Menjaga Hati

Menjaga Hati
Meniti Masa Depan


__ADS_3

Satu kecupan mendarat di pipi kiri Vely, membuat pipi itu merah seketika.


"aku balik dulu ya sayang..." Reno mengacak rambut Vely yang berdiri di depannya, Vely hanya mengangguk mengiyakan.



Gilang memandang kosong atap pesawat yang di tumpangi nya saat ini. Menerawang jauh kembali lagi mengingat gadis tercintanya yang sebenarnya dengan berat hati di tinggalkannya untuk memulai kehidupan yang baru di negara B.



*Tugasku memang telah selesai, aku sudah bahagia melihatmu bahagia, meskipun terdengar klasik tapi entahlah memang itu kenyataannya. Aku akan memulai kehidupan baruku tanpa adanya kamu di sisiku, entah berapa lama kamu akan menetap di hati dan pikiranku Velysia... aku ragu bisa melupakanmu dengan segera, mengingat kamu adalah satu-satunya gadis yang aku cintai setelah Marisa meninggalkan aku. Kamu sukses membuat hati yang telah mati menjadi kembali hidup untuk bisa mencintaimu tapi kamu tega meninggalkan aku bersama cinta yang sudah tumbuh besar ini, bahkan kamu tidak membalas sedikitpun rasa yang aku berikan padamu. Tapi semua itu bukan salahmu karena perasaan seseorang tidak dapat di paksakan. Cinta mengalir begitu saja di antara hati para pemiliknya dan tidak beruntungnya aku karena hanya aku yang memiliki cinta itu dan tidak dengan kamu*. (Gilang)



"do you need a blanket?" pertanyaan seorang pramugari menyadarkan Gilang dari lamunan panjangnya.



"no thank's"



Gilang mendongak ke arah pramugari itu.



"marisa?" Gilang



Tok...tok...tok...


Vely bergegas membuka pintu apartment nya yang di ketuk oleh Reno, Vely tahu kalau itu Reno karena sebelum ke apartment Reno sudah menghubunginya.

__ADS_1


"pagi sayang...seger banget habis keramas"


"aku kan udah lama nggak keramas rasanya enak banget "


Reno masuk tanpa menunggu aba-aba dari Vely, Reno langsung menghambur ke dapur. Reno mengambil piring dan menata makanan yang dia bawa dari rumah untuk Vely dan dirinya.


"siapa yang masak?" Vely


"aku lah, mama kan nggak di rumah"


"siapa tahu si bibik yang masak"


"enggak dong, masa buat calon istri dimasakin orang lain"


"he he "


"ayo makan, aku suapi ya"


"ijinkan aku merawat kamu sayang, biarkan aku menebus semua kesalahanku dengan memanjakan kamu setiap saat"


so sweet banget si Reno (Vely)


Vely tersenyum kemudian mengiyakan permintaan Reno untuk menyuapi dia.


Jadi inget kenangan pas kita sama-sama kuliah, Reno juga menyuapi aku seperti ini waktu itu. (Vely)


"kenapa senyum-senyum sih? "


Reno mengagetkan Vely yang tanpa sadar menyunggingkan senyumnya mengenang kenangan indah mereka semasa kuliah.


"nggak papa"


"ngelamunin Gilang ya?"

__ADS_1


"ih enggak"


"terus kenapa? eh iya ngomong-ngomong Gilang kemana tumben nggak muncul dari semalam aku dateng"


"Gilang udah pergi ke negara B"


"ha? dari kapan?"


"semalem dia telepon aku pas mau terbang"


"ngapain dia kesana?"


"katanya ada kerjaan disana, hhmm No aku mau kerja lagi ya"


"kamu mau kerja apa? dimana? udahlah kamu anteng-anteng aja di rumah biar aku aja yang kerja"


"kamu nggak mau aku kerja?"


"kamu boleh kerja tapi nggak dalam waktu dekat ini, aku mau kamu fokus sama kesehatan kamu dulu, aku nggak mau kamu kenapa-napa lagi"


"iya deh, aku akan gunain waktu ku sekarang ini untuk mencari kerjaan yang cocok dengan aku"


"tapi aku nggak suka sebenarnya kamu kerja"


"kamu mau aku jadi orang yang nggak berguna? kamu nggak mau lihat aku bermanfaat buat orang lain? kamu nggak mau lihat aku sukses dan mencapai mimpi juga cita-cita aku?"


"mau sayang... tapi beneran kamu nggak boleh dulu untuk waktu dekat ini ya, nanti kalau kamu udah beneran sehat dan siap lahir batin kamu baru boleh kerja, apa kamu mau aku bikinin kamu perusahaan sendiri?"


"boleh juga tuh, dengan begitu kita akan memberikan peluang kepada banyak orang untuk bekerja bersama kita dan juga mengurangi angka pengangguran kan"


"iya sayang...tapi inget nggak sekarang ok"


"iya"

__ADS_1


__ADS_2