Menjaga Hati

Menjaga Hati
Bersama


__ADS_3

"Om dan Tante nggak ada?" Gilang mendaratkan bokongnya di sofa di dalam rumah Vely.


"baru kemarin balik lagi ke luar kota, kemarin semingguan mama papa di rumah"


"pantes sepi, kamu tiap hari sendirian gini?"


"ada si bibi tapi kalau malem dia pulang, lagian nggak sepi banget sih kan rumah Reno di sebelah, ada mama papa nya Reno juga sama Kayla juga"


Gilang mengangguk-angguk, Gilang melepas jaket yang di pakainya, dia memakai pakaian santai, kaos putih dan celana panjang cream berbahan katun twill.


"tumben pak bos baju nya santai gitu, kalau gini kan enak dipandang" Vely menggoda Gilang yang memang tidak biasa memakai pakaian santai


"hemm jadi yang kemaren-kemaren nggak enak dipandang?" Gilang berlagak marah dengan melipat tangannya di depan dada.


"hahaha nggak gitu lah, oh iya katanya tadi mau tanya sama aku, mau tanya apa?"


waduh tanya apaan ya aku kan ke sini tadi awalnya nggak ada niatan, dasar aku hehehe (Gilang)


"tanya apa ya? suka nge bleng kalau deket kamu"


"mulai deh, udah cepetan mau tanya apa"

__ADS_1


"jujur ya sebenarnya aku tadi tuh nggak tahu kenapa pengen aja ketemu kamu, mangkanya bilang mau ada yang di tanyain biar kamu mau"


"hemmm Gilang Gilang... kenapa nggak jujur aja tadi? lagian masa sih aku nggak mau ketemu kamu kalau nggak ada alasan"


"ya udah si sekarang udah di sini juga kan hehehe"


"dasar Gilang, eh gimana persiapan pernikahan kamu?"


"udah ada yang meng handle, aku terima jadi aja"


"kan se enggak nya kamu tahu sudah berapa persen yang udah beres"


"hahaha biarin aja mereka yang mengurus pekerjaan nya kalau aku lagi yang harus turun tangan kan jadi percuma aku bayar mereka"


"emm Lang..." Vely agak segan meneruskan pembicaraan nya


"apa? ngomong aja sayangku..."


pipi Vely memerah mendengar kata sayang dari Gilang untuknya, Gilang yang menyadari hal itu malah tertawa


"kamu kenapa ketawa?" Vely menepuk paha Gilang yang masih tidak berhenti tertawa, tapi Gilang tidak menjawab malah tertawa lagi dan lagi, Gilang baru berhenti ketika Vely telah menimpuk kan bantal ke arah Gilang

__ADS_1


"ok ok maap, manisnya kamu kalau lagi malu"


"siapa yang malu, dasar kamu"


"tadi kamu mau ngomong apa ?"


"Reno cerita ke aku, kapan hari Reno cerita tentang kisah cinta antara aku, Reno dan Sarah, aku tahu kamu pasti kepikiran tentang hal itu tapi kamu tenang aja semua itu kan udah dulu sekarang Sarah pasti sudah berubah menjadi lebih baik, lagian dulu itu namanya cinta monyet, cinta anak muda, masih labil lah pasti beda dong sama sekarang"


"aku sama sekali nggak mikirin itu Vel, emang sebenarnya aku belum sreg aja sama pernikahan ini tapi Bang Adit kepalang janji sama papa nya Sarah, nggak ada salah nya juga aku mulai serius dengan satu hubungan, tapi ya memang nggak bisa di pungkiri masih ada sedikit keraguan dalam hatiku "


"hufff sukur deh kalau kamu mikirnya gitu, aku jadi lega loh"


"andai yang jadi pengantin wanitaku kelak itu kamu nggak bakalan aku ragu malah aku bakalan excited banget"


"mulai deh, eh iya loh dari tadi aku belum nawarin minum, maaf maaf kamu mau minum apa aku bikinin"


"kopi kesukaan kita berdua dong bidadari ku"


"ok aku bikinin bentar ya"


Sebenarnya dari tadi ponsel Gilang berkali-kali berdering tapi karena dalam mode silent dan hanya bergetar dalam saku celana Gilang jadi Vely tidak mengetahui nya, setelah Vely pergi ke dapur Gilang merogoh saku nya mengambil ponsel yang sedari tadi bergetar, di lihat nya ada 11 panggilan masuk yang ternyata semua dari Sarah, Gilang menelepon balik Sarah yang singkat setelah tersambung langsung di angkat nya, Sarah langsung berteriak, merengek, dan sangat ribut menanyakan di mana keberadaan Gilang, kemana Gilang dan dengan siapa Gilang sekarang. Dengan malas Gilang menanggapi semua pertanyaan itu kemudian dengan alasan sibuk Gilang mematikan sambungan telepon nya.

__ADS_1


"ini kopi nya... Lang aku panggil Reno ya"


"iya" Gilang menyeruput kopi favorit nya, sebenarnya kopi itu biasa tapi entah mengapa rasanya sangat enak ketika Vely yang membuatnya.


__ADS_2