Menjaga Hati

Menjaga Hati
Menyusun Rencana


__ADS_3

Reno memberikan nomor Gilang kepada dokter Sinta agar dia memberitahu jadwal pemeriksaan kandungan Vely.


Gilang terkejut karena seorang dokter tiba-tiba memberikan pesan WhatsApp kepadanya tentang pemeriksaan yang harus Vely lakukan, Gilang yang tidak mau langsung percaya pun kemudian menghubungi dokter Sinta dan ternyata Reno lah yang memberikan nomornya pada dokter Sinta.


Bagaimanapun kamu tetap memperhatikan Vely dan juga kesehatan dia dan bayinya, Reno memang sangat mencintai Vely. (Gilang)


Gilang menekan nomor Vely dan tersambung.


📞 Gilang : Vel kamu nggak ada acara mau kemana gitu?


📞 Vely : enggak Lang


📞 Gilang : aku antar kamu ke dokter ya kita harus cek kandungan kamu


📞 Vely : tapi....


📞 Gilang : jangan menolak ya, aku beberapa kali melihatmu muntah dan wajahmu pucat


📞 Vely : bukankah itu wajar pada seseorang yang sedang hamil


📞 Gilang : aku juga belum paham soal itu mangkanya kita ke dokter ya biar sama-sama tahu


📞 Vely : baiklah kalau begitu


📞 Gilang : ok, aku akan buat janji dengan dokternya ya nanti aku kabari kamu lagi


📞 Vely : iya ! Lang


📞 Gilang : ya Vel


📞 Vely : thank's for everything


📞 Gilang : You're welcome


Setelah mengobrol dengan Vely kemudian Gilang membuat janji dengan dokter Sinta dan besok siang mereka akan memeriksa kandungan Vely ke rumah sakit tempat dokter Sinta praktek.


Gilang 📨 : besok siang kita cek kandungan kamu


Vely 📨 : iya

__ADS_1




Reno memberi tahu Sarah bahwa besok siang Vely akan memeriksakan kandungannya ke rumah sakit, Reno meminta dokter Sinta untuk memberi tahu setiap Vely akan memeriksakan kandungannya.



*apa yang akan Sarah lakukan untuk menjalankan keinginannya, entahlah aku sudah tidak perduli lagi toh Vely pun dari awal juga sudah tidak ingin bersamaku* (Vely)



"kakak..." Reno menoleh dan kaget melihat Kayla berdiri di depan pintu kamarnya



"hey Kayla ada apa?" Reno buru-buru menghampiri Kayla yang bersandar di pintu.



"mana kak Vely?"




"kakak tolong cari kak Vely ya aku khawatir"



"khawatir kenapa? Kayla mau cerita?"



"kalau ada kak Vely aku akan cerita"



"ok, nanti kakak bawa kak Vely kesini"

__ADS_1



Kayla pergi begitu saja dari kamar Reno, perkembangan Kayla sudah lebih baik tapi hanya berbicara seperlunya saja.



*semua keluargaku sudah sangat dekat dengan Vely, ketika mereka tidak melihat Vely pasti mereka terus bertanya dimana dia, mamaku, papa juga Kayla mereka semua menganggap Vely keluarga sendiri tapi entah dengan Vely, sudahlah kapan-kapan aku akan mengajak Vely untuk menemui Kayla* (Reno)



Reno kembali menatap layar ponselnya yang masih saja terdapat foto dirinya dan Vely dengan senyum bahagianya.



"karena kamu aku merasakan kebahagiaan, karena kamu hari-hari ku menjadi semakin lebih indah tapi sekarang karena kamu juga aku merasakan sakit hati yang sangat dalam, karena kamu karirku juga terbengkalai, mimpi-mimpi kita berdua semua sekarang benar-benar hanya akan menjadi mimpi dan tidak akan pernah bisa menjadi kenyataan, kamu sudah sukses membuat semua yanga ada di hidupku berantakan. Apa kamu tahu Kayla sangat ingin bertemu denganmu Ve... aku juga, aku sangat merindukanmu tapi kamu sangat menyakiti hatiku Velysia..."



Reno membuang pandangannya ke segala arah, dilihatnya lampu kamar Vely menyala segera Reno meneliti siapa yang ada di sana tapi karena gorden dan jendela yang tertutup Reno tidak bisa melihat dengan jelas.



Reno berlari keluar menuju rumah disebelah yang memang rumah itu adalah rumah Vely, ketika melihat pintu terbuka Reno langsung saja nyelonong masuk dan segera ke kamar Vely.



"siapa kamu?" Reno



"saya bik Mun mas, saya disuruh ibu bersihin rumah ini"



"siapa yang suruh kamu?"



"ibu Sasha mas"

__ADS_1



*tante Sasha, aku kira...ah sudahlah mulai sekarang harusnya aku membiasakan diriku tanpa dia lagi* (Reno)


__ADS_2