingga merubah gaya bicaranya pada Jamal, yang tadi sempat pengusir lewat telpon pada security, dan sekarang justru mempersilakannya dengan sangat hormat.


Dan sekarang, supervisor tersebut mendapatkan telpon dari manajernya. Karena manajer tersebut mendapatkan teguran keras dari pemilik showroom, yang ternyata adalah salah satu penggemar kentang berwarna miliknya Jamal. Sehingga dia merasa malu, karena pada saat Jamal datang ke showroom miliknya, justru diperlakukan tidak layak.


..."Kamu cepat layani orang yang datang tadi, yang ada di depan, dan mau di usir security tadi lho. Layani apapun yang dia inginkan dengan baik!"...


..."Siap Pak manager! Ini sudah Saya bawa dia ke dalam."...


..."Bos besar akan datang. Aku juga sudah putar balik ini kembali ke showroom!"...

__ADS_1


..."Apa, Bos besar datang?"...


..."Iya. Dia ternyata kenal dengan orang tadi. Makanya, sekarang Kamu layani dulu dengan baik ya!"...


..."Iya Pak iya. Siap!"...


Klik!


Supervisor tersebut, pucat pasi karena gugup. Mendengar jika Bos Besarnya akan segera datang. Dan itu karena kedatangan tamu yang tadi sempat tidak dia sukai karena penampilannya.


Dia menyuruh beberapa SPG nya, untuk menyiapkan jamuan bagi pelanggan yang datang seperti biasanya.


Sedangkan Jamal, sedang memperhatikan beberapa mobil yang berderet rapi di showroom ini.


Jamal melakukan beberapa pengecekan, guna memilih mobil mana yang dia inginkan.


Dia mengecek kelengkapan barang, seperti ban cadangan, APAR, buku manual serta toolkit pada mobil. Selanjutnya dia mengecek fitur dan perangkat mobil dan fungsinya. Seperti pengecekan lampu-lampu, AC, perangkat audio, dan sebagainya.


Jamal mengecek, sesuai model yang dia butuhkan, harga, dan ulasan tentang mobil yang dia inginkan.


Dia dibantu oleh beberapa SPG, yang memberikan keterangan lengkap tentang mobil-mobil yang dilihatnya.


Ini memang biasa dilakukan oleh para SPG mobil, ketika ada pelanggan yang datang. Jadi, pelanggan akan tahu, apa keistimewaan dari mobil yang akan mereka beli. Sehingga tidak merasa kecewa, jika sudah terlanjur pembelinya nanti.


Jamal masih melihat-lihat, seberapa mobil sport yang memang bagus untuk dijadikan sebagai mobil keluarga. Ketika manager showroom mobil datang.


Begitu masuk, manager tersebut langsung menemui Jamal dan meminta maaf. "Maaf Mas, Saya tadi sedang buru-buru. Maaf ya Mas, jika ada pelayanan kami yang tidak berkenan di hati."


Dia segera mengajak Jamal untuk ikut bersamanya, ke ruangan pelayanan khusus. Karena jamuan untuk pelanggan sudah disediakan.


Di luar showroom.


Security tadi, merasa kebingungan dengan apa yang terjadi pada orang-orang yang bekerja di dalam showroom.


Para atasan showroom, tadi memintanya untuk mengusir pelanggan yang terlihat lusuh. Tapi secara tiba-tiba, mereka justru memperlakukan orang itu seperti seorang raja yang seharusnya dihormati.


"Itu pak supervisor dan manager sedang kena hipnotis apa ya?"


Security justru curiga kita, dan menyangka yang tidak-tidak dengan Jamal. Pelanggan yang nyaris dia usir karena tidak seperti para pelanggan yang lainnya.


Tapi di saat dia masih merasa heran dan bingung dengan sikap dari para atasan tersebut, sebuah mobil mewah yang dikenal sebagai pemilik showroom ini, berhenti tepat di depannya.


Tak lama kemudian, Bos besar tersebut keluar dari dalam mobil, sebelah dibukakan pintunya oleh supir.


Security tersebut berjalan mendekat dan mengucapkan salam sambil membungkuk kan bedanya hormat. "Selamat siang Bos. Tumben sekali datang Bos?"


"Kamu, menghadap Saya setelah urusan Saya selesai di dalam ya! Nanti akan ada yang memberitahumu jika waktunya tiba."


Setelah selesai berkata demikian, Bos tersebut langsung masuk ke dalam showroom, tanpa menunggu security tersebut bertanya lagi.


Sedangkan security menatap dengan heran dengan sikap bos besar nya yang tidak seperti biasanya. Karena tampak sedang kesal dan marah.


"Itu Bos Besar kenapa ya? Apa dia lagi PMS? Hihhh... ngeri jika wanita lagi dapet! Suka sensi dan baper sendiri!"


PMS atau premenstrual syndrome adalah, sebuah sindrom ketika wanita merasakan rasa sakit secara fisik maupun emosi menjelang menstruasi. Kondisi ini kerap dianggap lebay oleh para pria, tapi pada kenyataannya PMS adalah situasi yang memang nyata dialami wanita dan memang ada penjelasan secara medis.


Jadi, Security tersebut mengira bahwa, bos-nya itu sedang dalam keadaan PMS.

__ADS_1


__ADS_2