Menjaga Hati

Menjaga Hati
Will you marry me?


__ADS_3

Reno memiringkan kepala Vely kemudian memercikkan air ke wajah Vely sedikit demi sedikit, beberapa saat kemudian Vely sudah terbangun, Reno mengelap wajah Vely dengan tisu kemudian memeluknya.


"maafin aku sayang..." Vely membalas pelukan Reno karena rasa takutnya.


"will you marry me Velysia?"


Vely terdiam kemudian melepas pelukan Reno dan menatap dalam netra laki-laki yang sangat di cintainya itu.


"tapi aku..."


"ssstt... kamu sempurna "


Reno kemudian memeluk Vely lagi dengan erat.


tak akan aku biarkan kamu pergi lagi (Reno)




Lia dan Deni datang dengan membawa paper bag makanan di tangannya, Lia membawa sarapan untuk Reno agar tidak membeli di luar. Betapa kagetnya mereka saat masuk ke ruang rawat Vely karena mendapati Reno ikut tertidur di brankar Vely bersama Vely di pelukannya. Yang lebih mengagetkan adalah Vely tidak memakai masker oksigen medis di wajahnya, segera Lia menarik Reno yang masih terpejam itu dengan paksa.



"Reno itu Vely nggak pakai oksigen gimana itu...?"



Dengan paniknya Lia menggoyangkan tubuh Reno agar segera bangun.



"mama...Reno masih ngantuk..."



"bangun nak itu masker oksigen Vely kemana kok nggak ada?"



dengan susah payah Reno membuka matanya yang masih sangat berat karena baru tidur beberapa jam saja. Reno tersenyum kepada mamanya kemudian dengan lembut membelai pipi Vely yang masih terpejam.



"sayang... bangun dong ada mama nih" sedetik kemudian Vely mengerjapkan matanya



"tante..." Vely menyapa Lia dengan tersenyum


__ADS_1


"ya tuhan Vely sudah siuman pah...papa... papa... " Lia berteriak karena tidak menemukan suaminya di ruangan itu.



"papa tahu mah" Deni masuk dan menjawab istrinya yang masih heboh



"anakku sayang...tante kangen banget sama kamu nak... gimana apa ada yang sakit ? dimana? disini? atau dimana? bilang tante sayang..."



"Vely sangat baik tante"



"sejak kapan kamu bangun Vely?" Lia



"semalam tante..."



"semalam? kenapa nggak ada yang kasih tahu mama, Reno ! kenapa kamu tidak kabarin mama atau papa?"




"ya udah deh, lalu gimana nak apa yang kamu mau lakukan sekarang?" Lia membelai pipi Vely



"nggak ada tante"



"ada sayang ! kita harus segera menikah" Reno



Pipi Vely merona seketika



*pipi itu yang selalu aku rindukan setiap saat* (Reno)



"menikah?" Lia dan Deni

__ADS_1



"iya mah pah Reno dan Vely sepakat menikah" Reno



"enggak tante aku belum sepakat" Vely



"gimana nih sepakat apa enggak?" Lia



"belum sih mah soalnya kita kan belum lamaran ke rumah Vely iya kan pah"



"betul itu mah, ya sudah ayo kita bikin persiapannya secepat mungkin"



*lamaran? apa masih pantes*? (Vely)



"kok bengong?" Lia



"apa masih pantes tante kalau ada acara seperti itu sedangkan keadaan Vely seperti ini"



"jangan bicara seperti itu sayang tante dan om nggak mempermasalahkan apapun tentang kamu, lagi pula itu semua terjadi karena kamu menyelamatkan Kayla"



*jika saja malam itu kamu nggak datang pasti Kayla yang akan mengalami hal ini dan tentu saja anak itu akan lebih terguncang lagi jiwanya* (Lia)



"bagaimana pun kamu sekarang ini aku adalah laki-laki yang paling beruntung yang nantinya akan bisa menghabiskan sisa kehidupanku bersamamu" Reno



Reno kemudian memeluk Vely sangat erat.



"permisi" Seorang dokter yang memang dari awal menangani Vely pagi ini datang untuk mengecek kondisi Vely.

__ADS_1


__ADS_2