
Kayla merentangkan kedua tangannya di depan jendela rumah yang beberapa tahun ke depan akan menjadi huniannya.
"hi Kayla Goedemorgen"
"Arya what are you doing here so early? "
"I'll take you for tea"
"ok i'm coming"
Kayla menuruni tangga satu per satu sambil mengenakan sweater karena hawa dingin yang terdapat di tempat ini.
"hi"
"hi ini teh untukmu "
"thankyou ini sangat enak di antara cuaca yang dingin ini"
"apa rencana kamu hari ini? "
"nggak ada"
"bagaimana jika aku mengajak mu berkeliling melihat daerah sekitar dan juga kampus mu? "
"apa itu tidak merepotkan kamu? "
"tidak aku sedang cuti bekerja "
"ok aku akan bersiap setelah ini"
"jangan buru-buru, we have a long day"
"okay"
"Reno... "
"Reno.... "
Lia berkali-kali memanggil anak sulungnya itu tapi tidak ada jawaban. Lia menuju kamar Reno dan mengetuk pintunya.
"Reno... Vely... kalian tidur? "
__ADS_1
"iya mah" Vely membuka pintu dengan handuk yang melilit rambutnya.
Ketika pintu di buka terlihat Reno masih tertidur di ranjangnya dengan posisi tengkurap tanpa mengenakan baju atasan.
Lia tersenyum manis ke arah menantunya itu.
"kalian lagi usaha bikinin mama cucu ya? "
Vely tidak menjawab tapi hanya salah tingkah di depan mamanya yang terang-terangan menanyai dirinya tentang hal itu.
"emm itu mah... "
"ya udah nggak apa-apa sayang kalian lanjutin aja, nanti aja mama bicara sama Reno"
"udah nggak apa-apa "
Lia kembali menutup pintu kamar anaknya dari luar.
*astaga mama, bisa-bisanya blak-blakan tanya gituan ke aku? tapi sumpah gokil parah mama mertua gua ini* (Vely)
"No bangun deh" Vely duduk di tepi ranjang mendekati suaminya yang masih kelelahan akibat adegan ranjang yang baru saja mereka lakukan.
"hem"
__ADS_1
"masa mama nyuruh kita buat terusin buat cucu malah tadi aku di tanyain lagi astaga lucu banget kan mama"
"ayo lagi"
"kamu nggak capek? "
"masih kuat kok" Reno menarik istrinya kembali ke ranjang dengan paksa.
"enggak No aku baru mandi ini"
"nggak apa-apa habis ini mandi lagi "
"tapi No"
Reno sudah membuang baju handuk yang tadi Vely kenakan dan akhirnya mereka melakukan lagi hubungan ranjang yang belum setengah jam lalu mereka lakukan.
"aku sangat bahagia mendengar ini dari kamu" Gilang memeluk Mutiara dengan penuh kebahagiaan.
Flashback On
Gilang mempersiapkan dinner romantis untuk Mutiara di sebuah restoran mewah yang sengaja di booking olehnya malam ini.
Gilang sudah mantap akan menyatakan perasaannya kepada Mutiara dengan berbekal sebuah cincin dan makan malam romantis super mahal ala Gilang.
Mutiara datang dengan anggunnya melenggak-lenggok bak model catwalk. Kepiawaian nya merias diri dan juga berbahasa tubuh membuat semua orang yang melihat akan percaya bahwa Mutiara menyukai Gilang padahal sebenarnya hanya rasa sungkan dan ingin memanfaatkan kekayaan Gilang adalah tujuan utama Mutiara mau berdekatan dengan Gilang
Flashback Off
Gilang merasa menjadi laki-laki paling bahagia di dunia, betapa tidak, Gilang berhasil mendapatkan gadis yang parasnya begitu mirip dengan calon istrinya yang telah tiada.
Seperti mendapatkan kembali kebahagiaan yang dulu pernah dia rasakan dengan calon istrinya yang kini sudah tiada. Gilang berkali-kali mengucapkan kebahagiaan nya yang sekarang terasa tak terhingga.
__ADS_1
"Thank you for being a part of my story. I love you "