Menjaga Hati

Menjaga Hati
H-3


__ADS_3

Vely dan Reno duduk di sofa sebuah butik yang beberapa waktu lalu mereka kunjungi dengan Lia, setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya si empunya butik datang juga. Vely dan Reno adalah calon pengantin favorit Karina hal itu membuat Karina tidak memperbolehkan karyawannya untuk melayani Vely dan Reno tapi Karina mengkhususkan dirinya sendirilah yang akan melayani mereka berdua.


"aduh calon pengantin favorit aku udah lama nunggu?" Karina


"baru kok tante" Vely


"ayo kita langsung coba aja baju pengantinnya"


Vely dan Reno mengikuti Karina menuju sebuah ruangan berisi banyak sekali model gaun pengantin yang cantik-cantik.


Karina memberikan setelan jas kepada Reno untuk dicoba dan jas itu terlihat pas di badan Reno.


"kamu terlihat gagah dengan jas itu Ren"


"he he bisa aja tante"


"sekarang giliran gaunnya"


"itu yang bikin khawatir tante" Reno


"kok khawatir? khawatir kenapa?" Karina


"calon istri aku ini makannya banyak banget tante takut gaunnya nggak muat"


"Ano" Vely mulai manyun


"stop debat, ayo kita buktikan apakah calon istri kamu ini beneran semakin gendut atau nggak, sayang kamu pakai gaunnya ya"


"iya tante"


Vely masuk ke ruangan ganti dan mengganti pakaiannya dengan gaun pernikahannya.

__ADS_1


Setelah keluar mata Reno tak berkedip melihat kekasih hatinya itu dengan balutan gaun pernikahan yang bagus dan membuat Vely semakin cantik.


Karina menyuruh Vely berputar beberapa kali di hadapannya dan Karina juga memeriksa ini itu di tubuh Vely.


"ok fix ini sempurna, nggak ada yang harus di perbaiki lagi karena gaun ini sudah sangat pas di tubuh Vely"


"bwek " Vely meledek Reno yang sudah gemas ingin menciumnya.


"sukur deh tante kalau semua udah pas"


"lagian aku juga nggak bakalan langsung gendut dalam waktu sehari "


ring...ring...ring...


"bentar ya tante angkat telpon dulu"


"iya tante" Vely dan Reno


Vely memutar tubuhnya mengamati dirinya di dalam cermin, Reno memeluk Vely dari belakang (adegan favorit Reno)


"kamu cantik" bisik Reno


"habis ini aku mau on the way gendut"


"maksudnya?"


"aku mau jadi gendut, aku mau lihat kamu masih suka nggak sama aku?"


"he he bercanda sayang... mau kamu gendut atau kurus Reno ini tetap cinta Velysia kok"


"gombal"

__ADS_1


"beneran"


cup ! satu kecupan di pipi kanan Vely.


"kok nggak merah pipinya?"


"itu tandanya perlakuan kamu kurang manis"


"emang ada yang kayak begitu"


"ada lah"


"gemes banget sama kamu nggak sabar pengen makan kamu"


Reno mengeratkan pelukan di perut Vely tang masih saja manyun.




"lepaskan aku Leo" teriakan Sarah menggema di ruangan tanpa ada seorang pun disana kecuali Sarah, Leo bersandar di luar kamar Sarah dengan air mata yang sesekali sampai menetes di pipinya.



"kamu istriku Sarah, kamu harus tetap bersamaku" jawab Leo dengan teriakan yang sama kerasnya dengan Sarah



"lepaskan aku kamu nggak berhak menahan aku seperti ini Leo kamu br\*\*\*\*\*k"


__ADS_1


Leo tidak lagi menjawab makian Sarah yang sudah hampir setiap hari di dengar olehnya, Leo turun dari lantai atas dan leboh memilih pergi menenangkan pikirannya. Sebelum pergi Leo berpesan pada pembantunya agar mengawasi Sarah dan juga memberinya makan.


__ADS_2