Menjaga Hati

Menjaga Hati
Flashback on


__ADS_3

Vely terseret ke belakang hingga terjatuh


"dasar wanita-wanita sok suci kalian, tidak akan aku biarkan kalian pergi" lelaki yang kembali dari toilet tadi berhasil menahan Vely dengan menjambak rambutnya.


"lari Kayla " teriak Vely


Kayla yang memang sedang ketakutan setelah mendengar perintah lari dari Vely pun langsung berlari meninggalkan Vely.


Dengan air mata yang masih saja keluar dari kedua matanya Kayla berlari meninggalkan klub malam itu, Kayla merogoh tas nya mencari ponsel dan menghubungi kakaknya agar bisa menolong Vely di dalam tapi sama sekali tidak ada jawaban. Kayla tetap berlari menyusuri jalanan yang sedikit ramai dengan berlari, saking takutnya Kayla tidak mendengar klakson berbunyi dari sebuah mobil.


bruk..!




Kayla membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa sakit dimana-mana.



"Kayla..." suara lembut seorang wanita paruh baya yang terdengar sangat khawatir itu membuat Kayla merasa nyaman, tapi entah kenapa rasa takut akan kejadian semalam kembali datang dan membuat Kayla berteriak histeris tidak karuan.



Semua yang ada di ruangan itu pun panik dan memanggil dokter, dokter meminta semua orang untuk keluar agar bisa memeriksa Kayla dengan fokus.



Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan Kayla, keluarga Kayla kompak menghampiri dokter itu dan menanyakan apa yang terjadi pada Kayla.



"bagaimana adik saya dok?" Reno

__ADS_1



"pasien sangat shock, trauma dan sangat ketakutan, sebaiknya tidak di temui untuk beberapa saat karena takut membuat mentalnya semakin tertekan dan ketakutan dan itu akan memperlambat proses penyembuhan pasien, jika memang di perlukan bantuan psikolog akan mempercepat proses penyembuhan pasien, sekarang pasien sedang istirahat karena saya memberikan obat penenang, saya permisi dulu"



tangisan Lia luruh mendengar keadaan putri kesayangannya seperti ini.



"Kayla pa..." Deni memeluk istrinya mencoba menguatkan hati istrinya itu padahal sejatinya hatinya pun sama hancurnya.



"Reno kamu cari tahu apa yang terjadi dengan Kayla sampai dia menjadi seperti ini"




Di tempat lain....



Gilang termenung memandang gadis di depannya yang penuh luka memar terkulai dalam balutan selimut tebal masih terpejam.



Air mata Gilang menetes tak kuasa lagi untuk di bendung nya ketika melihat gadis yang sangat disayanginya menjadi korban pemerkosaan lelaki hidung belang di sebuah klub malam.



Vely mengerjab melihat lampu yang menyala seperti tepat di atas kepalanya, melihat Vely mulai tersadar Gilang mendekat dan menggenggam tangan Vely.

__ADS_1


Vely melihat ke arah Gilang.



"aku udah kotor hiks...hiks..." Vely mulai menangis dan berteriak, hati Gilang terasa sangat sakit melihat Vely dengan keadaan seperti ini.



"aku kotor...mereka melakukan itu padaku hwa.... aaaa...."



Vely mulai histeris memukuli tubuhnya sendiri dan menjambaki rambutnya, Gilang memeluk Vely agar berhenti menyakiti dirinya, Gilang juga ikut menangis bersamaan dengan Vely yang sangat hancur karena kejadian semalam, saking terguncangnya Vely sampai Vely kembali terkulai pingsan dalam pelukan Gilang.



"Vel Vely..." Gilang mengguncang tubuh Vely agar Vely bangun dari pingsannya



*aku akan melindungi mu Vely maafin aku semalam tidak datang tepat waktu hingga kamu menjadi seperti ini, semua salahku* (Gilang)



Gilang merebahkan tubuh Vely kembali di kasur, menyelimutinya dan memberikan minyak angin ke area dekat hidung dan pelipis agar Vely terbangun.



*flashback on*



Vely diseret dengan paksa kembali masuk ke dalam kamar itu, dengan ganas lelaki itu merobek baju Vely, Vely berteriak meronta mencoba melarikan diri tapi masih kalah dengan tenaga lelaki itu, Vely tidak menyerah Vely meraih vas bunga di atas meja samping ranjang, di lemparkannya vas itu ke arah lelaki itu tapi dengan mudah lelaki itu menghindar dan semakin ganas menampar Vely, pukulan terakhir di kepala sehingga membuat akhirnya Vely pingsan.

__ADS_1


__ADS_2