
Semua mata tertuju pada sumber suara yang memberhentikan acara akad nikah itu. Seorang laki-laki berdiri tegap di tengah-tengah pintu masuk aula.
"kalian tidak bisa melanjutkan pernikahan ini"
"kenapa kamu kesini Leo?" Sarah berdiri menghampiri Leo yang seperti menahan marah, Gilang mengikuti Sarah berjalan ke arah Leo
"ada apa Leo?" Gilang
"asal kamu tahu wanita yang akan kamu nikahi ini adalah ibu dari anakku karena sekarang dia tengah mengandung buah cinta kami" Leo
"omong kosong apa ini Sar?"
"beb aku bisa jelasin ini semua, aku dan Leo tidak ada hubungan apa-apa"
"berani kamu bilang kita tidak ada hubungan apa-apa, apa perlu aku memberikan bukti kebersamaan kita ha?" Leo mencengkeram lengan Sarah
"bukti apa?" Sarah menantang, Leo merogoh sakunya mengeluarkan benda pipih dari sana kemudian mengotak-atiknya dan keluarlah video hubungan badan dirinya dengan Sarah yang sengaja di ambil oleh Leo tanpa Sarah sadari.
Wajah Sarah seketika pucat pasi dan tubuhnya gemetar.
__ADS_1
"lihat waktu pembuatan video ini jika kalian masih sanksi dengan bukti ku ini" Gilang sendiri yang mengecek kapan video itu dibuat dan ternyata itu sekitar sebulan lalu, Gilang menatap Sarah yang sudah bercucuran air mata.
"dan hubungan kami sudah di mulai kurang lebih sejak setahun lalu, video ini adalah kali terakhir Sarah menemui ku dan bilang bahwa akan menikah dengan mu"
"bohong, beb jangan percaya dengan omong kosongnya, dia berbohong"
Aditya menghubungi seseorang di sebrang sana, sesaat kemudian Aditya menyudahi sambungan telepon itu.
"aku akan membuktikan apa yang kamu katakan tentang calon adik ipar ku ini, semua akan jelas setelah dia datang"
Sarah semakin merasa terpojok dan ketakutan, setengah jam kemudian seorang dokter datang dengan tas kerjanya, Sarah semakin kelabakan ingin melarikan diri dari sana.
"lakukan dok aku akan mengawasi disini "
Dokter Lala mengangguk kemudian mulai memeriksa Sarah, beberapa saat kemudian dokter Lala sudah selesai.
"bagaimana dok?"
"nyonya ini memang sedang hamil dan usia kandungannya sudah memasuki bulan ke dua"
__ADS_1
Gilang menghampiri Sarah dan meremas rahang milik Sarah
"beraninya kamu menipuku dan keluargaku dasar wanita ja***g"
"ampuni aku beb"
"berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikan itu"
Gilang menyeret Sarah keluar kamar dan mendorongnya ke arah ayah dan ibu Sarah.
"bawa putri kalian pulang sebelum aku melakukan sesuatu yang akan membuat kalian menyesal" Gilang terlihat sangat menyeramkan dengan ancamannya.
Di sisi lain...
Vely mematung tak percaya dengan apa yang dilihatnya, laki-laki yang berdiri dengan gagahnya di tengah aula adalah laki-laki yang telah merenggut kehormatannya, air mata sudah berkumpul di kelopak mata Vely, rasa marah menguasai diri Vely tapi Vely masih bisa menahan karena ada sangat banyak orang di sana, Vely berlari keluar dengan air mata yang sudah berjatuhan.
Vely berlari hingga sampai di taman hotel, Vely duduk di bangku kemudian kembali menangis tersedu-sedu, perasaan malam itu kembali muncul, rasa takut, khawatir, dan benci seketika menyelimuti diri Vely.
"hey ada apa?" Reno tiba-tiba datang dan memeluk Vely yang sampai sesenggukan karena tangisnya. Vely merasa nyaman dan berbalik memeluk Reno dengan masih menangis.
__ADS_1