
Gilang masih mematung melihat kepergian pramugari yang dia kira adalah kekasihnya yang telah tiada.
"apakah itu kamu Marisa? aku rindu..." Gilang mulai mellow dan sebelum dia benar-benar menangis di hadapan banyak orang Gilang memutuskan untuk pergi dari bandara.
Gilang memacu mobilnya menuju vila miliknya dimana di sanalah dia akan tinggal selama di negara B. Gilang duduk di sofa dan membuka sebuah kotak yang dia bawa dari tempat asalnya.
Gilang mengeluarkan secarik kertas dari dalam kotak, kertas itu adalah surat dari Marisa dulu, Gilang mengambil lagi satu barang yaitu sebuah jepit rambut kupu-kupu favorit Marisa. Air mata meluncur bebas dari mata Gilang.
Marisa pergi, datang Vely, Vely pergi, datang Mutiara Permadi, tapi apa mereka semua hanya akan datang dan pergi tanpa ada yang benar-benar bersamaku? rahasia mu sungguh membuatku merasa tak ada yang menginginkan aku tuhan... (Gilang)
Ring...ring...ring...
Gilang menjawab panggilan di ponselnya dari Vely.
📞 Gilang : hai bidadari ku...aku lagi kangen kamu dan kamu langsung saja menelpon ku
📞 Vely : dasar kamu, kamu apa kabar?
📞 Gilang : sudah membaik
📞 Vely : sudah membaik? emangnya kemarin sakit?
📞 Gilang : sakit karena cinta kamu
📞 Vely : astaga Gilang bikin khawatir aja
📞 Gilang : he he kamu apa kabar?
📞 Vely : aku baik, Lang aku mau bilang kalau aku sudah bertunangan dengan Reno
📞 Gilang : iya aku tahu
__ADS_1
📞 Vely : tahu dari mana?
📞 Gilang : Reno hubungin aku sebelum kalian tunangan
📞 Vely : oh...
📞 Gilang : aku turut bahagia
📞 Vely : aku harap kamu juga segera mendapatkan seseorang yang baik dan mencintai kamu sepenuh hati
📞 Gilang : hem... sepertinya sudah ada
📞 Vely : dasar playboy ha ha
📞 Gilang : mau gimana lagi, kamu juga nggak mau sama aku kan
📞 Vely : nggak usah mulai deh, tapi kalaupun kamu benar-benar memang sudah ada seseorang yang spesial aku berharap kamu bahagia
📞 Gilang : tentu sayang, emangnya kamu doang yang bisa bucin ha ha ha
📞 Gilang : nggak mungkin lah
📞 Vely : ye... siapa tahu bwek... ya udah aku tutup teleponnya ya di sini udah malem
📞 Gilang : iya kamu tidur yang nyenyak ya bidadari ku yang cantik I love you...
📞 Vely : hem... I love you too my brother... see you
Vely mengakhiri panggilan teleponnya dengan Gilang malam ini. Dilihatnya Reno nyelonong masuk ke kamar nya dan ikut berbaring di ranjang bersama Vely.
"nggak tidur? udah malem loh" Reno
__ADS_1
"habis telepon Gilang tadi"
"kangen ya?"
"iya, mau gimana juga Gilang adalah orang yang selalu bersamaku selama ini"
"maaf ya, harusnya aku yang menemani kamu di masa itu"
"ssstt... cukup ! nggak usah bahas ini lagi ok"
"ok ! aku tidur sini ya?"
"ngapain? pulang sana..." Vely mendorong tubuh Reno agar menjauh darinya
"aku kesepian loh mama papa nganterin nenek balik, mereka nginep"
"kan ada Kayla"
"Kayla ada acara sama temen-temennya dia juga nginep di rumah temennya, aku bobok sini ya"
"enggak ih, nggak boleh pulang sana"
"kalo kamu nggak bolehin aku tidur di sini aku tidur di luar rumah kamu loh"
"silahkan aja ha ha ha"
"tega ya kamu sama calon suami sendiri, aku pengen cerita banyak hal sama kamu malam ini"
"cerita apa?"
"banyak deh, boleh ya aku nginep sini"
__ADS_1
"ya udah iya, tapi awas kamu kalo macem-macem"
"enggak sayangku..."