
Vely tengah sibuk di dapur ketika Reno sedang mengobrol dengan seseorang di telepon, kebahagiaan Reno terasa lengkap dengan adanya Vely di sisinya sekarang. Reno mengakhiri panggilan telepon setelah hampir satu jam berjibaku dengan suara di seberang sana.
"sayang ayo makan" Vely
"iya sayang"
Reno duduk di meja makan yang telah tersedia beberapa menu rumahan hasil masakan dari Vely malam ini. Reno menatap mata istrinya yang terlihat bahagia juga sama dengan dirinya, mereka makan malam bersama dengan sesekali bercanda di sela-sela kunyahan mulut mereka.
Setelah makan Vely membereskan piring-piring yang telah digunakan dan Reno membereskan meja, Reno menata karpet di depan TV untuk dirinya dan Vely menonton TV setelah Vely selesai mencuci piring. Reno lebih dulu menyalakan TV dan menonton acara bola kemudian Vely datang membawa camilan di dalam mangkok berukuran lumayan besar untuk mereka nikmati berdua.
"ganti ah kok nonton bola?"
"bentar sayang bentar lagi habis tuh liat tinggal beberapa menit doang"
Vely duduk bersama Reno, karena Reno masih sibuk dengan bolanya Vely akhirnya memainkan ponsel Reno yang tergeletak di sofa.
"tadi mama ngomong apa sama kamu?" Vely
"mama siapa?"
"ya mama aku"
__ADS_1
"mama aku kan juga mama kamu"
"ih kamu mama Sasha"
"he he iya iya mama Sasha tadi bilang kalau mama sama papa udah harus balik ke luar kota lagi besok dan nggak bisa nunggu kita sampai balik dari sini"
"nggak apa-apa sih aku cuma berharap dimana pun mereka berada mereka tetap bersama saling mencintai dan nggak berantem lagi"
"iya sayang mama sama papa kan juga sudah benar-benar berfikir dewasa sekarang nggak kayak dulu lagi, apa lagi sekarang mau punya cucu " Reno melirik ke arah Vely yang tiba-tiba berhenti dari acaranya mengunyah camilan yang sedang berada di pangkuannya.
Mereka sama-sama diam.
"takut"
"takut apa?"
"enggak"
Sebenarnya dalam hati Vely masih merasa trauma harus kembali berhubungan badan dengan laki-laki, bayangan Leo tiba-tiba saja hadir di pikiran Vely saat ini, karena bahkan sampai saat ini setelah lima hari menikah mereka memang belum melakukan hal itu.
Tiga hari Vely mendapatkan jatah menstruasi nya kemudian di hari ke empat mereka hanya tidur bersama begitu juga hari ke lima, dan malam ini adalah hari ke enam.
__ADS_1
"sini deh" Reno mengisyaratkan agar Vely tidur di pahanya, Vely menurut kemudian menaruh kepalanya di paha Reno, Reno membelai rambut Vely yang lembut, mereka hanya diam menikmati acara TV yang sudah Reno ganti sesuai permintaan Vely.
"masa kita nonton kartun sih sayang?" Reno
"hi hi hi nggak apa-apa lucu tau"
"nggak ada romantis-romantisnya sama sekali"
"ya kan namanya juga kartun, kalau mau yang romantis ya itu drama-drama korea gitu"
"ya nggak suka drama korea juga sih"
"udah ah diem lihat aja apa yang ada, kartun itu menambah imun soalnya kita akan happy kemudian kalau happy kan imun jadi naik, masa pak dokter nggak tahu"
"iya iya apa-apa ajalah terserah kamu"
"ih ngambek ya pak dokter ha ha "
"kamu emang jagonya bikin aku ngambek"
"ih ngambek beneran loh" Vely bangkit dari posisinya kemudian duduk di hadapan Reno. Vely memeluk suaminya itu dengan gemas. Mendapat perlakuan yang sangat langka dari Vely membuat Reno salah tingkah sendiri. Reno menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Vely, menghirup aroma tubuh istrinya yang candu. Reno memperdalam kepalanya menjelajahi leher Vely yang terasa sangat nyaman baginya.
__ADS_1