
Darah berceceran di jalanan dan orang-orang berkerumun melingkar.
Gilang yang baru tahu bahwa Vely lah orang yang di kerumuni itu seketika berkeringat dingin dan raganya terasa lemas karena saking shock dan takut melihat kondisi Vely yang bersimbah darah akibat tabrak lari yang baru saja dialami Vely.
"Vely...!" teriakan Gilang membuat yang mendengarkan ikut merasa iba.
Satu jam sebelumnya....
Reno berkali-kali menelpon Sarah yang akan menjalankan rencana yang kemarin sempat dibicarakan dengan Reno.
Reno telah memahami apa yang terjadi setelah Kayla bercerita padanya, Reno lagi-lagi menelepon Sarah tapi sama sekali tidak diangkat oleh Sarah.
Reno semakin bingung karena memang dia tidak tahu apa yang akan Sarah lakukan pada Vely. Setelah mengingat bahwa Sarah menanyakan jadwal kontrol kandungan Reno segera pergi menuju rumah sakit dimana Vely akan memeriksakan kandungannya kepada dokter Sinta.
Reno melihat Gilang berdiri di depan ruang operasi yang lampunya masih menyala tanda operasi tengah berlangsung.
"Lang gimana keadaan Vely Lang... gimana dia Lang...hiks...hiks..." Reno sudah sesak dan menangis akan kebodohannya yang menuduh Vely dengan segala tuduhan konyolnya.
Gilang yang masih shock sama sekali tak menghiraukan Reno yang sudah memegangi kedua lengannya
"apa pedulimu, bukankah kamu senang kalau kami menderita" Gilang
"maafkan aku Lang... aku baru tahu dari Kayla apa yang telah menimpa Vely"
"harusnya kamu tahu sifat Vely Ren, mana mungkin dia menghianati mu"
"aku memang bodoh Lang aku minta maaf"
__ADS_1
"simpan maafmu itu untuk Vely, doakan dia baik-baik saja" Gilang yang masih ketus sama sekali tak menanggapi Reno yang berkali-kali meminta maaf padanya.
Ponsel Reno berdering tanda panggilan masuk, segera Reno mengangkatnya karena itu dari Sarah.
📞 Reno : apa yang sudah kamu lakukan pada Vely Sarah?
📞 Sarah : aku membantumu menyingkirkan penghalang hubungan Kalian yaitu bayinya
📞 Reno : brengsek kamu Sarah
"apa yang dilakukan Sarah? " Gilang
"Sarah yang sudah melakukan ini pada Vely"
"sial ! aku akan pergi membuat perhitungan dengannya" Gilang berjalan cepat meninggalkan Reno
"tunggu ! " Reno
"ada apa?"
__ADS_1
"sebenarnya aku juga terlibat dalam rencana Sarah"
"ya tuhan kenapa Vely yang baik berada di sekitar kalian para orang-orang brengsek" Gilang sudah sangat marah
"aku baru tahu kalau Vely tidak melakukan itu padaku dan aku sudah mencoba menghentikannya tapi terlambat"
"meskipun Vely benar-benar menghianati kamu, kamu juga tidak berhak mencelakai dia sampai seperti ini dasar laki-laki go\*\*\*k "
"apakah anda keluarga pasien?" seorang dokter keluar dari ruang operasi, Reno dan Gilang bersamaan menjawab pertanyaan dokter itu.
"saya suaminya" Reno dan Gilang menjawab bersamaan, dokter memandang kedua laki-laki muda dihadapannya bergantian.
"baiklah saya faham, tolong anda hubungi orang tua pasien setelah itu saya akan memberi tahu keadaan pasien, saya permisi" dokter itu meninggalkan kedua laki-laki yang masih penasaran.
Reno bergegas menghubungi orang tua Vely, tapi orang tua Vely tidak bisa pulang karena papa Vely juga sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Reno kemudian menghubungi orang tuanya dan menyuruh mereka datang ke rumah sakit segera.
Tidak lama kemudian orang tua Reno datang dan langsung masuk ke ruangan dokter, Reno dan Gilang ikut masuk dan mendengarkan penjelasan dokter tentang keadaan Vely.
"anda orang tua pasien?"
"iya dok saya mamanya" Lia
"pasien mengalami keguguran dan kehilangan banyak darah akibat benturan keras dari tabrakan yang dialami pasien, karena kehilangan banyak darah pasien saat ini mengalami koma "
"ya tuhan...apa yang menimpa dirimu nak hiks...hiks...hiks..." Lia mulai menangis
"lalu kapan kira-kira Vely akan kembali sadar dok?" Deni
"kami belum bisa memastikan hal itu pak, saat ini kalian hanya perlu berdoa dan mengajak pasien berinteraksi selalu agar responnya kembali normal"
Orang tua Reno, Gilang dan juga Reno keluar dari ruangan dokter.
__ADS_1