
Karena teriakan Reno yang sedang marah Vely terbangun dari pingsannya, Gilang berlari ke arah Vely yang mulai tersadar.
"are you okay?" Gilang
Reno menarik kerah kemeja Gilang lagi dan kembali menghajarnya.
"ada apa lagi ini? kenapa kamu melukai Gilang?" Vely bangkit dengan kepala yang masih pusing, Vely berdiri menahan Reno saat akan kembali menonjok muka Gilang.
" jangan menyentuhku Velysia ! " Reno membentak Vely yang sukses membuat Vely bergetar dan takut tapi Vely masih tetap memegangi lengan kekar Reno.
"lepaskan tanganmu dariku ! " Reno menghempaskan tubuh Vely hingga terjatuh ke lantai
"lu gila, dia sedang hamil" Gilang menarik kerah baju milik Reno
"ho sepasang penghianat ! kalian sangat serasi, pergi kalian dari sini, dan kamu bawa wanitamu itu pergi dari hadapanku sekarang juga"
Vely masih saja terpaku dengan perkataan Gilang bahwa dirinya sedang hamil, Gilang membangunkan Vely perlahan dan mengajaknya pergi dari apartment Reno.
Gilang masih setia menunggu Vely di luar kamar apartment Vely. Dengan suara yang keras dan menyayat hati Vely menangis di dalam kamar mandi, membasahi dirinya dengan air yang mengalir dari shower di atas kepalanya.
__ADS_1
*Baru saja aku akan mengatakan segalanya pada Reno karena Reno telah menerimaku apa adanya tapi sekarang bahkan aku pun jijik dengan anak yang ada di dalam perutku*.
*ya tuhan apa yang kamu berikan padaku, aku sudah lelah dengan semua ini, aku ingin menghadapmu aku lelah... hiks...hiks*... (Vely)
Gilang pun menangis mendengar jeritan Vely yang sangat membuat siapapun yang mendengarnya ikut merasa pilu. Hampir empat puluh menit Vely masih saja tidak keluar, berkali-kali Gilang menggedor pintu kamar mandi Vely tapi sama sekali Vely tidak menghiraukan.
"buka pintunya kalau tidak aku akan memaksa masuk"
"ya tuhan apa yang kamu lakukan Vely, bahkan jika kamu menyakiti dirimu sendiri juga tidak akan merubah apapun"
Gilang membopong tubuh Vely ke sofa dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk, Gilang kembali menyuruh asistennya mencari wanita untuk segera datang agar bisa cepat-cepat mengganti pakaian Vely.
__ADS_1
Gilang kembali menelepon asistennya dengan suara yang keras karena wanita itu tidak kunjung datang, Gilang merasa khawatir pada kondisi Vely yang pasti sedang kedinginan dan belum lagi anak dalam kandungan Vely juga pasti masih lemah karena usianya yang masih hamil muda.
Setelah wanita itu datang dan segera mengganti pakaian Vely dengan pakaian yang kering kemudian Gilang memindahkan Vely ranjang dan menyelimutinya.
*Aku memahami kesedihanmu bahkan hatiku pun ikut merasakan betapa hancurnya dirimu saat ini, aku akan selalu bersama mu membantumu melewati saat-saat terberat dalam hidupmu* (Gilang)
Di tempat lain...
*Kamu lagi dan lagi menyakiti hatiku Velysia, aku mulai mencoba menerimamu walau kamu sudah menghianatiku, tapi dia telah menanam benih di dalam rahim mu yang sampai kapanpun akan mengingatkan aku akan penghianatanmu kepadaku... maafkan aku jika aku kasar padamu tapi semua itu sungguh bukanlah aku sengaja tapi karena aku terlalu marah padamu, maaf*... (Reno)
Reno kembali membenamkan dirinya di antara kedua lututnya, menangis juga sudah tidak bisa, air matanya terasa kering.
__ADS_1
Betapa tidak hancur hati Reno mengetahui orang yang paling di cintainya mengandung anak milik orang lain dan itu terjadi ketika mereka masih dalam satu ikatan.