Menjaga Hati

Menjaga Hati
Kegelisahan Lia


__ADS_3

Reno berkali-kali menendang apapun yang ada di hadapannya, Reno sangat marah karena Vely melarikan diri darinya.


"se ingin itu kamu pergi dariku? aaarrrggg.... brengsek "


preng... sebuah vas terjatuh dari meja yang ditendang Reno


tok...tok...tok...


"Reno..." Lia mengetuk pintu kamar anaknya dengan lembut karena Lia mulai memahami apa yang terjadi pada putra kesayangannya itu. Reno tidak beranjak selangkah pun dari tempatnya berdiri.


Lia masuk dengan pelan-pelan agar tidak membuat Reno marah.


"sayang..." Lia menyentuh lengan Reno perlahan dan mengelusnya agar anaknya itu tenang.


"kenapa nak? "


"Reno benci sama Vely ma..." Reno mulai menangis


"tenanglah nak pasti dia punya alasan melakukan semua ini"


"tapi apa ma? Reno nggak tahu harus apa"


Lia memeluk putranya yang memang selama ini tidak pernah sekalipun jauh dari Vely.


"sudahlah nak mungkin memang Vely bukan jodohmu"


mendengar perkataan mamanya bukannya tenang Reno malah semakin gusar dan gelisah, Reno mengambil kunci mobilnya kemudian keluar meninggalkan Lia yang masih mematung di kamar Reno.


ya tuhan ampunilah dosaku jika memang semua ini terjadi karena kesalahanku, kedua anakku berada dalam masa yang sangat sulit bagi mereka, aku tidak tega melihat mereka seperti ini (Lia)


Lia menangis sesenggukan merasakan sesak yang amat sangat mendalam di dadanya, Deni yang sedari tadi mencari keberadaan istrinya pun kaget melihat Lia menangis di kamar Reno.


"ada apa Ma? kenapa mama menangis?"


"pa...hiks...hiks... mama kasihan dengan anak-anak kita pa, apa yang bisa kita lakukan untuk kebahagiaan mereka?"


"papa juga tidak mengerti ma kenapa semua bersamaan seperti ini, Kayla dengan kondisi jiwanya dan Reno dengan kekecewaannya"


"mama harus cari Vely pa setidaknya mama akan tahu alasan Vely meninggalkan Reno"


"sudahlah ma biarkan Reno sendiri yang menyelesaikan masalahnya, kita harus fokus dengan kesembuhan Kayla"


Lia kembali memeluk suaminya yang mampu membuat ketenangan tersendiri.



__ADS_1


Hari ini adalah hari pernikahan Gilang dan Sarah, Vely khusus di minta untuk menjadi Bridesmaids dari Sarah, awalnya Sarah sangat kaget karena mengetahui Vely kenal dengan calon suaminya tapi demi menuruti Gilang, Sarah akhirnya mau menjadikan Vely sebagai Bridesmaids nya.



Sebelum akad nikah Vely sudah standby di rumah Gilang karena Gilang memintanya dan Vely tidak sampai hati menolaknya.



"Vel..."



"iya Lang"



"selfie yuk"



"ih buat apa?"



"kenang-kenangan"




![](contribute/fiction/2259673/markdown/13855184/1625435105352.jpg)



"ya ampun kenapa aku pose nya gitu amat ya ha ha ha" Vely menertawai dirinya sendiri, Gilang yang melihat itu sangat merasa senang karena Vely sudah mulai kembali ceria seperti sedia kala.



"hapus ih norak banget aku Lang"



"enggak ah ini lucu tau"



"ih jelek gitu dibilang lucu"

__ADS_1



"enggak ini lucu sumpah"



"emmm Lang congratulation ya semoga kalian bahagia dan berjodoh sampai maut memisahkan"



"gua belum akad Vel apapun bisa terjadi"



"maksud kamu apa? memangnya apa yang kamu harapkan terjadi?"



*aku harap pernikahan ini gagal dan aku bisa kembali mengejarmu lagi* (Gilang)



"enggak ada, eh aku ada ngundang Reno nggak papa kan?"



"nggak papa Lang toh aku dan Reno juga sudah pernah bertemu sebelum ini"



"ya udah, aku siap-siap dulu ya kamu juga nanti akan dirias lagi dan ada gaun khusus buat kamu bentar ya"



Gilang berdiri dan melangkah ke arah lemari di kamarnya, di ambilnya sebuah kotak besar yang sudah di beli khusus beberapa hari lalu.


Gilang memberikan kotak itu kepada Vely



"nanti ini di pakai ya..."



"loh aku kan Bridesmaides nya Sarah nanti juga ada seragam sendiri kan"


__ADS_1


"enggak kamu khusus pakai ini"


__ADS_2