
Ada semacam perasaan tenang, nyaman dan aman ketika Vely dalam pelukan Reno.
Apa Vely menangis karena Gilang menikah dengan Sarah? se dalam itukah perasaan Vely kepada Gilang? (Reno)
Reno mengelus kepala Vely yang masih menangis di pelukannya meski hatinya terasa sakit tapi melihat air mata Vely Reno sama sekali tidak tega dan masih setia menemani Vely hingga nanti Vely berhenti menangis.
Reno menikmati momen yang saat ini sedang terjadi, karena semenjak malam itu mereka hanya sekali bertemu.
"lepasin Vely" suara Gilang menyadarkan Vely yang sudah reda dari tangisnya dan masih enggan untuk melepas pelukan Reno.
"Lang... laki-laki tadi Lang dia yang..." Vely berdiri dan melepas pelukan Reno, Vely menahan perkataannya karena ada Reno di hadapannya, Gilang yang paham kemudian menarik tangan Vely dari Reno, Reno yang tidak terima dan masih tidak tahu bahwa pernikahan Gilang gagal dilakukan kembali menarik tangan Vely yang lain.
"lepasin Vely, apa yang kamu mau darinya?" Reno
"Vely bersamaku disini " Gilang
__ADS_1
"apa lagi? kamu berencana menjadikan Vely simpanan mu?" Reno mulai geram dan menarik tangan Vely dengan paksa kemudian mengajak Vely untuk berlari meninggalkan Gilang, meskipun Vely menolak tapi Reno tetap menariknya dengan paksa.
"lepasin aku No, aku nggak akan ikut kamu"
tapi Reno sama sekali tidak menggubris perkataan Vely, baginya dapat bertemu Vely adalah sebuah kesempatan emas jadi Reno tidak akan semudah itu melepaskan Vely yang sudah di genggamannya.
Gilang mengejar Reno dan Vely tapi tidak dapat menemukan keberadaan mereka berdua.
"shit ! " Gilang kehilangan Reno dan Vely di taman hotel yang luas itu. Sementara Reno dan Vely sudah masuk ke mobil Reno.
Reno melajukan mobil ke arah yang berlawanan dengan arah pulang ke rumahnya.
"kamu mau bawa aku kemana?"
tapi Reno tak juga menjawab pertanyaan Vely dan masih fokus menyetir.
__ADS_1
"Reno !"
"tenanglah sayang kamu akan aman bersama ku"
Mobil memasuki basement sebuah gedung apartment, setelah memarkir mobilnya Reno kembali menyeret Vely keluar dari mobil menuju lantai sebelas, Reno masih tidak berbicara apapun dan Vely juga tidak bertanya lagi karena percuma toh Reno juga tidak akan menjawab.
Reno membuka pintu dengan sandi yang membuat Vely terbelalak karena Reno menggunakan tanggal lahir Vely untuk akses masuk ke apartment yang sepertinya milik Reno. Vely yang masih mengekor di belakang Reno karena tangannya di tarik masih menoleh kesana-kemari mengedarkan pandangannya ke ruangan yang lebih besar, lebih elegan, leboh mewah dari apartment miliknya.
Tak sadar Reno telah memasukan Vely ke kamarnya bersamaan dengan Reno yang juga ikut masuk dan mengunci pintunya dari dalam.
"kamu mau apa?" Vely mundur menghindari Reno yang semakin mendekat, Reno melepas jas nya, melonggarkan dasinya dan memelintir lengan bajunya, Reno menarik Vely yang hanya dengan satu hentakan langsung berada dalam pelukannya.
"jangan No...lepasin aku, jangan " Vely menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendorong Reno dengan kedua tangannya di dada Reno, air mata Vely sudah berjatuhan karena takut. Perasaan malam itu kembali muncul di ingatan Vely yang seketika membuat jantung Vely berdegup sangat kencang dan tangisnya menjadi histeris.
Reno memeluk tubuh Vely yang bergetar ketakutan, menenangkan belahan jiwanya yang sedang sangat terguncang karena ulahnya. Dari dalam lubuk hati Reno sama sekali tidak ada niat untuk menyakiti Vely apalagi berbuat yang tidak senonoh terhadap Vely, Reno hanya berniat menggoda Vely.
__ADS_1