
"sayang..." Vely melongok kan kepalanya ke dalam kamar Reno
"aku di kamar mandi sayang" Vely masuk dan duduk di ranjang Reno menunggu kekasihnya selesai mandi, Vely melirik jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjuk kan pukul 21:00 Reno baru saja pulang dari klinik karena ada keadaan darurat, sebenarnya badan Vely sudah sangat lelah seharian bekerja tapi demi menemani Gilang tidak apalah sekali-kali.
"tumben nyamperin ke kamar" Reno keluar dengan lilitan handuk di pinggangnya
"kamu kenapa nggak sekalian pake baju sih, udah tahu ada aku di sini"
"ya kan tadi pas masuk kamar mandi nggak ada kamu mana tahu kalau kamu kesini sayang"
"ya udah sana pake baju"
"ambilin dong sayang" Vely menuju lemari baju Reno mulai mencari pakaian yang pas untuk Reno, tanpa Vely sadari Reno sudah berada di belakang Vely kemudian memeluknya, wangi sabun dan shampo semerbak dari tubuh Reno yang bertelanjang dada, Vely agak merinding karena Reno bertelanjang dada.
"jangan gini Reno..." Vely sedikit menggerakkan badannya agar Reno melepasnya
"kalau kamu bergerak terus jangan salahkan aku ya jika sesuatu terjadi padamu" kata-kata Reno sukses membuat Vely diam. Reno menciumi ceruk leher Vely yang sangat dia suka.
"eh Gilang udah nungguin kita loh" Vely sukses melepaskan dirinya dari pelukan Reno karena Reno bengong mendengar kata Gilang
__ADS_1
"kok Gilang?" Vely memberikan kaos hitam polos untuk dipakai Reno dan celana pendek.
"iya Gilang ada di rumah tuh " Vely menjauh dari Reno dan duduk di ranjang, Reno mengambil ****** ***** kemudian masuk ke kamar mandi untuk memakai ****** ***** dan celana pendeknya.
"dia ngapain?" tanya Reno ketika keluar kamar mandi
"ya main aja, udah ayo"
"bentar..." Reno menyisir rambutnya dan memakaikan pomade
"udah ganteng kok sayangku...." Vely memeluk Reno dari belakang yang membuat Reno sangat senang kemudian memutar tubuhnya menghadap Vely.
Reno menyapa Gilang dan mereka pun berbincang, Vely membuatkan kopi susu untuk Reno dan membuatkan camilan untuk teman mengobrol mereka, saking asyiknya mengobrol sampai mereka bertiga lupa waktu, Vely yang sangat lelah kemudian tertidur dan kepalanya berada di pangkuan Reno, Gilang sedikit iri dan agak merasa tidak enak.
"gua balik ya Ren udah malem juga kasihan Vely tidurnya pasti nggak nyenyak"
"bentar lah disini dulu ngobrol sama gua, Vely udah anteng kok"
"ok lah"
__ADS_1
Mereka malah terdiam satu sama lain, mereka saling memandang kemudian terbahak bersamaan.
"ngajakin ngobrol malah diem-dieman" Gilang
"iya juga hahaha, eh Lang gua mau minta maaf ya soal omongan yang gua bilang ke lu waktu itu" Reno mendadak serius
"nggak pa pa, Vely juga tadi udah bahas itu"
"jujur gua nyesel setelah cerita hal itu ke lu"
"gua nggak pa pa Ren lagian itu kan masa lalu kalian nggak seharusnya gua mencampur masa lalu dengan yang sekarang, oh ya lu kapan nih rencana nya mau nikahin Vely?"
"lu juga tahu sendiri gua sudah berkali-kali minta Vely menikah sama gua tapi ya.. seperti yang lu tahu juga pasti dia bilang nanti kalau gua udah mapan dan inilah itulah kadang gua ngerasa kayaknya Vely memang nggak mau nikah sama gua"
"kalau Vely memang nggak mau nikah sama lu nggak bakalan dia tetap sama lu sampek sekarang, lu nya aja yang mikirnya kejauhan"
"iya juga sih, gua cuma takut Vely sebenarnya nggak cinta sama gua, dan gua takut kehilangan dia" Reno mengelus rambut Vely yang tertidur pulas.
"gua ke toilet bentar ya" Reno memindahkan kepala Vely dari pangkuan nya ke sofa dan memberi kan bantal pada kepalanya. Reno berlari masuk ke dalam rumah Vely menuju toilet. Gilang menatap wanita yang sangat di cintai nya itu Gilang mendekat ke sofa dimana Vely terbaring Gilang berjongkok di singkap nya rambut yang menutupi wajah Vely.
__ADS_1
"cup..." Satu kecupan mendarat di kening Vely