
aku harus memperbaiki kesalahan yang pernah aku buat kepada gadis itu, mungkin dengan begitu aku akan terbebas dari rasa bersalah yang selama ini menghantui aku dan Sarah dan setelah itu aku akan bisa hidup tenang dengan Sarah (Leo)
"tuan..." Narsih menepuk pundak Leo pelan, tapi karena Leo sedang melamun jadi Leo merasa kaget.
"eh bik, ada apa?"
"tuan makan dulu, sejak semalam tuan nggak makan"
"nggak ada selera makan sama sekali bik" Leo mengusap kasar wajahnya.
"tuan... apa ada yang ingin tuan ceritakan? saya bersedia mendengarkan jika memang tuan mau membagi beban tuan"
benar juga kata bik Narsih nggak ada salahnya aku bercerita (Leo)
"aku berdosa bik"
"dosa apa tuan?"
Bik Narsih mulai menitikkan air mata mendengar semua cerita dari Leo. Setelah beberapa saat akhirnya Leo menyudahi semua ceritanya.
"aku akan mencari gadis itu bik, aku harus meminta maaf"
"benar tuan, memang tuan harus meminta maaf karena karma itu ada tuan hiks...hiks..."
"itu dia bik mungkin semua yang aku terima saat ini adalah karma dari apa yang aku lakukan kepada gadis itu"
"tuan harus segera mencari gadis itu dan meminta maaf"
"iya bik"
"sayang..."
tok...tok...tok...
"sayang... Vely..."
"apa mah" suara Vely terdengar parau karena masih tidur
"kamu bangun dong sayang... udah siang loh ini, kamu nggak ada mau cek apa gitu sama Reno"
"nggak ada mah, semua udah clear"
"ya udah tapi kamu tetep harus bangun loh"
"lima menit ya mah"
__ADS_1
Sasha sudah kehilangan akal membangunkan anak semata wayangnya itu.
"ok lima menit mama tunggu kamu sarapan ya sama papa"
"hem..."
Sasha meninggalkan Vely yang masih saja meringkuk di dalam selimutnya untuk menyiapkan sarapan untuk semua orang.
"pagi mah"
"pagi sayang kamu udah rapi aja Ren?"
"iya dong mah, calon mantu mama ini emang rajin"
"iya rajin banget, tuh liat calon istri kamu masih selimutan di kamar"
"iya masih tidur, bangunin sana kita sarapan bareng"
"iya mah"
Reno menaiki tangga menuju kamar Vely yang sudah terbuka tapi si empunya masih tertutup matanya.
Reno menutup pintu kamar Vely perlahan, kemudian langsung melompat ke tempat tidur Vely dan memeluk kekasih hatinya itu.
"aarrghh... apaan sih ini, berat nih aarrgghh..." Vely kemudian membuka matanya.
"Ano... jangan gini dong aku nggak bisa nafas nih" Vely menutup mulutnya dengan sebelah tangannya
"bangun dong sayang kamu kebo banget sih jam segini belum bangun juga, besok kita nikah loh nggak ada excited-excited nya sama sekali loh kamu"
"iya iya aku bangun kamu keluar sana" Vely masih menutup mulutnya sambil berbicara
__ADS_1
"kamu kenapa sih itu mulutnya pake di tutup segala?"
"aku baru bangun belum gosok gigi"
"astaga sejak kapan kamu punya malu di depan aku ha?"
"udah sana, aku mau mandi, aku nggak pd"
Reno melepas pelukannya yang erat dari tubuh Vely, Vely seketika berlari ke arah kamar mandi, Reno menarik tangan Vely hingga gadis itu terduduk di pangkuan Reno.
"aku mandi dulu Ano..."
Reno menarik tangan Vely yang masih saja menutupi mulutnya, dengan lembut Reno mencium bibir Vely yang sejurus kemudian mendorong Reno sampai terjatuh ke kasur.
"kamu ngapain? "
"aku cium kamu"
"aku belum gosok gigi"
"terus? aku nggak perduli kamu udah gosok gigi apa belom, mulai sekarang aku akan selalu minta morning kiss setiap kita bangun tidur"
"enggak! jorok itu"
"nggak lah, kamu kan bersih orangnya"
"udah lepasin aku mau mandi"
Vely benar-benar berlari ke kamar mandi kali ini dan Reno tidak lagi mengejarnya.
*padahal dulu dia nggak ada malu-malunya sama aku, kentut di depan aku pun dia nggak malu eh sekarang udah mau nikah malah malu, lucu banget sih kamu sayang... gemes banget dah* (Reno)
__ADS_1