Menjaga Hati

Menjaga Hati
Bertengkar


__ADS_3

Leo menaikan kakinya ke ranjang berjajar dengan Sarah yang masih terpejam.


Leo memejamkan matanya mengingat kembali masa indah yang pernah dia lalui bersama Sarah.


"kembalilah seperti yang dulu Sarah... aku sangat mencintaimu... hiks...hiks..."


Sarah adalah gadis yang memang sangat di cintai Leo, sejak Sarah masih di bangku SMA Leo dengan sabar menunggu sampai Sarah benar-benar mau dengannya, hingga akhirnya sekitar beberapa bulan lalu Sarah di temukan dalam keadaan mabuk berat dan meracau tak karuan di sebuah klub malam. Leo dengan sabar merawat Sarah sampai Sarah sadar.


Singkat cerita setelah kejadian hari itu Sarah dan Leo sering bertemu, Sarah yang memang tipikal cewek matre dan sedang tidak mempunyai seseorang untuk di peras uangnya menjadikan Leo sebagai pelarian, Sarah mau memberikan apapun asalkan biaya hidupnya terpenuhi.


Bahkan Sarah mau memberikan dirinya untuk Leo sebagai imbalan karena Leo mau menanggung biaya hidupnya. Leo melakukan hubungan badan dengan Sarah dengan penuh cinta tapi tidak dengan Sarah. Tapi hal itu tidak berlangsung lama karena orang tua Sarah menjodohkan Sarah dengan Gilang.


Bagaikan menang lotre, Sarah lebih memilih Gilang yang memang lebih kaya dari Leo. Gilang dan Leo saling mengenal karena Leo mengelola salah satu klub malam milik Gilang.


Malam itu karena beban pikiran, Leo minum di klub malam, Leo tidak terima bahwa Sarah lebih memilih Gilang, dalam keadaan setengah mabuk teman Leo mengajak untuk bersenang-senang dengan seorang gadis yang ada di klub itu. Dan begitulah kejadian malam itu akhirnya terjadi pada Vely.


apa ini karma gua karena gua udah ngerusak kehormatan gadis yang nggak gua kenal itu? siapa gadis itu? Gilang mengenal gadis itu seingat gua Gilang sampai menangis saat menghajar gua malam itu, tapi siapa dia? (Leo)




Reno tahu bahwa Vely tidak pulang ke rumah tapi ke apartment nya. Roy dan Sasha yang sudah di rumah beberapa kali menelepon putri semata wayangnya itu, karena tidak ada jawaban akhirnya Sasha menghubungi Reno dan meminta mereka untuk pulang.



Reno sampai di depan pintu apartment Vely kemudian beberapa kali membunyikan bel yang memang sengaja tidak di hiraukan. Tak kehabisan akal Reno menghubungi pihak management gedung apartment, Reno mengatakan bahwa istrinya di dalam dan kartu aksesnya hilang, dengan membayar denda dan pihak gedung mau mengelola akhirnya Reno mendapatkan kartu akses masuk yang baru.

__ADS_1



"maaf sayang" Reno berkata kepada Vely ketika menemukan calon istrinya itu sedang memasak di dapur, begitulah Vely jika sedang kesal maka pelampiasan satu-satunya adalah dengan memasak.



"kok kamu bisa masuk?" Vely menoleh terkaget karena Reno sudah ada di belakangnya, Reno mengangkat kartu akses di tangannya.



"apa pun bisa aku lakukan jika menyangkut kamu, maaf" Reno menggapai tangan Vely, tapi Vely menghindarinya dan kembali memasak.



*nggak habis pikir sama orang ini, bisa-bisanya dia bikin kartu akses apartment aku* (Vely)




"kamu ngapain sih? bangun"



Reno menuruti permintaan Vely, dia berdiri tepat di hadapan Vely.


Vely yang masih saja marah malah tak menghiraukan Reno dan kembali memasak.

__ADS_1



"maksud kamu apa ngomong kayak tadi ke aku?"



"aku nggak sengaja sayang... aku kaget waktu kamu bilang kamu akan menunda kehamilan setelah kita menikah"



"aku kan cuma tanya, misalnya, kalau, aku nggak memutuskan untuk itu, aku hanya bertanya ke kamu"



"ya udah mangkanya ini aku minta maaf"



"disini nih sakitnya pas kamu bilang kayak tadi, mentang-mentang aku udah kehilangan kehormatan ku kamu dengan enak hati mengatakan hal seperti itu, aku kehilangan hal itu bukan karena aku menjajakan atau menjualnya kepada mereka tapi karena aku di perkosa, bukan perkara mudah bagiku untuk bisa kembali lagi menata hidupku yang sebagian udah hancur hiks...hiks..."



"aku sama sekali nggak bermaksud seperti itu, aku mencintai kamu tanpa syarat, aku tidak perduli masa lalu apa yang menimpa kamu, yang aku perduli kan masa depan kamu yang harus indah bersamaku, kamu adalah bagian penting dalam hidupku sayang... aku takut kehilangan kamu, kamu bilang akan menunda kehamilan setelah menikah hal itu membuat aku takut bahwa kamu suatu saat akan pergi dari aku"



"aku hanya menunda bukan tidak akan atau pun menolak punya anak dari kamu, dan itu juga aku hanya bertanya aku tidak memutuskan sepihak hal itu, tapi kamu malah bilang hal itu ke aku?"

__ADS_1



"ok memang aku salah, nggak seharusnya perkataan itu keluar dari mulutku, sekarang maafkan aku, kita akan menjalani hidup kita sesuai dengan apa yang kamu mau, tidak ada hal lain selain kebahagiaan kamu yang menjadi sumber kebahagiaanku juga"


__ADS_2