
Vely, Reno dan kedua orangtua Reno duduk berjejer di kursi bandara menunggu waktu keberangkatan mereka ke negara B.
Mereka semua sangat antusias karena sebentar lagi akan bertemu dengan Kayla, Gilang menawarkan untuk menginap di apartment yang bersebelahan dengan apartment nya, dengan senang hati Reno dan Vely mengiyakan tawaran Gilang, karena dengan begitu akan memudahkan mereka di negara B.
Suara panggilan untuk penumpang pesawat tujuan negara B harus segera melakukan persiapan.
Sekitar kurang lebih lima belas jam perjalanan, rombongan Vely dan Reno akhirnya sampai di tempat tujuan. Negara B yang sangat Indah dan sejuk.
Semua orang berjalan berhamburan di dalam bandara, Vely yang sudah sangat kebelet untuk pipis akhirnya memisahkan diri dari keluarganya dan menuju ke toilet. Gilang yang sudah menunggu kedatangan mereka menghampiri Reno yang sudah terlihat dari jauh olehnya.
"apa kabar Ren? " Gilang memeluk Reno dan menyalami kedua orang tua Reno
"bik Lang, lu gemukan disini"
"beneran? ah lu jatuhin kepedean gua aja, Om Tante gimana capek? "
"iya nih udah capek banget"
"ok kita langsung ke apartemen aja" Reno
"bentar-bentar bidadari gua mana Ren? "
__ADS_1
"bini gua tuh"
Vely sekalian mencuci mukanya agar terlihat segar setelah perjalanan jauh ini.
"ah... ah... ah... "
Vely mendengar sesuatu di dalam toilet yang ada di sebelah nya, sesuatu seperti ******* ketika seseorang sedang melakukan hubungan suami istri.
bener gua nggak salah denger nih, astaga kenapa bikin di toilet sih kenapa nggak di kamar aja, dasar orang jaman sekarang (Vely)
Tanpa ambil pusing Vely tetap melanjutkan kegiatannya mencuci wajah di wastafel di depan cermin.
"ceklek" suara kunci pintu yang dibuka, Vely sedikit menundukkan kepalanya ke arah wastafel dan kembali membasuh wajah nya.
Seorang gadis berbaju pramugari dan seorang laki-laki berjalan melewati Vely tanpa memperdulikan keberadaan Vely, Vely sempat melihat wajah si perempuan dari pantulan cermin.
"bidadariku.... " Gilang merentangkan tangannya ingin memeluk Vely tapi Vely malah berlari ke- arah Reno yang ada di samping Gilang.
"maaf Lang pelukan suami aku lebih hangat ha ha ha"
"ha ha ha rasain mangkanya nikah"
"tega kamu Vely "
__ADS_1
Wajah Gilang memelas seketika.
"bercanda kamu adalah sahabat baik aku mana mungkin aku nggak peluk kamu Lang"
Vely tiba-tiba memeluk Gilang yang tingginya sedikit lebih tinggi dari Reno.
"gimana kabar kamu bidadariku sayang? "
Reno mengacak-acak rambut Vely dengan gemas.
"nggak lebih baik pas ada kamu di setiap hari-hari ku"
"jangan gombal aku sekarang istri orang, ada mertua aku juga tuh "
"he he he om tante.... ayo kita ke apartmen kasihan tante udah capek banget kayaknya "
Mereka semua akhirnya pergi ke apartmen yang disediakan Gilang. Sebenarnya mereka semua merahasiakan keberangkatan mereka ke negara B dari Kayla karena mereka ingin memberikan surprise kepada Kayla, itulah mengapa mereka memilih menerima tawaran Gilang untuk menginap di apartmen sewaan Gilang.
__ADS_1
Kayla sedang sangat bingung karena semua nomor keluarga tidak ada yang bisa di hubungi karena memang mereka semua sedang mematikan ponsel mereka.
"mama kemana sih, papa juga, kak Reno sama kak Vely juga kenapa nggak ada yang aktif sih "