
Reno bersandar di mobil BMW silver miliknya, dia tengah menunggu keluarnya Vely dari kantor.
"Ren" Seseorang menepuk pundak Reno dari samping, Reno menoleh ke sumber suara
"lu Lang, ngapain disini?"
"iya gua ada urusan sama abang gua, lu jemput Vely?"
"heem"
"masih setengah jam dari waktu pulang kantor, lu jemput nya kecepetan bro"
"soalnya gua udah kangen"
"dasar bucin, mau ngopi dulu di depan?"
"boleh"
Dua lelaki dewasa itu menyebarang ke seberang menuju sebuah cafe yang berada di depan perkantoran. Mereka memesan minuman dan mulai mengobrol, obrolan yang ringan karena memang mereka tidak begitu akrab.
__ADS_1
gua harus tanya tentang Sarah? (Gilang)
"Ren lu kenal calon istri gua kan?"
Reno menghembuskan nafasnya yang sedikit dirasa berat kemudian mengangguk mengiyakan pertanyaan Gilang.
"Sarah mantan pacar lu kan?"
kembali Reno mengangguk
"lu hianatin dia dengan pacaran sama Vely?"
"Sarah yang bilang gitu?" Reno
"iya"
"itu mungkin versi Sarah tapi gua punya versi sendiri"
"lu mau kasih tahu gua?"
__ADS_1
"boleh kalo emang lu mau tahu, gua sama Sarah pacaran lumayan lama gua mencoba sayang sama dia, Sarah yang orangnya memang asyik selalu nyambung kalau lagi ngobrol sama dia jadi gua nyaman, gua tahu dia nggak suka persahabatan gua sama Vely tapi berkali-kali gua yakinin dia kalau memang kami hanya pure berteman" Gilang menyimak dengan seksama cerita tentang seseorang yang akan menjadi tua bersama nya kelak
"sampai suatu hari gua lihat dengan mata kepala gua sendiri dia main gila sama orang lain tapi yang paling gua nggak suka sama dia waktu itu adalah dia dengan sengaja memfitnah Vely dengan tuduhan yang sama sekali jauh dari pribadi Vely, awalnya gua nggak berniat putus dari dia seandainya dia tidak berbicara yang tidak benar tentang Vely, tapi rasanya gua ikut marah saat dia dengan sengaja melakukan hal itu agar gua jauh dari Vely. Itu versi gua"
Gilang diam mencerna begitu juga Reno yang ada sedikit penyesalan menceritakan hal itu kepada Gilang.
"jadi kalian berdua nggak selingkuhin Sarah?"
"enggak lah, udah dari dulu gua minta Vely buat jadian sama gua tapi dia selalu menolak karena mungkin Vely merasa gua bercanda dengannya"
" gua juga nggak percaya kalau Vely tega ngelakuin itu ke Sarah"
"tapi lu tenang aja siapa tahu Sarah sekarang sudah berubah dan dia tulus sayang sama lu buktinya dia berani komitmen sama lu"
Gilang tersenyum berkesan meremehkan perkataan Reno karena memang sebenarnya Gilang belum sepenuhnya percaya akan keseriusan Sarah dengan nya. Reno menyudahi pembahasan nya tentang Sarah karena takut Gilang akan berubah pikiran akan pernikannya yang tinggal beberapa minggu ke depan. Di akhir pertemuan antara sesama lelaki sore itu Gilang menarik pundak Reno yang sudah hampir keluar cafe.
"lu jaga Vely jangan pernah lu sakiti dia karena gua nggak segan-segan merebut dia dari lu kalau emang lu nggak pantes buat dia, buat gua percaya kalau lu emang pilihan tepat untuk dia"
Reno tertawa kemudian menyalami Gilang
__ADS_1
"gua pastiin lu nggak akan pernah punya kesempatan bahkan kepikiran untuk merebut Vely dari gua, nggak akan pernah" Reno berjalan meninggalkan Gilang dengan senyum kemenangan nya karena Vely sudah melambai kan tangan ke arahnya.