Menjaga Hati

Menjaga Hati
Kejutan 1


__ADS_3

Keesokan harinya Vely telah kembali ke kantor seperti janjinya yang hanya mengambil cuti satu hari. Seperti biasa Reno mengantar Vely ke kantor nya terlebih dulu baru kemudian Reno pergi ke klinik.


Vely melambai ke arah Reno yang mulai menjauh, Vely kembali berkutat dengan pekerjaan yang kemarin telah dia tinggalkan. Pekerjaan yang menumpuk membuatnya sama sekali tidak menyadari kehadiran sang CEO di ruangan Vely, Aditya berulang kali mengetuk pelan pintu ruangan Vely tapi Vely sama sekali tidak merespon padahal Aditya sudah berada di dalam ruangan itu tapi Aditya tetap tidak mau mengagetkan Vely.


"ehem..." Aditya


"loh pak Adit ada apa? eh maksud saya bapak kok nggak nyuruh saya saja ke ruangan bapak? kok kesini sendiri"


"jangan se formal itu, dari tadi saya ketuk pintu tapi kamu sama sekali nggak merespon"


"maaf pak"


"iya nggak apa, o iya saya mau antar ini buat kamu"


Aditya memberikan sebuah undangan dan Vely menerimanya.


"Gilang? menikah? secepat itu?" saking kagetnya Vely sampai melupakan bahwa sedang berbicara dengan CEO kantornya.


"dateng ya, sama tunangan kamu juga" Aditya meninggalkan ruangan Vely begitu saja tanpa menghiraukan jawaban dari Vely.


"apaan si Gilang menikah nggak bilang-bilang eh ya bilang sih tapi kenapa harus lewat kakaknya sih, awas aja tuh anak gua harus minta penjelasan dari dia"


Vely merogoh benda pipih nya dan menekan nomor Gilang


Vely 📞 : Lang kamu apa-apaan sih nikah nggak bilang-bilang


Gilang 📞 : hehehe kan udah ada abang aku loh yang khusus nganter undangan buat kamu


Vely 📞 : enggak enggak apaan nggak sah itu, udah aku nggak terima undangan dari orang lain selain kamu titik


Gilang 📞 : ya udah iya nanti aku ke rumah kamu ya aku khusus undang kamu nih


Vely 📞 : ok aku tunggu


__ADS_1



Malam merayap, Vely yang tengah memasak makan malam di kaget kan oleh bunyi bel rumah yang berbunyi berulang kali, Vely dengan setengah berlari membukakan pintu untuk tamu yang datang, Gilang menampakan gigi rapih nya ke arah Vely di balik pintu.



"malam bidadari ku..." ada sedikit rasa senang dalam hati Vely ketika Gilang menyapanya dengan sebutan yang dulu setiap hari dia dengar.



"sadar kamu udah mau nikah masih aja godain cewek lain, ya udah masuk"



Bukannya duduk di ruang tamu Gilang malah mengekor Vely ke dapur.



"eh tamu duduk di sana, ngapain ikut ke dapur?"




"iya dah Abang..."



"kamu masak apa?"



"masak sederhana aja buat makan malem aku sama Reno"


__ADS_1


"aku nggak di ajakin makan malem nih"



"ya mumpung kamu ada disini ya kita makan bareng dong itu juga kalo kamu mau makan masakan aku yang standar ini"



"apapun yang kamu masak aku akan makan dan aku akan suka, sampai kapanpun kamu kan bidadari ku "



"mulai... udah sana duduk biar aku selesai in ini dulu" Gilang nurut dan duduk di kursi bar yang langsung menghadap ke dapur, dari arah luar Reno datang dengan baju santainya menambah kesan tampan dan ramah.



"wow malam dokter Reno" Gilang



"lu udah nyampek aja Lang"



"lu tahu gua mau kesini?"



"tahu lah, calon istriku ini selalu mengatakan apapun sama aku" Reno memeluk Vely dari belakang di hadapan Gilang tanpa rasa sungkan.



Maafkan saya yang sangat telat up di karenakan kondisi saya yang kurang sehat efek kehamilan saya. Semoga masih setia dengan "Menjaga Hati" dan jangan lupa like, rate, favorit dan komen juga agar penulis terdukung.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2