Menjaga Hati

Menjaga Hati
Curhatan Gilang


__ADS_3

Tok... tok... tok...


Vely mengerjapkan matanya mendengar ketukan keras di balik pintu apartmen. Vely melirik jam dinding di luar kamar.


jam tiga pagi, siapa yang ketok pintu jam segini? ih horor banget sih, manusia bukan ya?


Vely mengintip dari door viewer terlihat Gilang dengan kemeja yang acak-acakan dan wajah yang sangat suntuk. Segera Vely membuka pintu itu.


"Lang... "


"maaf ya aku ganggu kamu"


"nggak apa-apa, kamu kenapa? ayo masuk"


Gilang masuk setelah Vely membuka lebih lebar pintu yang tadinya hanya setengah terbuka. Gilang duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya sambil memijat pelipisnya.


"are you okay? " Vely duduk di samping Gilang sambil menyentuh pundak kiri Gilang.


"boleh pinjam bahu nya? "


Vely menganggukkan kepalanya, kemudian Gilang menempelkan kepalanya di pundak Vely.


"aku capek banget " Gilang


"kalau kamu capek kenapa nggak istirahat? "


"nggak tahu nih perasaanku nggak enak sejak tadi siang "


"kamu mau sesuatu? mau aku bikinin coklat hangat?"


"boleh"


Gilang menarik dirinya dari Vely kemudian rebahan di sofa. Vely menuju ke kamar untuk membangunkan Reno agar menemani Gilang di ruang tamu.


"sayang... bangun deh, sayang... " Vely


"apa sih Sayang... masih malem loh ini "


"kamu bangun bentar deh tuh ada Gilang di ruang tamu, kamu temenin dia gih muka dia kusut banget "


"Gilang? " Reno mulai membuka matanya dan perlahan duduk di kasurnya.


"iya tuh dia di sofa, sana bangun temenin dia aku bikin coklat hangat dulu"


"iya"


Vely pergi ke dapur sedangkan Reno menghampiri Gilang di ruang tamu.

__ADS_1


"Lang lu tidur? "


"nggak Ren"


Gilang kemudian duduk dan melihat Reno juga sudah duduk di sofa.


"kenapa lu? "


"gapapa Ren cuma agak pusing aja"


"oh"


Vely datang dengan nampan di tangannya.


"minum dulu coklat hangatnya " Vely memberikan masing-masing satu cangkir kepada Reno dan Gilang. Vely duduk di samping Reno.


"Lang kalau kamu pengen cerita sesuatu kamu cerita aja, aku sama Reno mau dengerin kok"


"hemmm nggak ada yang penting kok cuma aku ngrasa kecewa aja"


"kecewa sama apa atau siapa? " Reno


"tadi pacar gua nggak dateng, padahal gua udah siapin surprise buat dia"





"emangnya cewek kayak gimana sih yang bikin lu kacau kayak gini penasaran gua" Reno menepuk pundak Gilang



"namanya Mutiara Permadi"



"Indonesia dong, aku kira kamu pacaran sama bule sini"



"enggak Vel dia orang Indonesia juga tapi dia pramugari jadi sering bolak-balik ke berbagai negara"



"boleh liat? "

__ADS_1



Entah kenapa Vely merasa sangat penasaran dengan pacarnya Gilang, Gilang merogoh sakunya dan mengeluarkan benda pipih dari dalam sana.



"ini orangnya " Gilang memperlihatkan sebuah foto seseorang dengan serangan khas seorang pramugari yang elegan dan cantik.



Otak Vely seperti mengingat sesuatu.



"kayaknya aku pernah lihat pacar kamu deh Lang" Vely



"oh ya? "



"tapi aku lupa persisnya dimana"



Vely mencoba mengingat lagi dimana pernah melihat gadis seperti yang ada di foto ini.



"oh iya di toilet waktu kita baru nyampe di bandara"



"oh... kalau itu sih pasti dia karena dia kan kerjanya di pesawat jadi kemungkinan kalau kalian ketemu di bandara" Gilang



"kamu pacaran udah lama sama dia? "



"baru sih, baru beberapa bulan"



"jadi... "

__ADS_1


__ADS_2