Menjaga Hati

Menjaga Hati
POV Gilang 1


__ADS_3

Gilang menghampiri Vely yang sepertinya mulai kembali terbangun.


"hi are you okay?" Gilang mengusap kepala Vely tapi Vely tidak menjawab dan malah memandang Gilang, air mata Vely kembali meluncur tanpa batasan.


"Everything is okay, jangan menangis lagi" Gilang memeluk Vely mencoba menenangkan


"nggak ada yang baik-baik saja hiks...hiks... aku sudah hancur Lang... aku kotor dan hina"


"jangan ngomong gitu, semuanya akan baik-baik saja "


"Reno pasti sangat kecewa padaku hiks...hiks..."


"hey apa kamu lupa Reno sangat mencintaimu dan juga ini kecelakaan" Gilang memegangi kedua pundak Vely dan meyakinkannya, Gilang kembali memeluknya agar Vely merasa lebih baik.


"kamu makan ya "


Vely menggeleng dengan pandangan kosongnya dan air mata yang masih mengalir.


"kalau kamu nggak makan kamu akan sakit"


"nggak pa pa"


Gilang tidak tahu lagi harus membujuk Vely bagaimana.


"kamu mau mencari siapa yang melakukan ini padamu?"


Vely terdiam kemudian menatap Gilang tapi dengan pandangan benci


"siapa dia?"


"aku tidak tahu tapi kalau kamu mau aku akan membantumu mencarinya tapi sebelum itu kamu harus makan biar kamu kuat dan mampu menghadapinya"


"baiklah"

__ADS_1


Gilang tersenyum mendapatkan apa yang dia mau, dari awal Gilang memang sudah tahu siapa yang melakukan hal itu pada Vely tapi Gilang harus menutupinya karena itu bisa saja menjadi senjata jika Vely menolak untuk melakukan sesuatu, contohnya seperti barusan.


"aku akan suapi kamu"


"enggak perlu aku bisa sendiri"


"ayolah biarkan aku merawat mu"


Vely kemudian menurut dan mau di suapi oleh Gilang. Gilang menyuapi Vely dengan telaten dan hati-hati, beberapa sendok sudah masuk ke mulut Vely kemudian Vely meminta sudah karena merasa sudah kenyang.


"ya udah nggak papa yang penting sudah makan meskipun sedikit, kamu mau sesuatu?"


Vely menggeleng


"kalau gitu aku mandi ya badanku udah lengket banget dari kemarin sore belum mandi"


Vely hanya mengangguk tanpa ekspresi, Gilang bangkit dan meninggalkan Vely di ranjang menuju lemarinya, Gilang mengambil handuk dan kaos juga celana pendeknya serta dalaman untuknya, Gilang akan mandi dan memakai pakaiannya juga setelah mandi di dalam kamar mandi sekalian biar tidak bolak-balik keluar masuk kamar mandi agar Vely tidak terganggu.


"Vely itu hp kamu di atas meja, aku udah charger siapa tahu kamu butuh"


Vely menoleh ke arah Gilang kemudian mengangguk.




Gilang keluar kamar mandi setelah selesai mandi tapi tidak jadi menggunakan celana pendeknya karena ternyata celana itu sudah robek, jadilah Gilang melilitkan handuknya tadi di pinggang dan akan mengambil celana yang lain. Gilang melihat Vely sudah tertidur kembali.



*melihatmu pulas tertidur seperti ini membuatku damai, betapa hancurnya hatiku tadi saat melihat air matamu tak hentinya mengalir, aku janji akan menjagamu mulai sekarang* (Gilang)


__ADS_1


tok...tok...tok...



Ketukan pintu itu membuyarkan lamunan Gilang, Gilang melangkah ke arah pintu mengintip dari lubang kecil yang ada di pintu.



*Reno? mungkin Vely yang menghubunginya, baguslah kalau Vely sudah memberitahu segalanya*. (Gilang)



Gilang membuka pintunya masih dengan lilitan handuk di pinggangnya.



"lu Ren"



"mana Vely?"



"ada, ayo masuk dulu"



*Pasti Reno senang melihat Vely disini, karena sejak semalam Vely tidak pulang*. (Gilang)



Gilang menggiring Reno ke kamarnya, tapi Reno tidak mengikuti sampai masuk ke kamar.

__ADS_1


__ADS_2