Menjaga Hati

Menjaga Hati
Nego


__ADS_3

"udah belom...?"


"udah"


Reno kembali masuk ke toilet kemudian menggendong Vely lagi untuk kembali ke atas ranjang, Reno mendudukkan Vely di tepi ranjang kemudian Reno menarik kursi untuk duduk berhadapan dengan Vely.


"kamu ngambek sama aku?" Vely hanya diam


"kenapa? kamu bilang dong kalau kamu diem terus aku nggak tahu salahku dimana"


Vely menunduk dan mulai berbicara.


"aku tahu kalau aku sudah nggak perawan lagi, aku tahu aku juga udah nggak pantes lagi buat kamu yang sempurna ini tapi aku nggak suka kalau kamu seenaknya menyerahkan aku ke orang lain, meskipun nantinya aku nggak bersama kamu setidaknya biarkan aku memilih jalan hidupku sendiri, jangan seenaknya mengatur dengan siapa aku harus menghabiskan sisa hidupku nanti"


Vely sudah menangis dan tetap berbicara dengan suara sengau yang malah terdengar lucu.


"terus sekarang mau kamu gimana?"

__ADS_1


"kamu tanya mau aku? apa itu perlu? sedangkan dengan mudahnya kamu menyerahkan aku kepada Gilang kan tadi?"


Mereka sama-sama terdiam beberapa saat.


"aku nggak bermaksud seperti itu tapi Gilang yang selalu ada bersama kamu di saat-saat tersulit kamu, aku hanya merasa tidak pantas dan minder dengan apa yang sudah Gilang lakukan untuk kamu, sedangkan aku? bahkan aku malu mengakui apa yang aku lakukan padamu. Maaf"


"sudahlah lupakan, aku tidak mau mengingatnya lagi, kamu tidak harus disini menjagaku jika kamu pikir aku lebih pantas dengan Gilang, pulang sana"


"aku sayang kamu"


"bohong"


"itu nggak mungkin terjadi" Vely yang sedang menahan amarahnya ternyata malah keceplosan.


"hemm jadi kamu nggak mau sama Gilang?"


"bukan gitu paling juga Gilang yang nggak mau sama aku" Vely mencari-cari alasan untuk menghindar mengakui bahwa dirinya tidak ingin Gilang tapi Reno.

__ADS_1


Gilang nggak mau sama kamu? Hoax ! (Reno)


"apa aku masih pantas mengharapkan kamu setelah apa yang sudah aku lakukan ke kamu?"


"aku tidak akan memaksa kamu jika memang kamu ragu atas aku, kamu laki-laki yang baik mungkin memang tidak sepatutnya bersanding denganku yang sudah kotor ini, bahkan aku sedang hamil sekarang, apa kata orang-orang kalau melihat ini nantinya? sudah sudah aku tidak mau lagi membahas ini, aku mau tidur"


Vely menggeser kakinya menaiki ranjang, Reno kemudian menyelimuti Vely.


Vely tidak tahu kalau kandungannya keguguran (Reno)


"aku sudah tahu semua yang terjadi malam itu" Reno


Vely yang tadinya tenang mendadak merasa ketakutan, bayangan akan kejadian malam itu kembali hadir di depan mata, Vely mulai menangis dengan keras karena saking takutnya, Reno memeluk Vely dengan erat mencoba menenangkan Vely, Reno ikut meneteskan air mata.


laki-laki macam apa yang meninggalkan kekasihnya saat kekasihnya sangat terguncang dan terpukul? maafkan aku sayang aku hanya sibuk dengan tuduhan ku padamu dan tidak menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padamu? (Reno)


"pergi kamu pergi..." teriakan terakhir Vely sebelum akhirnya Vely kembali terkulai pingsan.

__ADS_1


"Vely... bangun sayang...Velysia..." Reno meletakkan Vely kembali ke posisi tidur, kemudian berlari mengambil tas kerjanya yang tergeletak di sofa, di keluarkan nya stetoskop dan memeriksa Vely.


ya tuhan... untung saja hanya pingsan, aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu terjadi lagi padamu. Pengaruh kejadian malam itu sangat besar pada batin Vely mulai sekarang aku tidak akan mengingatkan dia lagi tentang kejadian malam itu (Reno)


__ADS_2