Menjaga Hati

Menjaga Hati
Keputusan yang berat 1


__ADS_3

Gilang menghampiri Vely yang sepertinya mulai kembali terbangun.


"hi are you okay?" Gilang mengusap kepala Vely tapi Vely tidak menjawab dan malah memandang Gilang, air mata Vely kembali meluncur tanpa batasan.


"Everything is okay, jangan menangis lagi" Gilang memeluk Vely mencoba menenangkan


"nggak ada yang baik-baik saja hiks...hiks... aku sudah hancur Lang... aku kotor dan hina"


"jangan ngomong gitu, semuanya akan baik-baik saja "


"Reno pasti sangat kecewa padaku hiks...hiks..."


"hey apa kamu lupa Reno sangat mencintaimu dan juga ini kecelakaan" Gilang memegangi kedua pundak Vely dan meyakinkannya.


Di tempat lain...


Reno mulai melacak keberadaan Vely lewat GPS yang di pasang di ponsel Vely, Reno mengeryit melihat alamat yang menunjukan lokasi Vely saat ini.


Ini alamat sebuah apartment, setahuku Vely tidak mempunyai apartment atau mungkin ini adalah apartment teman perempuan Vely? oke aku akan ke sana sekarang (Reno)


Reno memacu mobilnya dengan kecepatan yang tinggi agar cepat sampai di tujuan, Reno menanyakan kepada resepsionis atas nama siapa apartment yang dituju itu.


Reno sangat terkejut karena mengetahui apartment itu atas nama Gilang Aditama, dada Reno sesak menahan amarah tapi Reno masih menghalau perasaan yang buruk itu.

__ADS_1


tok...tok...tok...


Gilang mengintip siapa yang datang dari lubang yang ada pada pintu dan ternyata Reno yang ada di depan pintu.


Bagaimana Reno tahu Vely disini padahal aku belum menghubunginya atau Vely sudah memberi tahu Reno? dari siapa pun Reno tahu itu tidak penting yang penting dia sudah kesini Vely akan senang melihatnya (Gilang)


Reno semakin kemana-mana pikirannya karena melihat pakaian Gilang yang hanya memakai kaos putih dan lilitan handuk di pinggangnya karena memang Gilang baru saja selesai mandi.


"lu disini Ren"


"mana Vely?" Reno masih menahan amarahnya


"ada ayo masuk dulu"


Reno mengikuti Gilang dari belakang betapa terkejutnya saat Reno melihat Vely tidur di atas ranjang Gilang dengan memakai baju kemeja putih milik Gilang tanpa memakai bawahan karena baju itu besar dan cukup menutupi sampai atas lutut.


"apa yang kalian lakukan?" Reno berteriak


Vely membuka matanya dan kaget atas teriakan Reno


"apa maksud lu?" Gilang kebingungan atas pertanyaan Reno


"kalian main gila di belakang ku? dan dengan bangga menunjukan itu padaku? apa kalian tahu aku meninggalkan Kayla yang sedang sakit demi mencari kamu Ve tapi apa yang aku dapatkan? sialan bodoh nya aku"

__ADS_1


"lu ngomong apa?"


"diem lu brengsek"


Reno menonjok muka Gilang tanpa mendengar alasan dari Gilang lagi.


"lu dengerin dulu penjelasan gua Ren"


"brengsek lu sialan tega lu lakuin itu ke gua"


Reno benar-benar marah dan tidak berhenti memukuli Gilang.


"cukup !! "


teriakan Vely menghentikan Reno yang sekali lagi akan menghantam wajah Gilang dengan bogem nya.


"kamu pergi No... aku akan bersama Gilang" Vely membalikan tubuhnya membelakangi mereka berdua


"ya tuhan bodohnya aku, selama ini kamu tidak mau menikah denganku apa karena kamu memang sudah melakukannya dengan Gilang?"


"iya " singkat Vely menjawabnya


"ya tuhan.... kamu tega sekali melakukan itu padaku Ve... dan aku dengan bodohnya tertipu mentah-mentah dengan sikap pura-pura polos mu itu nyatanya kamu hanyalah seorang pe****r "

__ADS_1


"jaga bicaramu atau aku akan membunuhmu disini" Gilang


"lakukan aku menantikan itu kalian memang cocok sama-sama penghianat"


__ADS_2